Kemunculan Pertama Piring Terbang (UFO)

0 26

Pada 24 Juni 1947, Kenneth Arnold, usahawan dari Bolse di Idaho, sedang terbang dengan pesawat pribadinya dekat Mount Rainier di Washington. Tiba-tiba dia tercengang melihat sekelompok pesawat aneh bergerak berderetan secara menakjubkan. “Mereka terbang dekat puncak gunung itu”, katanya. Mereka terbang seolah-olah bersambung bersama, saya memperhatikan barang 3 menit. Sederet benda seperti piring, paling tidak 5 mil panjangnya, berseliweran di atas puncak gunung itu. Mereka pipih seperti wajan dan demikian berkilau sehinga memantulkan sinar matahari seperti cermin.

Kenneth Arnold

Ketika Kenneth Arnold sampai di Yakima, Washington dan melaporkan apa yang telah dilihatnya, Kenneth Arnold telah membuat kegemparan. Piring terbang yang dilihat Arnold menjadi topik pembicaraan yang menarik. Dalam beberapa hari saja pesawat angkasa mirip piring itu dilaporkan terlihat di lain tempat di negeri itu dan ketakutan pun memuncak.

Piring Terbang atau Fenomena Alam ?

Cakram yang bergerak cepat yang kini sering dilaporkan itu hanyalah rangkaian benda angkasa terakhir yang telah membuat orang keheranan sejak masa lalu. Sebagian besar dari penampilan itu telah diselidiki. Dan akhirnya ternyata bahwa yang dikira piring terbang itu ialah meteor, komet, fenomena atsmosfer, dan sebagainya (fenomena alam). Hanya ada sedikit yang belum dapat dijelaskan secara memuaskan.

Wabah piring terbang yang dimulai dari laporan Arnold mencapai jumlah yang agak besar di tahun 1947, tetapi menjelang akhir tahun itu perhatian masyarakat mulai menyusut. Perhatian timbul lagi setelah terjadi tragedi pada tanggal 7 Januari 1948. Menjelang sore pada hari itu pengamat di pangkalan AU Godman di Kentucky melihat benda misterius berbentuk kerucut es krem dengan puncak merah terbang melintas. Empat orang pilot dalam pesawat F-51 Pengawal Keamanan Nasional diminta menyelidikinya.

Kapten Thomas F. Mantell, pimpinan penerbangan itu, melapor kepada Menara pengontrol bahwa dia, “berdekatan dengan benda itu sehingga dapat melihatnya”. Dia melaporkan bahwa benda itu berwarna metalik dan berukuran luar biasa. “Sekarang benda itu membubung dan melaju secepat saya, yaitu 360 mil perjam. Saya naik ke ketinggian 6.000 m. Karena jika tidak begitu dekat, saya tidak dapat mengejarnya”. Sesudah berita terakhir pada pukul 3:15 sore, tidak ada lagi hubungan radio dengan Mantell.

Kemudian pada hari juga mayatnya ditemukan pada puing-puing pesawatnya dekat Fork Knox. AU Amerika Serikat secara resmi mengatakan bahwa Mantell telah pingsan sejenak di ketinggian 6.000 m. Karena kekurangan oksigen dan telah mati lemas sebelum jatuh. Benda itu semula diduga dari planet Venus, namun penyeledikan lebih lanjut menunjukkan bahwa Venus hari itu tidak muncul di bagian langit tempat benda misterius tampak.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.