Kegelisahan Spiritual di Kalangan Manusia Modern Sebagai Dampak Pendidikan Sekuler

0 42

Kegelisahan spiritual di kalangan manusia modern sebagai dampak negatif pendidikan sekuler yang ada berlanjut dan menyebar ke seluruh belahan dunia dengan menyebar luasnya teknologi modern.

Pendidikan modern menutup pembahasan dalam bidang kelahiran dan kematian. Pendidikan dimaksud mengarahkan remaja kepada pembahasan bidang alam material dan dalam batas-batas kehidupan yang ada. Oleh karena itu mengakibatkan dua bahaya.

Bahaya terhadap Remaja

Pertama, lemahnya remaja terdidik dan keterikatannya dengan kehidupan material yang sempit yang dihasilkan oleh pendidikan modern. Kedua, miskinnya mayoritas dari orientasi, keyakinan dan bentuk-bentuk perilaku yang mungkin ditawarkan oleh sekelompok intelektual dalam bentuk yang seandainya pendidikannya yang materialistik dikombinasikan dengan pendidikan keyakinan dan etika.

Ini juga menyebabkan miskinnya semua kelompok masyarakat dari jawaban terhadap pertanyaan yang beredar di otak semua orang berupa masalah kelahiran, kehidupan dan nilai-nilai humanisme yang luhur. Ketika kemiskinan itu berlangsung lama maka dahaga menjadi semakin mendesak dan remaja serta generasi yang ada terbagi menjadi dua golongan.

Satu golongan menarik diri dari kehidupan yang ada dan kembali membahas tentang Tuhan yang disembahnya. Agama yang diyakininya, dan bentuk manusia yang berkesesuaian dengannya. Dan apa yang dibahas tentangnya. Golongan lain menarik diri dari kehidupan dalam orientasi yang bertentangan. Mereka kembali membahas tentang kebahagiaan di dunia imajinasi dan mimpi yang ditawarkan oleh kehidupan yang dekaden, obat bius  dan macam-macam penyimpangan.

Masyarakat Barat –khususnya Amerika Serikat- berbeda dalam hal ia mengikutkan pengaruh ini dengan studi statistik ilmiah. Mereka membahasnya secara dangkal dan dengan jelas untuk memudahkan pendefinisiannya. Kemudian mereka meletakkan strategi yang diperlukan untuk mengatasinya.

Studi yang dilakukan di panggung benua Amerika mengisyaratkan bahwa remaja di sana –meski terdapat perhatian yang besar terhadap pendidikan dan lembaganya- terbagi menjadi dua golongan yang sesuai dengan klasifikasi yang telah dijelaskan di atas.

Kelompok yang Berjalan di Balik Semua Aliran Agama

Satu kelompok yang berjalan di balik semua aliran agama yang menyeru kembali kepada agama dan ibadah dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada mengenai suara hati remaja tentang kelahiran dan kematian. Marvin Harvis menyebutkan dalam penelitian yang dilakukannya bahwa saat ini di benua Amerika sedang menjelajah puluhan pewarta yang menduga bahwa mereka adalah para misionaris yang arif atau seorang utusan atau Tuhan yang berjalan di muka bumi.

Mereka menjalankan aliran agama Hindu, Budha, Qadyani dan banyak lagi aliran-aliran lain yang di sekitarnya remaja putra dan putri berkumpul dan mereka memberikan apa yang dituntut dari mereka dan bersama-bersama mereka menjelajah gua, oase, kota dan negeri. Marvin Harvis menjelaskan tentang para pewarta tersebut dengan mengatakan:

“Cukup dengan mendapatkan petunjuk telefon maka Anda akan melihat orang-orang yang memiliki gelar agama seperti Guru, Buba, Baba, Bawa, Yogi, Yaga, Maharishi dan Maharaji yang mulai mendapatkan pengikut dan murid di Amerika. Ini jika kita tidak menyebut disamping mereka para pahlawan al masih dan pengikut mazhab UFO dan lain-lainnya”.

Kelompok lainnya adalah pernyataan yang digunakan oleh Harvis untuk menunjuk kepada pengikut keyakinan lain seperti Islam dengan berbagai macam afiliasinya. Meskipun sebetulnya mereka memiliki masalah-masalah yang ditimbulkannya karena tidak adanya instruksi dan petunjuk yang memadai. Hal dimaksud juga karena celah kesesatan yang didukung oleh orang yang berusaha melestarikan keyakinan yang sia-sia dan pengabdian terhadapnya.

Fenomena Pencarian Keyakinan Agama

Ahli ilmu sosial di Universitas- Universitas Amerika telah mengingatkan akan fenomena pencarian keyakinan agama. Hal ini dilakukan oleh divisi khusus dalam bentuk pencarian, studi dan menafsirkannya dengan berbagai macam penafsiran.

Profesor Robert Bella melihat bahwa di Amerika terdapat “kebangkitan besar ketiga” yang aspeknya menerima “spiritualisme Asia” yang menolak utilitarianisme individual di Barat. Hal ini karena agama-agama Timur berbeda dengan agama-agama tradisi Barat (Kristen dan Yahudi).

Kebedaan dimaksud yaitu dalam hal lebih memusatkan kepada pengembangan jiwa dari dalam daripada liturgi luar; lebih banyak keseimbangan dengan alam daripada memonopolinya; hubungan individual yang lebih cenderung kepada pemimpin agama daripada hubungan formalisme yang tidak memiliki pengaruh dengan para intelektual dan peramal. Sebagaimana agama- agama Timur sangat mengkritik penimbunan kekayaan dan kekuasaan.

Kehampaan yang Membahayakan Dalam Pendidikan Modern

Marvin Harvis merubah pendiriannya dalam menafsirkan kebangkitan agama ini sehingga mengaitkan proses pencarian akan masalah-masalah ekonomi, kelas dan ketidaksetaraan kesempatan dengan proses pencarian akan makna baru bagi kehidupan dan segala sesuatu.

Saya di sini bukan untuk memperdebatkan pandangan-pandangan ini. Akan tetapi cukup menunjukkan bahwa fenomena ini menunjukkan kepada kehampaan yang membahayakan dalam pendidikan modern. Hal dimaksud mengabaikan masalah kelahiran dan kematian.

Meskipun terdapat nilai kepentingan bagi realitas setiap manusia dan kehidupannya. Karena ia melihat fenomena kelahiran dan kematian dalam setiap harinya. Ketika ia menemukan orang yang diharapkan jawabannya –jawaban apapun- maka ia seperti seorang mayit di tangan orang yang memandikannya.

Pada 18/11/1979 ketika Jim Jones ketua aliran agama yang dikenal dengan nama “People’s Temple” meminta para pengikutnya untuk melakukan bunuh diri secara massal. Mereka diminta untuk berpindah ke alam lain. Mereka menjalankan perintah tersebut dan sejumlah lebih dari seratus orang meninggal di kota Jiana, California. Setelah selama bertahun-tahun mereka memberikan apa yang diminta kepada mereka. Mereka menduga bahwa ia bisa menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang yang telah mati.

Contoh lain adalah pengikut Sun Myung Moon yang datang dari Korea ke Amerika. Sehingga ribuan orang berkumpul di sekitarnya dan membuat pemerintah Amerika merasa tertekan. Diantaranya juga Villayat Khan yang merupakan ekletisme dari paganisme Hindu dengan sufi yang menyimpang dan mendapatkan pengikut kemanapun ia pergi dan mendirikan sentra-sentra. ***Dr. Majid Irsani Al Kailani

Bahan Bacaan

Marvis Harvis, America Now (New York: Simon and Schuster, Inc., 1982)

Robert Bella, “New Religions Consciousness and the Crisis in Modernity” dalam The New Religious Consciousness, ed. Robert & Charles Glock (Berkley University of California Press, 1979)

Komentar
Memuat...