Kontribusi Psikologi Pendidikan

3 2.058

Salah satu kesuksesan proses belajar mengajar (teaching learning process) di Sekolah sangat ditentukan oleh ketepatan guru dalam memahami perkembangan para siswa. Memahami karakter peserta didik akan menentukan strategi dan proses pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru. Selain itu guru dapat membantunya dalam mengembangkan perilaku yang mempunyai nilai-nilai positif. Maka akan terjadilah pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan.

Banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di dunia Pendidikan Indonesia tidak terlepas dari gangguan psikologis pada guru sebagai pendidik atau siswa sebagai peserta didik. Adapun kasus – kasus tersebut antara lain seperti seorang siswa SMP menikam guru sebanyak 13 kali, murid menganiaya guru, siswa dipukul oleh guru hingga lapor polisi, Siswa SMK memukul guru, Ayah dan anak memukul guru, Orang tua memukul guru, guru mencubit siswa atau lebih jauhnya mahasiswa menganiaya dosen pembimbing dan masih banyak kasus – kasus lainya.

Menurut data UNICEF yang telah melakukan penelitian sejak 2015 dibeberapa wilayah Indonesia mengemukakan bahwa sekitar 84% kekerasan yang terjadi pada siswa dilakukan oleh guru. Kekerasan itu dapat berupa fisik dan psikis.

Kekerasan fisik merupakan bentuk kekerasan yang dapat mengakibatkan luka atau cedera pada peserta didik,  seperti memukul, menganiaya, mencubit dan lainya. Sedangkan kekerasan secara psikis antara lain kekerasan emosional dilakukan dengan cara menghina, melecehkan, mencela atau melontarkan kata-kata yang menyakiti perasaan, melukai harga diri, menurunkan rasa percaya diri, membuat orang hina, jelek, kecil, lemah, tidak berguna dan tidak berdaya.

Apa yang menyebabkan hal ini dapat terjadi? Salah satu faktor yang mempengaruhi kasus diatas adalah kurangnya pemahaman guru terhadap perkembangan murid. Pemahaman perkembangan peserta didik ini menjadi dasar bagi seorang guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran didalam maupun diluar kelas.

Guru harus menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga memerlukan stimulasi atau treatment yang berbeda pula. Selain itu, peserta didik datang ke sekolah untuk belajar, tetapi kenyataannya berbeda, terkadang mereka membawa masalah dari rumah masing – masing mulai dari masalah keluarga atau mungkin masalah belajar itu sendiris misalnya tidak mengerjakan PR sehingga takut dimarahi oleh gurunya.

Berdasarkan kasus-kasus tersebut diatas, apakah dapat kita simpulkan bahwa  masih banyak guru yang tidak memahami konsep Psikologi Pendidikan? Rasanya tidak mungkin jika itu yang terjadi. Kita tahu bahwa seorang calon guru yang profesional sudah dibekali dengan ilmu tingkah laku peserta didik, teori perkembangan peserta didik, cara belajar bahkan sampai pada aspek-aspek sosial psikologi.

Semua Padahal dengan mempelajari psikolgi pendidikan diharapakan seorang pendidik mampu untuk mangatasi problematika dalam dunia pendidikan  terhadap peserta didik secara psikologis. Selain itu mampu menciptakan suasana kondusif, nyaman dalam kegiatan belajar mengajar.

Tujuan Psikologi Pendidikan

Pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari ilmu psikologi. Sumbangsih psikologi terhadap dunia pendidikan begitu besar dimulai dari pengembangan kurikulum, proses belajar mengajar, sistem evaluasi dan bimbingan konseling merupakan beberapa kegiatan yang didalamnya terdapat psikologi.

Menurut Plotnik seorang ahli psikologi, mengemukakan ada empat tujuan psikologi antara lain  adalah :

  • Tujuan pertama psikologi adalah mendeskripsikan beraneka macam cara perilaku organism. (the first goal of psychology is to describe the different ways that organisms behave).
  • Tujuan kedua psikologi adalah menjelaskan sebab-sebab dari perilaku (the second goal of psychology is to explain the cause of behavior). Penjelasan tentang autism berubah sesuai dengan kompleksitas permasalahan yang terjadi.
  • Tujuan ketiga psikologi adalah memprediksikan bagaimana organisme akan berperilaku dalam suatu situasi tertentu. (the third goal of psychology is to predict how organism will behave in certain situations).
  • Tujuan keempat psikologi adalah mengontrol perilaku makhluk hidup (for some psychologists, the fourth goal of psychology is to control an organism’s behavior).Konsepsi atau idea kontrol memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya adalah bahwa para ahli psikologi dapat membantu seseorang untuk belajar mengontrol perilaku-perilaku yang tidak diinginkan.

Kontribusi Psikologi Pendidikan dalam Pembelajaran

Mengingat besarnya kontribusi Psikologi terhadap dunia pendidikan, sudah barang tentu dapat dikatakan bahwa psikologi menjadi bahan dasar dalam proses belajar mengajar (teaching learning process) antara guru dan siswa.

Guru harus memiliki kemampuan pedagogik dan psikologi untuk memperlancar proses pengajaran dan pendidikan di sekolah. Psikologi Pendidikan banyak membantu para guru dalam memahami murid – muridnya dalam proses pembelajaran dan meransang mereka untuk melaksanakan pendidikan selanjutnya.

Guru menjadi tolak ukur sejauh mana psikologi dapat berkontribusi dalam pembelajaran. Guru dalam menjalankan peranannya sebagai pembimbing, fasilitator, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentu dituntut untuk memahami aspek-aspek perilaku dirinya dan orang lain yang terkait dengan tugasnya terutama memahami berbagai jenis karakter peserta didiknya. Sehingga Guru dapat menjalankan tugas secara efektif dan efisien serta berkontribusi yang nyata pada tujuan pendidikan dengan maksimal.


Oleh : Aldi Nurcahya

Mahasiswa Psikologi Pendidikan Islam – IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. salman berkata

    sangat bermanfaat

  2. Wahyu s.s berkata

    Materinya bagus dan bermanfaat. Baik bagi yang masih belajar

  3. Wahyu s.s berkata

    Materinya bagus dan bermanfaat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.