Kesalahan Masyarakat Indonesia Melihat Arsitek

Kesalahan Masyarakat Indonesia Melihat Arsitek
0 38

Kebanyakan orang awam menganggap, arsitek adalah tukang gambar. Anggapan ini tentu saja salah karena hasil akhirnya bukan sekadar gambar yang ada di selembar kertas semata. Adanya teknologi piranti lunak seperti computer-aided drafting (CAD), memang memudahkan arsitek untuk mendesain, tetapi tidak sampai di sini saja.

CAD itu alat untuk produksi desain, produknya bukan gambar tapi bangunan.

Tahap mendesain pun tidak semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan pemikiran yang matang dengan memikirkan segala aspek untuk menjadikan bangunan tersebut layak untuk ditinggali. Seperti tujuan bangunan, fungsi bangunan, pengguna bangunan, kondisi lingkungan sekitar, suhu dan bahkan tradisi atau kebiasaan warga disekitar bangunan tersebut.

Mengapa begitu banyak persyaratan? Ya, karena bangunan tersebut akan ditinggali manusia di setiap aktifitasnya tergantung tujuan bangunan. Seperti rumah, rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun untuk istilah tempat tinggal yang khusus bagi hewan adalah sangkar, sarang, atau kandang. Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, hidup, makan, tidur, beraktivitas, dan lain-lain. (wikipedia)

Tugas Arsitek

Dikutip dari pengertian di atas, rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Menjadikan kriteria rumah yang akan dibangun tidak boleh dibilang asal desain, karena bangunan tersebut tidak hanya ditempati untuk perseorangan melainkan satu keluarga. Rumah yang didesain juga tidak boleh melupakan unsur manusianya seperti kesehatan, kenyamanan, rasa aman dan produktifitas terjaga. Itulah tugas arsitek.

Di satu sisi, alat bantu arsitek tidak hanya kertas dan pena yang kemudian digitalisasi menjadi CAD untuk menggambar desain. Ada juga arsitek yang membuat desain bangunan tanpa gambar, tetapi memakai maket atau media lainnya.

Apa pun alat bantunya, desain harus dipahami banyak orang, termasuk owner, khalayak umum, kontraktor atau pembangun gedung tersebut. Meski demikian, digitalisasi juga dibutuhkan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Komentar
Memuat...