Kita Layak Berdo’a untuk Para Pemudik

0 7

Provinsi Penyumbang Kemacetan Mudik. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, memprediksi bahwa arus mudik lebaran tahun 2017, mencapai angka 25.6 juta. Jumlah dimaksud hampir setara dengan jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah. Seperti diketahui bahwa penduduk Jawa Tengah mencapai angka 33,75 juta jiwa.

Dengan jumlah pemudik sebanyak itu, pantas kalau ada guyonan yang menyebut bahwa kelompok urban Indonesia layak membentuk provinsi baru. Jumlahnya memang sangat pantastik dilihat dari seluruh jumlah populasi. Jumlah ini selalu meningkat pasca lebaran. Kenaikannya diperkirakan mencapai angka 3-4 persen per tahun.

[irp posts=”19557″ name=”Kita Layak Berdo’a untuk Para Pemudik”]

Dalam konteks politik, para perantau masyarakat Indonesia pinggiran di Jakarta, dapat menjadi penentu apapun dalam pembentukan kebijakan pemerintah; pusat dan daerah di mana pemudik itu berasal. Dilihat dari sisi ini, dapat dimengerti pula, mengapa Gubernur Jawa Tengah rela melepas pemudik asal Jawa Tengah yang berada di Jakarta.

Mengapa? Sebab pemudik yang berasal dari Jawa Tengah, diperkirakan mencapai angka 6.470 000 penduduk. Kalkulasi politiknya, jika mampu memberdayakan jumlah penduduk sebanyak itu, maka, dalam kepentingan politik, jumlah ini layak menjadi komoditas, termasuk komoditas politik. Tentu jika mereka mampu dirawat dengan baik.

Jumlah pemudik terbanyak disusul mereka yang menuju atau melintasi Jawa Timur. Dari provinsi dan daerah lain seperti Madura, Malang, Bali, Lombok, NTB, NTT diperkirakan mencapai angka 11.130 000. Sisa dari Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia.

[irp posts=”19560″ name=”Mudik dan Urbanisasi dalam Fenomena Ekonomi Negara”]

Problem Sosial Mudik

Jumlah kaum urban Indonesia dengan data statistik tahun 2017 yang mencapai angka 25.6 juta dimaksud, kebanyakan menggunakan kendaraan umum [bus, kereta api, kapal laut dan kapal udara] sebanyak 17.6 juta. Sedangkan sisanya sebanyak 2.4 juta menggunakan kendaraan pribadi dan 5,6 juta menggunakan kendaraan roda dua [motor].

Jumlah pemudik sebanyak itu, dengan demikian, berarti mengandung makna hampir 76 persen menggunakan jalur Pantura. Karena pemudik kebanyakan menggunakan jalur Pantura, maka, dinamika dan persoalan di Jalur Pantura, akan selalu menjadi dinamika sosial, politik dan ekonomi yang bersipat tahunan. Apa yang terjadi di tahun lalu, ketika arus puncak mudik terjadi, khususnya di tol Brebes exit (Brexit), jalur tol ini malah menjadi lautan mobil. Padahal hanya memuat 6,47 juta jiwa.

Dengan jumlah sebanyak itu di puncak arus mudik, kejadian mengerikan dengan timbulnya kematian massal saat ke luar tol terjadi. Sulit dibayangkan bagaimana kejadiannya di tahun ini, yang diperkirakan pada saat puncak arus mudik akan terjadi ledakan pemudik yang jumlahnya diperkirakan mencapai angka 8,14 juta.

Bagi kita yang tidak ikut menjadi bagian dari kelompok manusia yang mengikuti arus mudik, layak karena itu, mendo’akan mereka. Semoga mereka selamat dan sampai ke tujuannya masing-masing.[red]

[irp posts=”19525″ name=”Musim Mudik 2017 Google Ikut Berpartisipasi dengan Doodle Spesial”]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.