Keindahan Pantai Tureloto, Laut Mati Satu-satunya di Indonesia

0 234

Laut mati merupakan Laut yang memiliki air dengan kadar garam yang tinggi, hingga flora maupun fauna susah untuk bisa hidup diperairan tersebut. Yordania merupakan salah satu negara yang terkenal akan Laut Matinya, namun tahukah anda bahwa di Indonesia juga terdapat Laut Mati yang tak kalah menarik dari laut matinya yordania.

Ya, Pantai Tureloto, pantai yang terletak di Pulau Nias, laut mati ini awalnya sebuah pantai biasa – biasa saja. Namun tatkala gempa bumi besar yang mengakibatkan bencana tsunami di samudera Hindia hingga kepulauan Nias, mengubah wajah pantai ini.

Pantai Tureloto mempunyai kesatuan gugusan karang yang luas. Ketika tsunami terjadi, gugusan karang tersebut pecah menjadi batuan karang yang tersebar di berbagai titik pantai. Berkat ini, terciptalah ke eksotisan tersendiri dan menjadi tameng ombak – ombak besar khas samudera Hindia. Dengan begitu, Permukaan laut yang tenang tersaji di Pantai ini.

Pantai Tureloto menjadi satu – satunya laut mati yang ada di Indonesia. Pemandangan yang apik dan perairan laut yang tenang akan sangat memanjakan wisatawan yang berkunjung kesana. Fenomena laut mati ini, menjadikan siapa saja yang berenang akan sangat leluasa tanpa takut tenggelam meskipun menjauhi bibir pantai.

Kenapa demikian? sebab kadar garam yang terkandung di air laut pantai Tureloto sangat tinggi sehingga membuat tubuh anda akan mengapung. Kadar garam ini sama dengan yang ada di laut mati di Yordania. Maka tak heran banyak orang yang menjuluki pantai ini sebagai ‘Laut Matinya Indonesi

Uniknya pantai mati ini adalah masih adanya biota laut yang menghiasi dasar pantai ini, berbeda dengan laut mati yang didalamnya sama sekali tak ada kehidupan.

Tidak hanya itu, pantai ini juga memiliki pemandangan sunset yang luar biasa. Secara geografis pantai ini terletak di pesisir barat Sumatera, membuat posisi terbenamnya matahari semakin menawan. Hamparan pasir putih berpadu dengan warna langit yang mulai berubah menjadi jingga saat matahari mulai meninggalkan ufuknya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.