Konsep Strategi Pembelajaran

0 2.057

Konsep strategi pembelajaran sebetulnya meliputi beberapa hal, di antaranya: a. Menetapkan segala spesifikasi dan kualifikasi perubahan pergaulan pembelajaran; b. Menentukan pilihan berkaitan dengan pendekatan terhadap segala masalah dalam kegiatan belajar mengajar, memilih prosedur yang tepat, serta metode dan teknik belajar mengajar yang sesuai; dan c. Norma dan kriteria keberhasilan dari kegitan belajar mengajar. Strategi dapat dimaknai sebagai suatu panduan untuk bertindak dalam rangka mencapai sasaran pendidikan yang telah ditentukan.

Kaitannya dengan proses kegiatan pembelajaran, strategi dapat dimaknai sebagai pola- pola umum kegiatan pembelajaran, baik dari sisi guru, murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama.

Newman dan Mogan menyatakan bahwa strategi dasar setiap usaha setidaknya meliputi empat masalah, yakni sebagai berikut:

  1. Pengidentifikasian dan penetapan spesifikasi dan kualifikasi hasil yang harus dicapai dan menjadi sasaran usaha tersebut dengan mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat yang memerlukannya.
  2. Pertimbangan dan pemilihan pendekatan utama yang dengan ampuh mampu mencapai sasaran.
  3. Pertimbangan dan penetapan langkah- langkah yang akan ditempuh sejak awal sampai akhir.
  4. Pertimbangan dan penetapan tolak ukur yang akan digunakan dalam menilai keberhasilan usaha yang telah

Jika diterapkan dalam konteks kegiatan belajar mengajar, maka keempat strategi dasar tersebut bisa diterjemahkan sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan kualifikasi serta spesifikasi dari setiap perubahan tingkah laku kepribadian peserta didik yang diharapkan;
  2. Memilih sistem pendekatan kegiatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat;
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif, sehingga dapat dijadikan pegangan oleh setiap pendidik dalam menunaikan tugas dan fungsinya; dan
  4. Menetapkan batas minimal keberhasilan atau standar keberhasilan peserta didik sehingga dapat dijadikan pedoman oleh setiap guru dalam hal evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik bagi penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.

Merujuk pada penjelasan diatas, maka tergambarlah bahwa setidaknya terdapat empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran agar sesuai dengan harapan.

Pertama, spesifikasi serta kualifikasi perubahan pada setiap tingkah laku peserta didik yang diinginkan sebagai hasil belajar mengajar yang dilakukan. Sasaran ini harus dirumuskan secara jelas dan konkrit sehingga menjadi mudah untuk dipahami oleh setiap peserta didik. Perubahan pergaulan dan kepribadian yang kita inginkan akan terjadi setelah siswa mengikuti suatu kegiatan pembelajaran haruslah jelas dan konkrit. Sebagai contoh misalnya, siswa dari tidak bisa membaca berubah menjadi siswa yang dapat membaca. Suatu kegiatan belajar mengajar tanpa sasaran yang jelas, berarti kegiatan tersebut dilakukan tanpa arah atau tujuan yang pasti. Lebih jauh suatu usaha atau kegiatan yang tidak punya arah atau tujuan pasti, dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan- penyimpangan dan mengakibatkan tidak tercapainya hasil yang diharapkan.

Kedua, memilih cara pendekatan belajar mengajar yang diangap paling tepat dan efektif demi tercapainya sasaran yang diharapkan. Bagaimana cara memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori apa yang digunakan dalam memecahkan suatu kasus akan berpengaruh terhadap hasil yang di dapat. Suatu masalah yang dipelajari oleh dua orang yang menggunakan pendekatan berbeda, akan menghasilkan kesimpulan- kesimpulan yang berbeda pula. Norma- norma sosial seperti baik, benar, adil, dan sebagainya akan mampu melahirkan kesimpulan yang berbeda bahkan mungkin bertentangan jika cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu.

Ketiga, memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode atau teknik penyajian materi yang dimaksudkan untuk memotivasi siswa agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannya dalam memecahkan masalah. Hal ini akan berbeda dengan cara atau supaya peserta didik terdorong dan mampu berfikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya masing- masing. Suatu metode mungkin hanya akan tepat dan cocok jika dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi, dengan sasaran pembelajaran yang berbeda hendaknya setiap pendidik jangan menggunakan teknik penyajian yang sama.

Keempat, menetapkan kriteria keberhasilan pembelajaran, sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran dalam menilai sampai sejauhmana keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Suatu program akan mampu diketahui keberhasilannya setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar adalah salah satu strategi yang tentunya tidak bisa dipisahkan dengan strategi lainnya. Apa yang harus dinilai dan bagaimana penilaian itu harus dilakukan termasuk kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap pendidik.

Seorang siswa dapat dikategorikan sebagai siswa yang berhasil bisa dilihat dari berbagai segi. Misal dari segi kerajinan dalam mengikuti tatap muka dengan guru, pergaulan sehari- hari di sekolah, hasil ulangan, hubungan sosial, kepemimpinan, prestasi, keterampilan dan lain sebagainya. ***N. Tati Kusmiyati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.