Take a fresh look at your lifestyle.

Konsistenlah Agar Keberhasilan Mudah Diraih

0 6

Konten Sponsor

Tuhan adalah puncak segala kesemestaan. Mereka yang menempatkan Tuhan sebagai puncak segala kemesetaan, hanya “meminta” akan apapun yang dia butuhkan kepada Tuhanya. Sekali lagi, hanya kepada Tuhannya dan tidak kepada yang lain, apalagi tentu kepada sesama makhluk. Sikap demikian, selalu konsisten dia jalankan. Ia tetap berada di jalan lurus. Suatu jalan yang relatif mirip seperti Thai Chi yang melakoni hidup penuh keseimbangan.

Hidup itu butuh keseimbangan. Jika kita tidak mampu seimbang dalam hidup, maka kejatuhan pasti akan terjadi. Misalnya, ketika kakinya menginjak terlalu kuat pada titian yang lembut namun tajam, terlalu ke kiri atau terlalu ke kanan juga sama, menyebabkan jatuh. Inilah yang dalam bahasa agama [Islam] disebut dengan shirat al mustaqiem. Suatu jalan yang sangat lurus. Karena lurusnya itu, jalan itu hanya mendorong manusia untuk menghadapkan wajah kepada Tuhannya secara total.

Jika kita mampu berjalan di atas jembatan yang demikian lurus, maka berarti ia telah berada dalam taqdirnya yang diposisikan Tuhan sebagai pecinta Tuhan yang sesungguhnya. Karena ia ditumbuh sevagai sosok yang dicintai Tuhan, maka, mereka pasti akan diberi nikmat yang banyak . Ia bukan saja selalu berjalan dengan jarak yang jauh dari sesat, karena dekat dengan semangat ketuhanan.

Mereka yang demikian itu, tidak akan pernah berbuat dhalilm; terhadap dirinya maupun terhadap orang lain, sekalipun didlalilimi orang lain. Ia akan selalu ajeg dan konsisten menegakkan prinsip-prinsip dasar hidup yang menyandarkan sepenuhnya pada cita rasa dan keinginan Tuhan. Mereka akan selalu mencari tahu, apa sesungguhnya yang diinginkan Tuhan kepada dirinya. Misalnya, mengapa ia dicipta Tuhan.

Makna Konsisten atau Istaqiem

Istaqiem atau konsistensi adalah jalan hidup, bukan pilihan hidup yang dianjurkan Tuhan. Dalam konteks menegakkan prinsip-prinsip dasar dan kesamaan hidup antara sesama manusia, kita tetap dituntut konsisten sebetapapun terjal dan berlikunya jalan yang harus ditempuh untuk menemukan jalan lurus itu.

Mereka yang konsisten, akan tetap yakin bahwa apa yang dipilihnya benar. Sebetapapun berbagai godaan datang menghampiri dalam jumlah yang sangat banyak. Konsisten itulah kata kunci. Itulah afirmasi (do’a) dalam makna yang mampu saya fahami. Mereka yang konsisten itulah yang akan memperoleh kemenangan.

Nabi Muhammad mengapa ia berhasil dalam dakwahnya. Karena ia ternyata konsisten mengembangkan syiar Islam meski perlawanan kepadanya datang dari segenap penjuru. Berbagai godaan, goyangan dan terpaan badai yang datang kepadanya, selalu dihalau dengan sejumlah kebaikan. Dan ia konsisten menjalani.

Dalam kerangka menjaga konsistensinya, Nabi Muhammad malah pernah mengatakan bahwa andaikan matahari ada di tangan kananku dan rembulan ada di tangan kiriku, maka, aku akan membiarkan tubuhku ini terbakar, tetapi aku akan tetap konsisten mengajarkan kebenaran. Hasilnya,? Ternyata berkat konsistensi itulah, ia dinobatkan berbagai ahli sejarah sebagai manusia paling berhasil. Karena itu, jika ingin berhasil menjalani hidup, konsistenlah dalam setiap gerakan yang dilakukan. Prof. Cecep Sumarna