Komite Studi Watak dan Fungsi Filsafat Pendidikan | Jawaban Atas Krisis Konsep Filsafat Pendidikan

2 44

Komite Studi Watak dan Fungsi Filsafat Pendidikan dibentuk karena adanya perbedaan pendapat yang luas sekitar konsep filsafat pendidikan. Hal ini bukti kesungguhan kolektif untuk menyelesaikan krisis yang ada. Komite ini dibentuk oleh asosiasi Filsafat Pendidikan pada tahun 1953 yang beranggotakan sebagai berikut:

  1. Nathanil Simplan, Rektor Universitas Brooklyn
  2. David Adams, Universitas New York
  3. Otocrash, Universitas Federal New York
  4. Robert Mason, Universitas Rezef Barat
  5. Prancis Felamin, Universitas New York.

Komite ini sejak dari awal sudah menemukan bahwa tidaklah mungkin mencatat satu bingkai makna filsafat pendidikan dan apa yang dilakukan oleh para filosuf pendidikan. Karena tidak ada satu pun pengertian tunggal yang bisa mencakup berbagai macam penyelesaian terhadap objek atau konsep yang berhubungan dengannya.

Demikian juga buku tahunan no. 54 yang dikeluarkan oleh Forum Nasional untuk pendidikan di Amerika Serikat dengan judul “Filsafat Modern dan Pendidikan” merefleksikan sisi penting dari usaha-usaha kolektif untuk menginternalisasikan krisis filsafat pendidikan.

Dialog Filsafat Pendidikan

Melalui upaya-upaya ini dialog semakin meningkat dan pendidik serta filosuf memberikan perhatian yang besar untuk mendefinisikan istilah filsafat pendidikan dengan pengertian yang menetapkan tujuan dan muatannya. Mereka juga berusaha menetapkan posisiya di antara materi-materi pendidikan. Di antara akibatnya adalah munculnya sejumlah pembahasan dan studi yang secara berurutan muncul dalam jurnal khusus dan rilis pendidikan.

Di antara contoh pembahasan ini adalah “Berbagai Macam Konsep Tentang Peran Filosuf Pendidikan”, “Filsafat dan Filsafat Pendidikan”, “Filosuf pendidikan Sebagai Ikatan yang Kuat”, “Filsafat Pendidikan adalah Keyakinan Yang Diarahkan Atau Metode Yang Bebas”, “Apakah Filsafat Pendidikan Itu Penting?”, “Wilayah Kajian Filsafat Pendidikan”, “Apakah Filsafat Pendidikan Itu?”, “Filsafat Sebagai Teori Bagi Filsafat Umum” dan lain-lain yang akan kita kuatkan masing-masing di tempatnya dari pembahasan ini.

Pendidikan di Amerika dan Eropa Berjalan Tanpa Filsafat Pendidikan

Telah menjadi jelas dan gamblang melalui diskusi kolektif bahwa pendidikan di Amerika Serikat dan Eropa berjalan dengan tanpa filsafat pendidikan yang sebenarnya, dan bahwa sekolah-sekolah filsafat yang dominan tidak lebih dari sekedar eksposisi yang tidak jelas yang tidak memenuhi kebutuhan dan tidak mencakup dimensi-dimensi kepribadiannya. Chistopher Lucas menulis kesia-siaan dalam bidang ini sebagai:

“Kebanyakan kata yang diulang-ulang yang dibutuhkan tahapan kehidupan saat ini adalah perasaan akan orientasi dan tujuan. Manusia menemukan dirinya dalam kebingungan dan keputusasaan. Karena kakacauan yang dibuat dalam kehidupannya dalam bentuk ketiadaan kepribadian manusia; keterasingan dari dirinya sendiri dan karena benteng teknologi yang melingkupinya; karena meningkatnya pengetahuan ilmiah yang tidak berisi hikmah dan etika dan karena implikasinya berupa perasaan akan kesia-siaan dan tidak adanya arti hidup. Kita telah kehilangan –dalam bentuk kolektif- tuntutan perasaan karena memfokuskan diri kita pada sarana sementara kita mengabaikan apa yang lebih penting yakni masalah tujuan. Kita bisa mendebat bahwa kita dipenuhi hingga meluap dengan sentimen yang berkobar-kobar yang berkaitan dengan selayang pandang yang sekarang lebih banyak daripada konsepsi yang pasti terhadap muatan-muatan yang berjangkauan luas. Kita tidak memiliki kekuatan melihat kehidupan dengan cara melihat yang menyeluruh dan kokoh. Demikian juga, manusia modern dan masyarakat modern menderita penyakit akal dan kejiwaan. Bahwa bentuk-bentuk kehidupan sehari-hari menyebabkan dekadensi, alienasi dan keterasingan, dan kita memerlukan konsepsi-konsepsi dan nilai-nilai baru. Kita memerlukan balsem yang mujarab yang diberikan oleh hikmah yang mendalam yang membawa kita keluar dari krisis yang ada” Christopher J. Lucas, What is Philosophy of Education (USA: Toronto, 1969).

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Orientasi filsafat yg mana terarah pada kebenaran yg hakiki nampaknya sudah terkontaminasi oleh metode-metode yg oleh para pendidik dianggap baik. Dewasa ini dunia pendidikan sudah mulai hilang dari kemurniannya. Sudah seyogianya kaum intelektual itu membangun & mempertahankan pondasi pendidikan dalam hal ini unsur2 kebaikan di dalamnya.

  2. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Orientasi filsafat yg mana terarah pada kebenaran yg hakiki nampaknya sudah terkontaminasi oleh metode-metode yg oleh para pendidik dianggap baik. Dewasa ini dunia pendidikan sudah mulai hilang dari kemurniannya. Sudah seyogianya kaum intelektual itu membangun & memoertahankan pondasi pendidikan dalam hal ini unsur2 kebaikan di dalamnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.