Take a fresh look at your lifestyle.

Ada Apa dengan Lyceum Indonesia?

0 4

Konten Sponsor

Kenapa Lyceum Indonesia? Dalam sebuah seminar di salah satu Kabupaten di Wilayah Cirebon, banyak peserta seminar tiba- tiba bertanya kepada saya. “Pak, mengapa bapak mendirikan web dengan nama lyceum? Kenapa, misalnya bapak tidak membuat web dengan tema seperti Islam Post atau Islam Net? Atau, kalau bapak alergi dengan kata Islam, mengapa tidak memberi nama yang lebih nasionalis. Misalnya, nama web itu Indonesia Menggugat? Atau istilah lain yang sejenis yang Islami dan lebih nasionalis. Mengapa harus Lyceum.id ?”

Saya hanya tersenyum dan harus segera membuat padanan kata yang diperkirakan tidak menyinggung dan tidak melahirkan pertanyaan berikut. Saya jawab, “Nama Lyceum pertama kali hadir untuk sebuah nama universitas di Athena. Kampus inilah yang paling pertama dan ternama di dunia. Inilah kampus yang melahirkan para intelektual genuin sebelum kelahiran agama Kristus. Kampus ini, didirikan kurang lebih abad ke empat dan ketiga sebelum masehi oleh Socrates atas bantuan dan dukungan penuh dari seorang muridnya, bernama Alexander Agung (Alexander the Greats)”.

Jika anda tidak tahu, siapa itu Alexander  Agung, maka, dalam berbagai tulisan yang mampu saya baca, nama ini, sering dinisbatkan dengan Dzul Qarnain. Seorang sosok yang sangat bijakasana dan beberapa ayat al Qur’an menyebutkan didalamnya. Inilah kampus yang diteruskan para intelektual selama berabad-abad.

Tampil Secara Mandiri

Penyebutan web ini dengan lyceum, hanya untuk menyandingkan diri dengan penisbatan pada universitas dimaksud. Kami ingin, web tampil secara mandiri sebagai perpustakaan internasional dan menjadi pusat rujukan dalam kajian filsafat, agama, budaya, seni dan sastra, pendidikan terapan dan arsitektur. Wilayah kajian dimaksud, meski tidak persis sama, tetapi kontennya agak mirip.

Kami ingin dalam tiga tahun ke depan, web ini (Lyceum Indonesia) tumbuh sebagai sumber raksasa pengetahuan. Karena itu, di web ini, kami tidak ingin fokus pada sesuatu yang bersifat news atau gosip. Kami ingin  lebih mengabdikan diri pada kepentingan keilmuan dan bagaimana ilmu harus dipertahankan dan dikembangkan.

Secara personal, kedua tokoh yang mendirikan Lyceum University di Athena itu, dalam keyakinan saya, mereka minimal ahlul hikmah kalau bukan nabi atau rasul. Kami yang berada dalam lingkup web ini, juga sama. Ingin dan hendak beristiqamah mengembangkan ilmu supaya kami memiliki kebijaksanaan tertinggi dalam hidup. Kami ingin memberi apresiasi tidak hanya kepada Universitasnya, tetapi, juga kepada dua tokoh yang menakhodainya. Saya kira itulah alasanya.

Sekilas Tentang Lyceum.id

Visi

Dalam dua tahun yang akan datang, lyceum.id akan menjadi pusat rujukan dalam pengembangan filsafat, ilmu pengetahuan dan teknologi serta mitra ilmuwan dunia dalam mengembangkan budaya ilmiah yang terus terbarukan

Misi

Berdasarkan visi di atas, maka, misi yang diemban adalah sebagai berikut:

  1. Menghimpun karya ilmiah dari pakar-pakar intelektual dunia yang bergabung bersama kami di lyceum;
  2. Menghimpun karya seni dan sastra dari para susastra dunia yang bergabung bersama kami di lyceum;
  3. Melakukan kajian intensif yang bersifat makro dalam bentuk seminar dan semiloka baik dalam skala makro maupun mikro;
  4. Melakukan research berkelanjutan dalam bidang filsafat, sains, teknologi dan sastra dalam skala global bersama institusi- institusi research berskala internasional;
  5. Melakukan kemitraan dan kerjasama dengan berbagai funding dan lembaga resmi lain yang mengembangkan dunia ilmu dan pengetahuan;
  6. Menghimpun dan melakukan penelusuran dimensi- dimensi budaya real kemasyarakatan dengan menggunakan piranti para tenaga sukarela yang dimiliki lyceum.

Sasaran yang Dituju

Lyceum.id ditujukan untuk seluruh manusia yang berhasrat mengembangkan filsafat, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan sastra serta isu- isu mutakhir yang terjadi di dunia tanpa melihat latar belakang politik, agama, budaya, ras dan suku.