Kedudukan Filsafat Pendidikan dalam Proses Pendidikan

0 328

Filsafat pendidikan –filsafat pendidikan apapun- menempati  poros utama adalah proses pendidikan. Dari filsafat ini muncul tujuan, lembaga, metode dan sarananya dalam pengajaran dan evaluasi sebagaimana muncul akar, batang, ranting, daun, bunga dan buah dari biji yang tersimpan di perut bumi. Kemudian dari biji tersebut muncul pohon atau tumbuhan yang merupakan sumber utama sebab-sebab kehidupan manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya.

Oleh karena itu, tujuan, metode dan aplikasi pendidikan terpengaruh oleh filsafat pendidikan yang muncul darinya dan, perimbangan kebenaran dan efektivitas di dalamnya diukur dengan kadar yang ada dalam filsafat pendidikan itu sendiri. Filsafat pendidikan menjadi benar dan efektif  jika tidak gagal melahirkan sarana dan teknik yang dibutuhkan oleh proses pendidikan bahkan juga jika mengandung maksud dan tujuan puncak yang karenanya manusia berada dalam sinaran hubungannya dengan pencipta dan alam melalui perjalanannya sepanjang waktu dan tempat dalam kelahiran, kehidupan dan kematian.

Setelah menginternalisasikan maksud dan tujuan, dan kemudian teknik dan sarana hendaknya filsafat pendidikan terus mengorientasikan teknik dan sarana ini untuk merealisasikan maksud dan tujuan dengan tahapan-tahapan yang sesuai dengan hukum eksistensi dan perkembangan pengalaman manusia.

Filsafat pendidikan ini juga harus memiliki karakter yang luwes dan evolutif dalam sistem yang circular yang bermula dari filsafat pendidikan itu sendiri, kemudian berpindah ke tujuan pendidikan, lalu komponen proses pendidikan berupa metode, teknik dan sarana yang berinteraksi dengan kepribadian peserta didik dan memberikan kontribusi untuk mengembalikan perilakunya kemudian mengevaluasi bentuk-bentuk perilaku yang dihasilkan sebagai evaluasi proses yang membuahkan hasil untuk membantu kontinuitas perkembangan filsafat pendidikan dan semua yang muncul darinya berupa tujuan, teknik, sarana dan seterusnya.

Hubungan Circular Filsafat Pendidikan

Untuk menjelaskan hubungan circular ini mungkin diperlukan penjelasan dalam bentuk sebagai berikut:

Tabel 1

Hubungan Circular Filsafat Pendidikan
Hubungan Circular Filsafat Pendidikan

Pada tabel di atas,  filsafat pendidikan menempati posisi pertama dalam proses pendidikan. Yakni mengangkat slogan tujuannya –kelestarian dan kemuliaan manusia. Filsafat pendidikan berbeda dalam menafsirkan makna kelestarian dan kemuliaan manusia berdasarkan keyakinan umum yang darinya muncul filsafat-filsafat ini dan konsepsinya tentang masalah kelahiran, kehidupan dan kematian.

Islam melihat –kelestarian dan keabadian- manusia dalam dua tahapan yang integral. Salah satunya adalah tehapan kehidupan dunia yaitu tahapan persiapan dan penyucian. Kedua, dan yang terpenting, tahapan kehidupan akhirat yakni tahapan keabadian manusia dan sempurnanya evolusi kemuliaan. Adapun filsafat dan keyakinan-keyakinan lain memiliki kesamaan dalam satu masalah yakni pemisahan total antara tahapan dunia dan akhirat. Akan tetapi setelah itu sangat jauh berbeda sekitar tahapan di mana kelestarian dan kemuliaan manusia mengalami kesempurnaan. Pada saat sebagiannya menghadapkan pada surga akhirat –melalui kabut, remang-remang dan kekacauan berupa pengetahuan, perilaku dan nilai. Sementara yang lain menolak kontinuitas perjalanan dalam kabut remang-remang yang kacau ini dan pengaruh kediaman di surga bumi selama kehidupan dunia.

Dari filsafat pendidikan ini lahir tujuan umum yakni penjelasan yang paling akurat tentang aplikasi filsafat pendidikan dalam bidang kehidupan umum yang diinginkan dari pendidikan yaitu memberikan kontribusi bagi pengembangannya.

Dari tujuan umum lahir parameter proses yang diinginkan (sebagian menyebutnya dengan tujuan khusus atau tujuan pengajaran). Yakni sesuatu yang ekuivalen dengan pemikiran teoretis yang terkandung dalam tujuan umum. Hal ini berupa aplikasi perbuatan dan perilaku yang diinginkan peningkatannya dalam kepribadian peserta didik.

Aspek-aspek agama dan sosial menetapkan paramter proses yang diinginkan dalam pendidikan Islam dalam model manusia realistis yang menjelmakan paramter ini -yakni  model Rasul SAW dan aplikasi Sunnah. Adapun aspek-aspek alam membiarkan akal manusia memiliki pengetahuan tertentu yang menyampaikannya kepada “pembacaan” kitab alam dan inovasi bukti ilmiah atas eksistensi, kekuasaan, keagungan Allah dan identifikasi perincian sifat-sifat-Nya.

Perbedaan Parameter dalam Filsafat

Adapun filsafat pendidikan lain berbeda-beda dalam menentukan parameter-parameter ini. Terdapat filsafat yang membiarkannya menjadi mayoritas yang destruktif dalam masyarakat. Hal itu untuk menciptakan stabilitas berdasarkan kebutuhannya yang sekarang dan hasrat temporer yang terbatas. Ia memiliki berbagai macam taraf dan akibat-akibat yang salinng bertentangan. Di antaranya terdapat filsafat yang meletakkannya berada di tangan pemimpin pemikiran dan tokoh sosial untuk menetapkan filsafat dan menuntutnya dari orang lain.

Di antaranya juga ada yang meletakkannya di tangan satu orang atau sedikit orang yang menghegemoni kendali kekuasaan dan keadaan masyarakat yang beraneka ragam ini yang masih dalam bentuk ikatan nilai, konsepsi kesukuan dan bersifat primitif.

Untuk menjelmakan muatan filsafat pendidikan, tujuan umum dan paramter proses yang diinginkan adalah dengan mensistemasi proses sekolah yang mencakup metode, teknik dan sarana.

Dalam perancangan -metode pembelajaran- lahir ilmu atau pengalaman. Ilmu adalah satu-satunya sarana untuk merealisasikan tujuan manusia yang dijunjung tinggi oleh keyakinan sosial dan idealismenya. Nilai ilmu dituangkan dengan ukuran kontribusinya dalam merealisasikan tujuan dan buahnya yang bermanfaat. Jika tidak memberikan kontribusi dalam hal tersebut maka kerja keras yang dicurahkan untuk ilmu menjadi sia-sia. Angan-angan yang diikatkan kepadanya menjadi angan-angan kosong belaka.

Dalam lingkup teknik dan sarana menetapkan cara, kreativitas dan sarana pendidikan dan menentukan model orientasi dan instruksi; model pendidik; pengawas; perencana; keahlian yang harus dicapainya; pengetahuan yang harus didapatnya; orientasi dan nilai yang harus ditempatinya dan menetapkan lembaga pendidikan yang menjalankan itu semua.

Seluruh komponen proses pendidikan saling membantu dalam interaksi dengan peserta didik. Juga dalam mempersiapkan iklim dan tempat yang membantunya merekonstruksi perilaku akal, jiwa dan perbuatannya. Hal ini agar menghasilkan model-model perilaku baru yang secara resmi disebut mu’adalat al amaliyah al hasilah (parameter proses yang dihasilkan). Indikator di mana pelajar berhasil ditandai dengan prosentase seratus persen terhadap kedekatan antara parameter proses yang dihasilkan dengan mu’adalat al amaliyah al mathlubah (parameter proses yang diinginkan).

Timbangan Analogi dan Evaluasi Pendidikan

Untuk merealisasikan sejauh mana pendidikan berhasil dalam merealisasikan apa yang dilakukan untuk mencapainya. Maka ia harus menimbang parameter proses yang dihasilkan dalam “timbangan analogi dan evaluasi”. Kemudian parameter proses yang diinginkan diletakkan dalam satu neraca, sementara parameter proses yang dihasilkan diletakkan dalam neraca lain. Kemudian menentukan prosentase yang dipenuhi berupa bentuk-bentuk perilaku yang dihasilkan berdasarkan bentuk-bentuk perilaku yang diinginkan.

Dan dalam analogi ini jelaslah prosentase keberhasilan atau kegagalan dalam upaya-upaya pendidikan yang dilakukan. Berdasarkan prosentasi ini berlaku penilaian pengaruh komponen-komponen yang berlaku dalam pendidikan dan meninjau masing-masingnya mula-mula dari filsafat pendidikan hingga parameter proses yang dihasilkan.

Ketika parameter proses yang diinginkan yakni kriteria dan model ditetapkan berdasarkan filsafat pendidikan. Dan berdasarkan pemenuhannya terhadap kebutuhan-kebutuhan yang berkembang dan berubah-ubah maka proses analogi dan evaluasi tetap menjadi proses yang berkesinambungan. Kerja keras serta proses pendidikan terus berlanjut untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dari kontinuitas ini kehidupan memiliki sifat “mulia dan maju”. ***Dr. Majid Irsan Al Kailani

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.