Kopi Hitam adalah Minuman Para Intelektual

0 112

Kopi adalah Minuman Para Intelektual. Ethiopia adalah salah satu negara di Benua Afrika. Dari negara penuh konflik itulah, masyarakat dunia mengenal kopi. Di Negara ini pula, untuk pertama kali kopi ditanam dan dikonsumsi. Negeri yang memiliki dataran tinggi ini, telah berhasil menjadi produsen kopi pertama dunia di ribuan tahun yang lalu.

Lalu bagaimana ceritanya, kebiasaan orang kulit hitam itu, bisa menjadi kebiasaan masyarakat dunia? Buktinya, saat ini, hampir tidak ada negara di dunia yang tidak menyajikan sajian kopi di gerai-gerai mereka. Ke manapun kita berkunjung di dunia yang semakin sempit ini, sajian kopi akan sangat mudah diperoleh.

Fakta juga bahwa saat ini, banyak orang tumbuh menjadi taypan gara-gara menjual minuman kopi. Sebut misalnya perusahaan Starbuck. Perusahaan ini telah membuka 5.715 gerai di seluruh dunia. 2.000 di antara gerai sejumlah itu terdapat di Amerika Serikat.

Di Indonesia sendiri, dengan merek tersebut, ia telah membuka 11 gerai. Starbuck memposisikan diri sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia. Ia sendiri membuka gerai-gerai kopi dimaksud, bukan saja di tempat strategis, tetapi, juga di tempat-tempat termahal. Coba juga anda bayangkan, berapa ratus ribu gerai kopi di Indonesia. Kopi bahkan hampir mengalahkan jumlah kebutuhan makan manusia.

Arab dan Transformasi Kopi

Jika bangsa Ethiopia yang menjadi produsen pertama kopi, maka, masyarakat Arab-lah yang mempopulerkannya ke seluruh dunia. Ketika para ulama-ulama Muslim menaklukan dan menguasai Benua Afrika, termasuk tentu Ethiopia, mereka menemukan sebuah serbuk hitam yang hari ini disebut kopi di negeri dimaksud. Mereka kemudian menjadi terbiasa meminum kopi.

Kebiasaan masyarakat Muslim Arab yang menyiarkan Islam dengan cara berdagang, berubah dengan melihat kopi dalam nalar bisnis. Kopi bahkan layak disandingkan sebagai komoditas strategis yang harus dikembangkan. Mereka lalu membawanya ke Afrika Utara, seperti Maroko dan beberapa negara lain di Timur Tengah. Dari sinilah, kopi kemudian bertumbuh ke berbagai negara yang telah dikuasai umat Islam. Kopi kemudian tumbuh menjadi minuman para intelektual.

Pada abad ke 9 dan 10 Masehi, kopi tumbuh secara massif menjadi minuman khas kaum intelektual dan calon intelektual kaum laki-laki. Seseorang layak atau tidak layak disebut laki-laki di generasi itu, akan terlihat dari bisa nggak dia meminum kopi. Kopi menjadi salah satu konsumsi yang dibutuhkan kaum laki-laki untuk meningkatkan stamina dan menambah energi.

Para santri Muslim sendiri, yang bakal menjadi cal;on intelektual dan sering menerlambatkan tidur di malam hari, tidak mungkin lupa minum kopi hitam. Mengapa? Sebab dengan minum kopi hitam, mata dirinya akan mampu terjaga, sekalipun bergeser menuju pagi. Meski demikian, stamina dan energinya tetap tinggi. [Prof. Cecep Sumarna]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.