Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja

9 232

Istilah konsep digunakan sebagai upaya untuk menggambarkan secara tepat fenomena yang hendak diteliti. Dalam definisinya diartikan sebagai istilah yang menggambarkan secara abstrak suatu kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial. Pembahasan tentang perubahan perilaku seksual remaja dalam lingkungan agency model ini, maka ada beberapa konsep yang perlu dibatasi yakni: (1) Perubahan (2) Remaja, (3) Seksualitas, (4) Orientasi Seksual, (5) Identitas Seksual, (6) Perilaku (7) Perilaku Seksual, dan (8) Homoseksual.

1. Perubahan

Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja yang pertama adalah “Perubahan” : Ketika berbicara tentang perubahan, tentunya terjadi dalam jangka waktu tertentu, yang mana terdapat keadaan sebelum dan sesudah dalam jangka waktu tertentu.  Pada penelitian ini, yang dimaksud dengan perubahan adalah perubahan perilaku seksual. Menurut Machionis, perubahan adalah transformasi dalam organisasi masyarakat, dalam pola berpikir dan dalam perilaku pada waktu tertentu di mana, konsep dasar dari perubahan mencakup tiga gagasan: perbedaan, pada waktu yang berbeda dan diantara sistem sosial yang sama.

Namun kadangkala perubahan hanya terjadi sebagian, terbatas ruang  lingkupnya, tanpa menimbulkan akibat besar terhadap unsur lain dari sistem. Sistem sebagai keseluruhan tetap utuh, tidak terjadi perubahan menyeluruh atas unsur-unsurnya meski di dalamnya terjadi perubahan sedikit demi sedikit.

Perubahan itu sendiri adalah membuat sesuatu menjadi berbeda, perubahan merupakan pergeseran dari keadaan sekarang suatu organisasi menuju pada keadaan yang diinginkan dimasa depan. Perubahan sering terjadi dengan sendirinya, bahkan sering terjadi tanpa kita sadari bahwa perubahan tersebut sedang berlangsung.

2. Remaja

Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja yang ke dua adalah “Remaja” : Remaja dalam arti adolescence (Inggris) berasal dari kata latin adolescere yang artinya tumbuh ke arah kematangan. Kematangan di sini tidak hanya berarti kematangan fisik, tetapi terutama kematangan sosial psikologis.

Remaja (adolescence) adalah periode transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang melibatkan perubahan-perubahan biologis, kognitif, dan sosio emosional.

Zakiah Darajat dalam akhmad mengemukakan bahwa : Remaja adalah anak yang ada pada masa peralihan di antara masa anak-anak dan masa dewasa, di mana anak-anak mengalami perubahan-perubahan cepat di segala bidang. Mereka bukan lagi anak-anak, baik bentuk badan, sikap dan cara berfikir dan bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang, masa ini mulai kira-kira umur 13 tahun dan berakhir kira-kira umur 21 tahun.

3. Seksualitas

Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja yang ke tiga adalah “Seksualitas” : Pembahasan mengenai seksualitas merupakan kajian yang sangat komplek. Terdapat dua perspektif yang saling bertolak belakang menjelaskan mengenai seksualitas, yaitu perspektif esensialisme (essensialism) dan sosiokonstruksionisme. Perspektif esensialisme menjelaskan bahwa seksualitas berkaiatan dengan penciptaan secara alamiah terberi (given) yang ditekankan dalam khasanah ilmu biologi, meliputi gen, hormon, dan organ-organ seksual secara alami berfungsi dalam proses reproduksi. Perspektif konstruksi sosial berkaitan dengan bagaimana konsep seksualitas itu dibentuk dari pengaruh lingkungan (budaya, sosial, ekonomi, politik, hukum, agama, dan lain-lain).

4. Orientasi Seksual

Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja yang ke empat adalah “Seksualitas” : Istilah homoseksual dan heteroseksual digunakan merujuk pada orientasi seksual seseorang. Orientasi seksual menunjuk pada jenis kelamin pasangan erotis, cinta ataupun afeksi yang dipilih. Orientasi seksual terbentuk mulai saat hormon – hormon seksual berkembang, yaitu pada saat seseorang memasuki usia remaja. Sebelum masa tersebut, ketertarikan kepada orang lain masih belum dapat dianggap sebagai ketertarikan seksual.

Orientasi Seksual adalah rasa ketertarikan secara seksual maupun emosional terhadap jenis kelamin tertentu. Orientasi seksual ini dapat diikuti dengan adanya perilaku seksual atau tidak. Misal seseorang perempuan yang tertarik dengan sejenis namun selama hidupnya dia belum pernah melakukan perilaku seksual dengan perempuan, maka ia tetap dikatakan memiliki orientasi seksual sejenis. Orientasi seksual berbeda dengan perilaku seksual karena berkaitan dengan perasaan dan konsep diri. Namun dapat pula seseorang menunjukkan orientasi seksualnya dalam perilaku mereka.

5. Identitas Seksual

Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja yang ke lima adalah “Identitas Seksual” : Identitas seksual ini berkaitan erat dengan orientasi seksual yang dilihat dari jenis kelaminnya. Identitas seksual yang berorientasi seksual terhadap lawan jenis kelamin (laki-laki yang mempunyai ketertarikan baik secara seksual maupun emosional terhadap perempuan dan sebaliknya) disebut heteroseksual. Identitas seksual yang berorientasi seksual terhadap sesama jenis kelamin (laki-laki yang mempunyai ketertarikan baik secara seksual maupun emosional terhadap laki-laki dan perempuan yang mempunyai ketertarikan baik secara fisik maupun emosional terhadap perempuan) disebut homoseksual. Identitas seksual yang berorientasi seksual terhadap kedua jenis kelamin (perempuan yang mempunyai ketertarikan secara seksual maupun emosional terhadap perempuan dan laki-laki yang mempunyai ketertarikan baik secara seksual maupun emosional terhadap laki-laki dan perempuan) disebut biseksual. Tegasnya gender digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dari segi sosial budaya. Hal ini berbeda dengan seks yang secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dna perempuan dari segi anatomi biologi.

6. Perilaku

Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja yang ke enam adalah “Perilaku” : Perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh organisme baik yang diamati secara langsung maupun yang diamati secara tidak langsung.

Chaplin menerangkan perilaku adalah 1) Segala respon (reaksi, tanggapan, jawaban, balasan) yang dilakukan oleh suatu organism. 2) Secara khusus, bagian dari satu kesatuan pola reaksi. 3) Suatu perbuatan atau aktivitas. 4) Suatu gerak atau kompleks gerak-gerak.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku yaitu suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut yang dapat diamati baik secara langsung maupun tidak langsung.

7. Perilaku Seksual

Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja yang ke tujuh adalah “Perilaku Seksual” : Selama perkembangan fase genital, anak mengalami masalah oedipus complex yang harus diatasi terlebih dahulu dan melalui kemulusan anak mengatasi oedipus complex tersebut, maka anak akan berkembang menjadi seseorang yang independen dan memiliki hasil internalisasi super ego yang optimal dalam fungsinya.

Pada masa pubertas, kelenjar atau hormon seksual berkembang membuat dorongan seksual menjadi lebih kuat sehingga sering mengancam keutuhan fungsi ego seseorang. Bila oedipus complex tidak teratasi, maka remaja akan selalu dihadapkan pada ketertarikan seksual dengan orang tua dari jenis kelamin yang berbeda, remaja laki-laki terhadap ibunya dan remaja perempuan terhadap ayahnya sehingga remaja tersebut mengalami kesulitan dalam menjalin relasi heterososial dengan kelompok sebayanya.

Kondisi demikian merupakan pangkal dari peluang perkembangan disfungsi dan deviasi seksual pada masa dewasanya kelak. Peluang untuk berkembang menjadi biseksual, homoseksual, atau penyimpangan-penyimpangan seksual lain akan manifes.

8. Homoseksual

Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja yang ke delapan adalah “Homoseksual” : Keberadaan homoseksual telah muncul setua sejarah lahirnya manusia beserta peradaban dan kebudayaannya. Secara evolutif dikembangkan hipotesis yang menjelaskan bahwa kisah kasih percintaan sejenis merupakan bagian dari tindakan adaptif pada kalangan nenek moyang termasuk para primata. Tindakan homoseksual bukan merupakan bagian dari pengaruh kontemporer gaya hidup orang-orang barat semata. Ia merupakan bagian kebutuhan manusia dalam memenuhi orientasi seksualnya yang bersifat alamiah atau natural, yang kemudian menjadi berfungsi dan distrukturkan dalam berbagai lembaga lokal dalam berbagai kebudayaan masyarakat. Selanjutnya penulis membeber jelaskan tentang perilaku homoseksual dalam artikel selanjutnya yang berjudul “Perilaku Homoseksual yang Dianggap Menyimpang”  baca selengkapnya. ** Oleh : Subhan Nur.

Sumber Bacaan:

  • Sztompka, Sosiologi Perubahan Sosial, (Jakarta: Prenada,2007)
  • Wibowo, Managing Change Pengantar Manajemen Perubahan (Bandung: Alfabeta, 2006)
  • Muss,1968:4 dalam Sarwono, Psikologi Remaja,(Jakarta: Raja Grafindo Persada,2004)
  • Santrock, Remaja Edisi 11 Jilid 1, (penerjemah:Benedictine),(Jakarta: Erlangga,2007)
  • Akhmad, Pendidikan Seks Bagi Remaja Menurut Hukum Islam, (Yogyakarta: Mitra Pustaka,2001)
  • Oetomo,Dede. Memberi Suara pada yang bisu. (Yogyakarta: GalangPress,2001)
  • Victoria Neufeld (ed). Webster new world dictionary,(New York: Webster’s New World Clevenland,1984)
  • Notoatmodjo, Ilmu Kesehatan Masyarakat, (Jakarta: Rineka Cipta,2003)
  • Chaplin, J.P,Kamus Lengkap Psikologi. (EdisiRevisi). (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada,1981)
  • Hatib Abdul Kadir,Tangan Kuasa dalam Kelamin. (Yogyakarta: INSISTPress, 2007)
  • Masih banyak sumber yang tidak bisa penulis sebutkan disini karena faktor waktu dan ruang yang terbatas. untuk lebih lengkapnya silahkan download Makalah aslinya di bawah ini.

 Perubahan Perilaku Seksual Remaja

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. muhamad rida berkata

    Muhamad Rida Subagja (1415104070) Tadris IPS B semester 3 IAIN Syekh nurjati Cirebon. masalah seksual dalam kehidupan remaja bagiku adalah hal yang biasa dan normal, tetapi yang saya anehkan mengapa adanya kejadian yang namanya homoseksual, nah homoseksual itu apakah berasal dari pengaruh keremajaan nya atau lingkungan hidup, dan mengapa yang melakukan homoseksual itu dominan dilakukan oleh orang yang sudah sangat dewasa??

    1. Eltendi Dhirgan berkata

      “dominan orang yang sudah sangat dewasa” , bisa jadi faktor kesalahan dalam bergaul. Istilahnya terbawa arus jaman, banyak sekarang ini sikap dan perilaku yang salah dikarenakan arah pergaulan yang salah juga. Tentunya semakin dewasa , semakin pengalaman dan pengetahuan dunia juga makin luas, koneksi dan teman teman baru juga lingkungan yang selalu berubah-ubah. Jika kita tak dapat bertahan atau konsisten, bisa saja kita terbawa arus negatif.

  2. Diaz Ayu Sudwiarrum berkata

    Diaz Ayu Sudwiarrum
    1415104029
    Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial A/3
    IAIN Syekh Nurjati Cirebon

    Perubahan perilaku seksual pada remaja harus tetap menjadi pengawasan orang tua. Seperti halnya pernyataan dari Zakiyah Darajat bahwa “remaja adalah anak yang ada pada masa peralihan di antara masa anak-anak dam masa dewasa….”. Diharapkan orang tua sebisa mungkin menanamkan pendidikan seksual sejak dini, agar anak dapat memilah antara yang dibolehkan dan yang tidak dibolehkan, sehingga mampu meminimalisir perilaku-perilaku penyimpangan seksual.

    1. lyceum berkata

      problem akan terjadi jika pendidikan seksual pada usia dini, justru ketika berdampak pada cepatnya “kedewasaan” anak-anak.

    2. alialamsyah berkata

      memang benar peran terbesar untuk menjaga moral anak di usia labil peran orang tualah penentunya, selain itu seperti di kutif dalam artikel Sikap Keberagamaan dalam Membangun Moral Anakseperti dalam artikel https://goo.gl/bqTsnJ dibahas juga peran guru dan pendidik dalam menjaga moral anak di usia remaja.

    3. Eltendi Dhirgan berkata

      dewasa terlalu cepat akibat Filter akses terhadap teknologi yang terbatas. Juga kemudahan mengakses konten dewasa yang membludak di internet. Sungguh Mengerikan edannya jaman kini. x_x

  3. Lyceum Indonesia berkata

    Test..!!

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.