Konsep Idealisme Menurut William Ernest Hocking

Idealisme menurut William Ernest Hocking
0 672

Konsep Idealisme Menurut William Ernest Hocking | Salah satu aliran filsafat dalam filsafat pendidikan adalah aliran idealisme. Dimana aliran ini berpandangan bahwa pengetahuan dan kebenaran yang paling tinggi dalam kehidupan manusia adalah ide atau gagasan.

Lebih jauh pemikiran mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang kongkret dalam perspektif mereka adalah bayang-bayang yang bersemayam dalam pikiran manusia. Hal ini kemudian mereka sebut dengan gagasan-gagasan atau ide tersebut.

Dalam konteks pendidikan, paham ini mencita-citakan pemikiran atau ide tertinggi. Di ranah pendidikan dasar, akan didominasi oleh konsep-konsep dan pengertian-pengertian secara devinitif tentang segala sesuatu. Tetapi, menurut psikologi perkembangan peserta didik terdapat tahap-tahap perkembangan pemikiran siswa.

Idealisme merupakan suatu aliran yang mengedepankan akal pikiran manusia. Sehingga sesuatu itu bisa terwujud atas dasar pemikiran manusia. Dalam pendidikan, idealisme merupakan suatu aliran yang berkontribusi besar demi kemajuan pendidikan.

Hal tersebut bisa dilihat pada metode dan kurikulum yang digunakan. Idealisme mengembangkan pemikiran peserta didik sehingga menjadikan peserta didik mampu menggunakan akal pikiran atau idenya dengan baik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Aliran ini banyak berkembangan dalam dunia pendidikan, salah satu pengantu aliran ini adalah W.E. Hocking. Dia adalah salah satu tokoh aliran filsafat pendidikan sekaligus tokoh pluralism yang banyak memberikan gagasan-gagasan tidak saja dalam dunia pendidikan bahkan dalam konsep agama juga memberikan pandangannya.

Pada kesempatan ini akan dibahas secara singkat mengenai konsep idealism dalam sudut pandang dari W.E. Hocking.

Definisi Idealisme

Idealime adalah sebuah istilah yang digunakan pertama kali dalam dunia filsafat oleh Leibniz pada awal abad 18. ia menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, seraya memperlawankan dengan materialisme. Istilah Idealisme adalah aliran filsafat yang memandang mental dan ideasional sebagai kunci ke hakikat realitas. [1] Dari abad 17 sampai permulaan abad 20 istilah ini banyak dipakai dalam pengklarifikasian filsafat. Lampu pijar yang sering dikaitkan atau dijadikan simbol dari ide.

Arti falsafi dari kata idealisme  di tentukan lebih banyak oleh arti kata ide  daripada kata idea. W.E. Hocking, seorang idealis mengatakan bahwa kata idea – ism lebih tepat digunakan daripada idealism. Idealisme merupakan sistem filsafat yang telah dikembangkan oleh para filsuf di Barat maupun di Timur.

Di Timur, idealisme berasal dari India Kuno, dan di Barat idealisme berasal dari Plato, yaitu filsuf Yunani yang hidup pada tahun 427-347 sebelum Masehi. Dalam pengertian filsafati, idealisme adalah sistem filsafat yang menekankan pentingnya keunggulan pikiran (mind), roh (soul) atau jiwa (spirit) dari pada hal-hal yang bersifat kebendaan atau material.

Idealisme dalam filsafat dikatakan bahwa realitas itu terdiri dari ide-ide pikiran, jiwa, dan bukan benda material atau tenaga. Jiwa adalah riil dan materi adalah produk sampingan. Alam tidak dapat berdiri sendiri. Kesatuan organik dari alam ditekankan. Manusia harus hidup dalam keharmonisan dengan alam. Alam mempunyai arti dan maksud.

Atau dengan kata lain, idealisme adalah aliran filsafat yang menekankan “idea” (dunia roh) sebagai objek pengertian dan sumber pengetahuan. Idealisme berpandangan bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia tidaklah selalu harus berkaitan dengan hal-hal yang bersifat lahiriah, tetapi harus berdasarkan prinsip kerohanian (idea). Oleh sebab itu, idealisme sangat mementingkan perasaan dan fantasi manusia sebagai sumber pengetahuan.

Tegasnya, idealisme adalah aliran ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dicamkan dan dipahami.

Idealisme dalam Pandangan W.E. Hocking

Idealisme termasuk aliran filsafat pada abad modern. Idealisme berasal dari bahasa Inggris yaitu Idealism dan kadang juga dipakai istilahnya mentalism atau imaterialisme. Istilah ini pertama kali digunakan secara filosofis oleh Leibnez pada mula awal abad ke-18. Leibniz memakai dan menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, secara bertolak belakang dengan materialisme Epikuros. Idealisme ini merupakan kunci masuk hakekat realitas.

Idealisme bermula dari kata ide yang berarti hadir dalam jiwa. Dengan demikian idealisme dapat dipahami sebagai sesuatu paham atau aliran yang mengajarkan manusia tentang hakikat dunia fisik yang bisa dipahami kaitannya melalui jiwa dan roh itu sendiri. Sehingga dalam konsep pemikiran aliran-aliran ini bahwa objek-objek yang tampak berupa fisik tidak mungkin dapat dipahami tanpa adanya spirit di dalamnya.[2]

Ada pendapat lain yang mengatakan, idealisme berasal dari bahasa latin idea, yaitu gagasan, ide. Sesuai asal katanya menekankan gagasan, ide, isi pikiran, dan buah mental.[3] Terdapat aliran filsafat yang beranggapan, yang ada yang sesungguhnya adalah yang ada dalam budi, yang hadir dalam mental. Karena hanya yang berbeda secara  demikian yang sempurna, utuh, tetap, tidak berubah dan jelas. Itu semua adalah idealisme.

William E. Hocking, seorang penganut idealisme modern, mengungkapkan bahwa, sebutan “ide-isme” kiranya lebih baik dibandingkan dengan idealisme.[4] Pendapat ini sangat beralasan karena sesungguhnya idealisme itu sendiri berkaitan langsung dengan hal-hal yang bersifat abadi (ideas) seperti halnya kebenaran, keindahan dan kemuliaan daripada berkaitan dengan usaha serius dengan orientasi keunggulan yang bisa dimaksudkan ketika kita berucap, “Dia sangat idealistik”.

Idealisme mempunyai pendirian bahwa kenyataan itu terdiri dari atau tersusun atas substansi sebagaimana gagasan-gagasan atau ide-ide. Alam fisik ini tergantung dari jiwa universal atau Tuhan, yang berarti pula bahwa alam adalah ekspresi dari jiwa tersebut.[5]

Inti dari Idealisme

Inti dari Idealisme adalah suatu penekanan pada realitas ide-gagasan, pemikiran, akal-pikir atau kedirian daripada sebagai suatu penekanan pada objek-objek & daya-daya material. Idealisme menekankan akal pikir (mind) sebagai hal dasar atau lebih dulu ada bagi materi, & bahkan menganggap bahwa akal pikir adalah sesuatu yang nyata, sedangkan materi adalah akibat yang ditimbulkan oleh akal-pikir atau jiwa (mind). Hal itu sangat berlawanan dengan materialisme yang berpendapat bahwa materi adalah nyata ada,  sedangkan akal-pikir (mind) adalah sebuah fenomena pengiring.

Sementara itu William Ernest Hocking adalah penganut aliran filsafat objektif secara lebih khusus dalam hal ini. Dengan demikian konsepnya tentang idealisme berdasarkan alirannya adalah segala sesuatu baik dalam alam atau masyarakat adalah hasil dari ciptaan ide universil. Pandangan filsafat seperti ini pada dasarnya mengakui sesuatu yang bukan materi, yang ada secara abadi di luar manusia, sesuatu yang bukan materi itu ada sebelum dunia alam semesta ini ada, termasuk manusia dan segala pikiran dan perasaannya.

Pandangan ini sangat beralasan karena dalam kaidah filsafat ini terutama dalam pemikiran William Ernest Hocking sangat terpengaruh oleh konsep bahwa akal menemukan apa yang sudah terdapat dalam susunan alam.

Posisi Ide dalam pandangan William Ernest Hocking

Keberadaan idea tidak tampak dalam wujud lahiriah, tetapi gambaran yang asli hanya dapat dipotret oleh jiwa murni. Alam dalam pandangan idealisme adalah gambaran dari dunia idea, sebab posisinya tidak menetap. Sedangkan yang dimaksud dengan idea adalah hakikat murni dan asli.

Keberadaannya sangat absolut dan kesempurnaannya sangat mutlak, tidak bisa dijangkau oleh material. Pada kenyataannya, idea digambarkan dengan dunia yang tidak berbentuk demikian jiwa bertempat di dalam dunia yang tidak bertubuh yang dikatakan dunia idea.

Prinsipnya, aliran idealisme mendasari semua yang ada. Yang nyata di alam ini hanya idea, dunia idea merupakan lapangan rohani dan bentuknya tidak sama dengan alam nyata seperti yang tampak dan tergambar.

Sedangkan ruangannya tidak mempunyai batas dan tumpuan yang paling akhir dari idea adalah arche. Arche merupakan tempat kembali kesempurnaan yang disebut dunia idea dengan Tuhan, arche, sifatnya kekal dan sedikit pun tidak mengalami perubahan.

Idealisme mempunyai argumen epistemologi tersendiri. Oleh karena itu, tokoh-tokoh teisme yang mengajarkan bahwa materi bergantung pada spirit tidak disebut idealis karena mereka tidak menggunakan argumen epistemologi yang digunakan oleh idealisme. Mereka menggunakan argumen yang mengatakan bahwa objek-objek fisik pada akhirnya adalah ciptaan tuhan, argumen orang-orang idealis mengatakan bahwa objek-objek fisik tidak dapat dipahami terlepas dari spirit.

Idealisme secara umum selalu berhubungan dengan rasionalisme. Ini adalah mazhab epistemologi yang mengajarkan bahwa pengetahuan adalah a priori atau deduktif dapat di peroleh manusia dengan akalnya. Lawan rasionalisme dalam epistemologi ialah empirisme yang mengatakan bahwa pengetahuan bukan di peroleh lewat rasio (akal), melainkan melalui pengalaman empiris. Orang-orang empirisme amat sulit menerima paham bahwa semua realitas adalah mental atau bergantung pada jiwa atau roh karena pandangan itu melibatkan dogma metafisik.

Kemanusiaan merupakan bagian dari ide mutlak, Tuhan sendiri. Idea yang berpikir sebenarnya adalah gerak yang menimbulkan gerak lain. Gerak ini menimbulkan tesis yang dengan sendirinya menimbulkan gerak yang bertentangan, anti tesis. Adanya tesis dan anti tesisnya itu menimbulkan sintesis dan ini merupakan tesis baru yang dengan sendirinya menimbulkan anti tesisnya dan munculnya sintesis baru pula.

Realitas dalam pandangan Idealisme

Menurut idealisme bahwa realitas tersusun atas substansi sebagaimana gagasan-gagasan atau ide (spirit). Menurut penganut idealisme seperti William Ernest Hocking bahwa dunia beserta bagian-bagianya harus dipandang sebagai suatu sistem yang masing-masing unsurnya saling berhubungan. Dunia adalah suatu totalitas, suatu kesatuan yang logis dan bersifat spiritual.

Realitas atau kenyataan yang tampak di alam ini bukanlah kebenaran yang hakiki, melainkan hanya gambaran atau dari ide-ide yang ada dalam jiwa manusia.

William Ernest Hocking berpendapat bahwa manusia menganggap roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dari pada materi bagi kehidupan manusia. Roh pada dasarnya dianggap sebagai suatu hakikat yang sebenarnya, sehingga benda atau materi disebut sebagai penjelmaan dari roh atau sukma. Demikian pula terhadap alam adalah ekspresi dari jiwa.

Selain itu William Ernest Hocking mengatakan bahwa idealisme berorientasi kepada ide-ide yang theo sentris (berpusat kepada Tuhan), kepada jiwa, spiritualitas, hal-hal yang ideal (serba cita) dan kepada norma-norma yang mengandung kebenaran mutlak. Oleh karena nilai-nilai idealisme bercorak spiritual, maka kebanyaakan kaum idealisme mempercayai adanya Tuhan sebagai ide tertinggi atau Prima Causa dari kejadian alam semesta ini.

Simpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemikiran idealisme William Ernest Hocking dipengaruhi aliran filsafat idealisme objektif. Aliran ini memandang bahwa ide atau gagasan sesungguhnya adalah anugerah dan potensi yang sudah disiapkan alam dengan sendirinya.

Yaitu dalam bentuk akal. Sehingga akal menempati posisi tertinggi dalam ilmu pengetahuan tanpa akal maka segala sesuatu tidak akan dapat dijabarkan dengan sempurna. Abdul Rozak —mahasiswa Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon–

Referensi

Fuad Ihsan. 2010. Filsafat Ilmu. Jakarta : Rineka Cipta.

Mangunhardjana. 1997. Isme-isme Dalam Etika dari A-Z. Yogyakarta: Kanisius

Lorens Bagus. 2005. Kamus Filsafat Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

William Ernest Hocking. Types of Philosophy, edisi III

[1] Lorens Bagus., Kamus Filsafat Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005

[2] A. Fuad Ihsan. Filsafat Ilmu (Jakarta, Rineka Cipta, 2010), hlm. 155.

[3] A. Mangunhardjana. Isme-isme Dalam Etika dari A-Z. (Yogyakarta: Kanisius, 1997). Hlm. 100.

[4] William Ernest Hocking. Types of Philosophy, edisi III, hlm. 152

[5] Imam Barnadib. Filsafat Pendidikan, hlm. 22

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.