Kecerdasan Emosi Penting Untuk Entrepreneur

0 62

Kecerdasan emosi adalah suatu kata kunci yang sangat menentukan jalan kesuksesan anda baik itu dalam karir, wirausaha ataupun dalam kehidupan pribadi. Dengan pengelolaan emosi yang baik Anda bisa menentukan keputusan tentang langkah apa yang akan anda lakukan dan apa yang tak akan dilakukan dengan tepat. TalentSmart adalah lembaga Emotional Intellegence terkemuka telah menguji lebih dari satu juta orang dan menemukan bahwa jabatan puncak berbagai perusahaan terbaik di dunia diduduki oleh jenis orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi.

Dari pengujian tersebut terungkap bahwa orang yang cerdas emosinya akan selalu berhati-hati jika menemukan dirinya ada dalam situasi yang nyaman dan juga terkendali. Mereka sadar ketidakhati-hatiannya dalam menempatkan dirinya pada berbagai kondisi tersebut akan sangat mempengaruhi kualitas personal dan kinerjanya. Lalu apa saja 9 Kecerdasan emosi yang harus dimiliki oleh orang sukses?

Berikut ini adalah 9 kecerdasan emosi yang dapat anda pelajari untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan kinerja anda. Dikutip dari situs wartawirausaha.com:

Jangan biarkan orang lain membatasi kegembiraan

Saat rasa senang dan kepuasan yang anda dapatkan adalah hasil dari membandingkannya dengan status orang lain, artinya anda tak sedang menikmati kebahagiaan anda sendiri. Ketika orang yang cerdas emosinya merasakan kebahagiaan pada apa yang mereka lakukan, mereka akan lakukan hal tersebut dan tidak ingin dibatasi dengan mendengarkan dari pendapat orang. Nikmati yang anda sukai dan jangan terpengaruh dengan pendapat orang lain.

Memaafkan tapi tak melupakan

Secara emosional orang-orang cerdas yang cepat untuk bisa memaafkan, namun itu tidak berarti mereka lupa. Memaafkan adalah proses untuk melepaskan diri dari apa yang telah terjadi dan terus melanjutkan hidup. Ini bukan berarti anda memberi seseorang dengan kesempatan lain untuk berbuat kesalahan yang sama. Secara emosional orang-orang yang cerdas tak mau pekerjaannya terganggu akibat kesalahan orang lain. Mereka cepat dan tegas untuk memberhentikan seseorang itu dan menggantinya dengan orang lain guna melindungi tugas dan wewenangnya di masa depan jika dianggap itu perlu.

Tahu cara mempertahankan diri

Orang cerdas emosionalnya tahu betapa pentingnya untuk tetap hidup daripada mati-matian berjuang dalam sebuah kesempatan. Pada sebuah konflik, dengan emosi terkendali anda akan mampu mempertahankan diri dan tegas untuk tetap berpikir jernih. Dengan emosi terkendali anda dapat menentukan bagaimana cara yang bijak untuk mengatasi konflik, dapat berdiri pada posisi yang tepat dan pada waktu yang tepat juga untuk memenangkan pertempuran.

Tidak memprioritaskan kesempurnaan

Secara emosional berbagai orang cerdas tidak akan mengutamakan kesempurnaan hasil sebagai target untuk mencapai sesuatu, mereka paham dalam segala hal bahwa tidak ada yang namnya kesempurnaan. Manusia pada dasarnya tak ada yang sempurna. Ketika kesempurnaan menjadi sebuah bagian prioritas, anda akan menemukan segalanya akan berjalan tidak menemui kesempurnaan, pikiran selalu dibayang-bayangi oleh kegagalan serta kekecewaan. Akhirnya anda akan menghabiskan waktu hanya untuk meratapi kegagalan dan kekecewaan tersebut, bukannya menikmati apa yang telah mampu anda capai.

Tidak hidup di masa lalu

Kegagalan dapat mengikis rasa percaya diri Anda dan melemahkan rasa percaya bahwa Anda mampu mencapai hasil yang lebih baik pada masa depan. Pada berbagai kasus, kegagalan yang diakibatkan oleh pilihan besar yang beresiko tinggi memang pengaruhnya sangat besar merusak kepercayaan diri. Misalnya kegagalan dalam wirausaha ataupun bisnis. Orang yang cerdas emosinya mengetahui bahwa keberhasilan terletak pada kemampuan mereka untuk bangkit menghadapi kegagalan, mereka tak dapat melakukan hal itu jika mereka masih hidup di masa lalu. Apapun yang layak anda capai pasti selalu mengandung resiko. Dan anda tak dapat membiarkan kegagalan menghentikan anda dari rasa percaya Anda pada kemampuan anda untuk bisa berhasil. Ketika anda tetap hidup di masa lalu, masa itu akan datang untuk anda dan akan menghalangi anda untuk bisa bergerak maju.

Tidak terpaku pada satu masalah

Dimana anda memfokuskan perhatian, disitulah menentukan keadaan emosi anda. Ketika Anda terpaku pada masalah yang Anda hadapi, anda akan memperpanjang emosi negatif dan stress yang menghambat kinerja. Ketika Anda berfokus pada tindakan untuk memperbaiki diri sendiri dan juga keadaan, anda menciptakan rasa keberhasilan pribadi yang menghasilkan emosi positif dan akan meningkatkan kinerja. Secara emosional orang-orang cerdas tak akan memikirkan masalah karena mereka tahu, mereka akan tetap efektif bila memfokuskan diri untuk menemukan solusi.

Tidak bergaul dengan lingkungan yang negatif

Orang yang selalu mengeluh adalah orang yang menempatkan diri hanya pada kubangan masalah dan gagal untuk fokus pada solusi. Mereka ingin orang-orang bergabung, mendengarkan keluhannya sehingga mereka dapat merasa lebih baik tentang keadaan diri mereka sendiri. Mungkin anda ingin memberi sedikit waktu dengan mendengarkan keluhan mereka dan sekedar menjunjukkan rasa simpati. Hanya ada garis tipis antara sekedar pendengar simpatik dan godaan tersedot ke dalam spiral emosional negatif mereka. Anda dapat menghindari ditarik kedalam aura negatif tersebut dengan menetapkan batasan dan menjauhkan diri bila diperlukan.

Bayangkan ini: Jika seseorang merokok, apakah anda akan duduk menemaninya sepanjang hari dan tidak sadar bahwa telah ikut menghirup asap rokok? Tentu anda akan menjauhkan diri, lakukan hal yang sama dengan sang pengeluh ini. Cara yang baik untuk menetapkan batasan adalah dengan memberi saran kepada pengeluh bagaimana mereka berniat untuk memperbaiki masalah dan arahkan pembicaraan ke arah yang lebih produktif.

Jangan Jadi Pendendam

Emosi negatif yang datang dengan didasari atas dendam pada seseorang sebenarnya adalah sebuah respon yang menunjukkan rasa stress. Hal tersebut hanya akan membawa tubuh anda kedalam mode perlawanan. Jika anda menyimpan dendam dan tiap kali berjumpa dengan orang yang anda benci. Maka akan otomatis muncul reaksi dalam tubuh anda dalam bentuk emosi yang mudah tak terkendali dan berujung pada stres. Stress adalah pembuat kekacauan pada tubuh dan dapat memiliki konsekuensi menghancurkan kesehatan anda sendiri dari waktu ke waktu.

Para peneliti di Emory University bahkan telah menunjukkan bahwa stres berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Menyimpan dendam berarti anda menyimpan stres dan hanya orang-orang yang cerdas emosinya yang tahu bagaimana cara menghindari hal ini dan segala resikonya. Belajar untuk melepaskan dendam tidak hanya akan membuat Anda merasa lebih baik tapi juga dapat meningkatkan kesehatan Anda.

Jangan Katakan Ya, Kecuali anda memang sungguh-sungguh

Penelitian yang dilakukan di University of California di San Francisco menunjukkan jika akan muncul banyak kesulitan bila kita mengatakan “Tidak”. Namun mengatakan “Ya” tanpa disertai komitmen untuk melaksanakannya semakin besar kemungkinan Anda untuk mengalami stres, kelelahan, dan bahkan depresi. Mengatakan “tidak” memang menjadi tantangan besar bagi kebanyakan orang. “Tidak” adalah bentuk kata penegasan. Orang-orang cerdas secara emosional menghindari ungkapan-ungkapan seperti “Saya pikir, saya belum tentu bisa” atau “Saya tidak yakin”. Mengatakan “tidak” pada komitmen baru berarti anda menghormati komitmen yang sudah ada dan memberi anda kesempatan pada diri sendiri untuk bisa memenuhi harapan mereka.

Komentar
Memuat...