Take a fresh look at your lifestyle.

Tanamkan Berpikir Kreatif, Kritis dan Inovatif Untuk Kesuksesanmu

0 45

Untuk menjadi seorang entrepreneur handal, sungguh bukanlah perkara mudah. Hanya orang yang dapat mengubah dirinya untuk bisa berpikir kreatif, kritis dan inovatiflah yang akan berhasil dan dapat meraih kesuksesan.

Beberapa tahun terakhir ini banyak juga bermunculan para usahawan baru yang dibangun oleh para pemula yang usianya juga masih terbilang muda. Kondisi ini merupakan satu fenomena yang menggembirakan untuk laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di tengah faktor keterbatasan lapangan pekerjaan, justru telah membangkitkan semangat kaula muda untuk menjadi seorang entrepreneur atau wirausahawan.

Sayangnya, para entrepreneur muda ini dalam memulai usahanya hanya dilandasi oleh kemampuan modal dan hardskill tanpa adanya perubahan dalam pola pikir. Sehingga sebagian besar para entrepreneur muda tersebut sering menemui sebuah kegagalan yang mengakibatkan usahanya bangkrut.

Oleh karenanya, sebelum melakukan usaha seorang entrepreneur sebaiknya sudah melakukan transformasi diri untuk berpikir kreatif dan jeli melihat peluang usaha. Fenomena kebangkita semangat entrepreneurship di kalangan generasi muda Indonesia adalah kabar yang membanggakan.

Mengubah Mindset

Memang untuk menjadi entrepreneur, tentunya harus mempunyai keberanian. Tak hanya berani bermimpi, tapi juga berani mencoba, berani gagal dan berani sukses. Hal tersebut penting dan harus kita miliki. Selain itu, entrepreur juga harus punya rasa optimisme dalam menghadapi masa depan, yakin dengan kemampuan, dan juga menghentikan pemikiran yang negatif.

Hal yang selalu menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengubah pola pikir menjadi seorang entrepreneur? Banyak orang belum menyadari bahwa membangun entrepreneurship itu dibangun dari soft competesis-nya. Untuk menjadi entrepreneur, seseorang tak bisa hanya berpijak pada kompetensi hard skill, tapi juga pada kemampuan soft skill dan attitude yang baik. Karena yang membedakan entrepreneur dengan yang bukan adalah perilakunya dalam merespon lingkungan di sekitarnya.

Untuk mengubah pola pikir atau mindset, orang tersebut harus mempunyai keinginan dan kemampuan untuk menjadi seorang entrepreneur sesuai kebutuhannya. Kebanyakan orang tidak pernah berpikir untuk mandiri, kreatif, kritis dan inovatif.

Banyak contoh yang menunjukkan bahwa entrepreneurship berawal dari mindset bukan dari modal yang besar. Masih ingat dengan perjuangan Bob Sadino mendirikan Kemfood dan Kemchick? Atau bagaimana Larry Page dan Sergey Brin mendirikan Google, serta perjuangan Bill Gates mendirikan Microsoft.

Faktor uang bukan yang paling utama, tetapi sikap mental dan berpikir kreatif menjadi sangat penting? Oleh sebab itu, konsep ini jangan semata-mata dihubungkan dengan pedagang. Entrepreneur handal harus diartikan sebagai sikap mental yang mampu membaca peluang dan bisa memanfaatkan peluang itu sehingga bernilai bisnis.

Faktor Keturunan dan Lingkungan

Taufik pun menambahkan kalau saat ini masih banyak yang menilai faktor keberhasilan seseorang menjadi entrepreneur karena berasal suku tertentu. Apalagi kita masih sering melihat bahwa kebanyakan orang Padang, Bugis, atau keturunan China itu lebih berhasil di bidang bisnis dibanding suku lainnya.

Jika seseorang sejak kecilnya berada dalam lingkungan bisnis orang tuanya atau keluarganya secara terus menerus, dia akan merekamnya dalam memori otaknya, yang selanjutnya membentuk pola berpikir dan cara perilaku. Pengetahuan bisnis secara pragmatis melalui proses pengenalan bisnis keluarga secara mendalam dan ditransformasikan ke dalam kerangka berpikirnya.

Dengan pengalaman dan pola pikir yang kuat akan mendorong orang tersebut melakukan pengembangan karakter kewirausahaan, seperti keberanian mengambil risiko, kemampuan menganalisa, komunikasi dan kepemimpinan, serta meningkatkan kesadaran dan kepekaan sosial.

Dengan adanya transformasi karakter tersebut diharapkan dapat seseorang yang memiliki jiwa, karakter dan sikap wirausaha yang cerdas dan tangguh. Sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan orang memiliki budaya entrepreneur (culture of entrepreneurship) dan budaya keunggulan (culture of excellence) di Indonesia. (dhirga)

(Entrepreneur handal)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar