Keterkaitan Cobaan, Perbedaan dan Tingkatan Dalam Pendidikan Islam

0 43

Pengertian cobaan dalam pendidikan Islam berkaitan dengan pengertian perbedaan dan tingkatan.

Makna Perbedaan

Adapun makna perbedaan adalah bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda dalam kesiapan dan kemampuan sehingga menimbulkan perbedaan dalam keahlian dan pekerjaan.

Terdapat manusia yang dominan dalam masalah persiapan dan kemampuan berfikir. Terdapat manusia yang dominan dalam masalah persiapan dan kemampuan bekerja. Terdapat manusia yanng dominan dalam masalah persiapan dan kemampuan militer. Terdapat manusia yanng dominan dalam masalah persiapan dan kemampuan ilmiah, dan seterusnya.

Dalam masalah kesiapan juga mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Di antara mereka terdapat orang yang mencapai tingkatan menciptakan dan memodifikasi. Di antara mereka terdapat orang yang bisa memahami hal-hal baru dan merubahnya menjadi aplikasi praktis. Dan di antara mereka terdapat orang yang meniru orang lain dan menggunakan aplikaksi yang mereka buat.

Makna Tingkatan

Adapun maksud tingkatan adalah bahwa Allah menjadikan manusia tingakatan-tingkatan di mana mereka berbeda-beda. Batas taraf cobaan ditentukan sesuai dengan derajat yang Allah tetapkan baginya.

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. Al An’aam [6]: 165).

Macam- Macam Tingkatan

Tingkatan ini bermacam-macam yakni:

Tingkatan Dalam Kenabian Dan Risalah

“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat” (Qs. Al Baqarah [2]: 253)

Tingkatan Dalam Pengetahuan Dan Pemahaman

“Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui” (Qs. Yusuf [12]: 76).

Tingkatan Dalam Kehidupan Dan Kedudukan Sosial

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?” (Az-Zukhruf [43]: 32)

Tingkatan Dalam Kepemimpinan Dan Pengelolaan

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya” (Qs. Al Baqarah [2]: 228).

Tingakatan Dalam Karunia Materi Dan Immateri

“Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi” (20) “Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya” (21) (Qs. Al Israa` [17]: 20-21)

Tingakatan Dalam Kedudukan Dan Cobaan

“Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui” (Qs. Yusuf [12]: 76).

Tingakatan Dalam Islam

“Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” (95) “(Yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (96) (Qs. An-Nisaa` [4]: 95-96).

Tingakatan Dalam Pahala Di Akhirat

“Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali” (152) “(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan” (153) (Qs. Ali Imran [3]: 152-153)

“Dan masing-masing orang memperoleh derjat-derjat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (Qs. Al An’aam [6]: 132).

“Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni`mat) yang mulia” (Qs. Al Anfaal [8]: 4).

“Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan” (Qs. Al Ahqaaf [46]: 91).

“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)” (Qs. Thaahaa [20]: 75).

Demikian juga dalam semua aspek kehidupan.

Perbedaan Tingkatan

Masing-masing perbedaan dan tingkatan masalah-masalah berikut:

Cobaan Yang Tidak Ada Keistimewaan Dan Keunggulan

Asas dari masing-masing perbedaan dan tingkatan adalah bahwa keduanya merupakan cobaan yang tidak ada keistimewaan dan keunggulan, yakni bahwa semua orang yang berada dalam suatu tingkatan diuji dengan tingkatan kebalikannya dan bertanggungjawab atas hubungannya dengan mereka dan atas apa yang mereka perbuat baik berupa kebaikan atau keburukan. Orang yang memimpin diuji dengan yang berupa kemuliaan dan kekuasaan dan bertangungjawab atas penggunaannya untuk membantu orang yang terzhalimi, menekan orang yang zhalim, menyebarkan keadilan, keamanan dan ketentraman.

Orang yang dicoba dengan sesuatu yang ia kumpulkan berupa harta dan perniagaan, bertanggungjawab untuk memberikan andil dalam kehidupan yang mulia untuk semua tingkatan golongan.

Orang yang berilmu dicoba dengan ilmunya dan mereka bertanggung jawab untuk memberikan andil dalam memerangi kebodohan dan memberikan kesempatan belajar yang sebanyak-banyaknya untuk tingkatan golongan lainnya.

Orang yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi dicoba untuk mengatur urusan-urusan orang yang berada di tingkatan yang lebih rendah dan bertanggungjawab atas orang yang berada dalam tanggungannya dan interaksi yang baik dengan mereka, rendah diri, membantu, melindungi  dan adil terhadap mereka. Jika mereka keluar dari batas-batas tingkatan cobaan dan tanggungjawab dan merubahnya menjadi sewenang-wenang, hak istimewa, monopoli dan kemewahan maka mereka jatuh dalam maksiat sehingga mereka berhak mendapatkan pengasingan dan siksa.

Orang yang berada dalam tingkatan yang rendah dicoba dengan intreaksi dengan orang-orang yang berada dalam tingkatan yang lebih tinggi dengan cara memahami dan mengikuti bukan dengan menyerah dan tunduk. Mereka bertanggugjawab untuk ikhlas dan memberikann nasihat dan mereka harus berterima kasih atas kebaikan dan ketaatan mereka karena membenarkan apa yang mereka perintahkan.

Mereka juga bertanggungjawab untuk mengawasi dan memperhatikan mereka jika mereka menyimpang dari perintah dan anjuran Tuhan. Jika orang yang memiliki tingkatan rendah tidak memiliki pemahaman terhadap cobaan ini dan merubahnya menjadi taklid, menjilat, kemunafikan, oportunis dan ketundukan maka mereka jatuh dalam maksiat dan berhak mendapatkan kehinaan dan siksa.

Tujuan Penciptaan Makhluk

Perbedaan persiapan dan kemampuan dan perbedaan tingkatan ini adalah salah satu dari tujuan-tujuan penciptaan makhluk. Mengenai perbedaan dalam kesiapan ini, Allah SWT berfirman:

“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat” (118) “Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka” (119) (Qs. Huud [11]: 118-119).

Yakni Dia menciptakan mereka supaya mereka berbeda-beda dalam kemampuan akal, jasmani dan kesiapan menjalankan. Dalam hal tingakatan dan menjalankan, dalam warna, bahasa dan ras, dan sehingga perbedaan ini turun temurun generasi demi generasi. Dalam hal itu terdapat sebab-sebab penyempurnaan dan terdapatnya sikap saling menolong, dan agar manusia saling memenuhi kebutuhan satu sama lain, saling membantu satu sama lain dan dengan itu cinta akan menyebar di antara mereka dan menguatkan ikatan-ikatan mereka.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.