Take a fresh look at your lifestyle.

Kota Tokyo Adalah Kota Dengan Biaya Termahal Untuk Kaum Ekspatriat

0 9

Kota Tokyo Adalah Kota Dengan Biaya Termahal Untuk Kaum Ekspatriat – Hasil riset lembaga konsultan Mercer terhadap 214 kota dunia telah menemukan, bahwa Tokyo menjadi kota termahal dunia untuk karyawan asing. Di Tokyo harga secangkir kopi dapat mencapai US$8 atau sekitar Rp76 ribu, koran dihargai US$6 atau senilai Rp56 ribu dan satu liter susu seharga US$3 atau dirupiahkan senilai Rp28 ribu.

Tingkat kemahalan di Tokyo dapat dilihat dari setiap kenaikan yen atas dolar yang mendorong biaya hidup untuk karyawan dan juga perusahaan asing yang membayar dalam mata uang lainnya. Penelitian tersebut membuktikan Tokyo menggeser ibu kota Angola, Luanda. Selain hal tersebut Kota Paris, Roma dan Amsterdam turun peringkat akibat adanya pelemahan euro yang mengurangi biaya bagi perusahaan asing. Sedangkan Kota London berada di peringkat ke-25, turun tujuh peringkat.

Dalam risetnya, Mercer membandingkan lebih dari 200 barang pada setiap lokasi, seperti transportasi, pakaian, makanan, barang kebutuhan rumah dan juga hiburan. Akomodasi dinilai masih menjadi biaya tinggi bagi para karyawan asing. Dengan memakan 25% dari anggaran pengeluarannya, diikuti dengan biaya transportasi serta tagihan lainnya.

10 Besar Kota Termahal Di Dunia didominasi Oleh Asia

Kota Termahal Di Dunia didominasi Oleh Asia
Kota Termahal Di Dunia didominasi Oleh Asia

10 besar kota termahal di dunia dikuasai oleh negara-negara Asia. Ibu Kota Jepang Tokyo pada peringkat pertama. Ada Osaka pada peringkat ketiga, Singapura di peringkat keenam, Hongkong di peringkat sembilan serta Nagoya berada di urutan ke-10. Sedangkan Jakarta berada di peringkat 61 kota termahal dunia, naik delapan tingkat di tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan dan adanya peningkatan angka pengangguran akibat resesi di sejumlah negara Eropa dianggap sebagai penyebab harga tersebut tertekan. Di Paris, misalnya, biaya sewa properti mewah dengan dua kamar tidur tanpa dengan furnitur jatuh 3 persen menjadi US$3.041 atau sekitar Rp28,7 juta. Biaya sewa di Roma, Berlin dan juga Madrid kini turun.

Namun, mungkin dampak terbesar adalah dengan nilai tukar mata uang. Euro jatuh 16 persen sejak mencapai puncaknya Mei lalu. Hal itu diartikan sebagai diskon 16 persen untuk karyawan dan perusahaan yang beroperasi di kawasan euro. Namun sebagai perbandingan, perkembangan ekonomi pada banyak negara Asia Pasifik justru meningkatkan tagihan bagi pekerja asing dalam kawasan tersebut.

Di Shanghai, anggaran pengeluaran untuk akomodasi meningkat 73 persen. Biaya sewa dalam pasar properti termahal dunia di Hongkong naik 23 persen menjadi US$7.039 atau sekitar Rp66,5 juta untuk apartemen dua kamar. Sedangkan di Beijing harga sewanya juga naik 15 persen.

Riset Mercer tersebut berdasarkan temuan atas biaya yang dikumpulkan antara Maret 2014-Maret 2015. Selama setahun, perubahan yang kuat dalam pasar nilai tukar mata uang asing ini menjadi berita buruk bagi perusahaan asing yang beroperasi di Asia. Terutama untuk mereka yang menerima pendapatan dengan nilai tukar euro.

Perusahaan Eropa akan mengalami peningkatan 15 persen di Negara Australia dan 8 persen di Jepang murni akibat pergerakan dari nilai tukar mata uang.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar