Take a fresh look at your lifestyle.

Kredibilitas menjadi Sumbu Dasar Keberhasilan dalam Hidup

0 21

Kredibilitas menjadi Sumbu Dasar Keberhasilan Hidup, Tidak sedikit manusia yang tidak memiliki nalar historis atas apapun yang dilakukan dan diperbuatnya. Padahal, sesuatu akan menjadi unggul apabila kita memiliki kesadaran penuh atas apa yang dilakukan. Watak inilah yang seharusnya tetap dipelihara dan dijaga, dan tetap harus mampu disimpan  dalam tempatnya yang terbuka.

Kalau kita membaca ayat-ayat suci al Qur’an, kita menjadi mudah untuk menemukan berbagai keterangan-Nya yang selalu menampilkan karakter nalar historis atas setiap peristiwa yang terjadi. Jika mampu melakukan hal semacam itu, maka, tanpa disengaja, kita akan terbentuk dan terlatih –tentu dalam kasus tertentu– untuk tetap unggul dibandingkan dengan manusia lain. Jika tidak, maka, kita akan menjadi manusia yang rugi karena hanya akan dikalahkan yang lain.

Keunggulan adalah Kata Kunci

Karakter manusia unggul (excellence), umumnya selalu tidak ragu atas apa yang dipikirkan dan dilakukannya. Ia selalu memiliki mental yang siap dan sanggup untuk dipertandingkan, dididiskusikan dan bahkan dideskreditkan. Mengapa demikian? Sebab apapun yang dilakukan dan dibuat mereka yang unggul, dalam benak dan pikirannya, selalu tersimpan sesuatu yang tidak patut untuk diragukan. Itulah mengapa, jika kita mencontoh al Qur’an, karena kehebatan dan otentisitasnya, Ia menantang siapapun yang meragukan bukan saja atas otentisitas-Nya, tetapi, juga bagi mereka yang meragukan kehandalan isi-Nya.

Bagi kita umat Islam, yang yakin bahwa al Qur’an menjadi jalan, menjadi imam, menjadi sumber dan menjadi landasan dalam segala tindakan, tentu tidak perlu sedikitpun ragu akan kebenaran yang dibawaNya. Karena itu, menurut penulis, agak kurang tepat pemaknaan akan tantangan al Qur’an yang menantang mereka yang meragukannya, jika hanya ditujukan kepada al Qur’an itu sendiri tanpa implikasi serius bagi penganutnya.

Bagi saya, tantangan ini bermakna bahwa sesungguhnya al Qur’an mengajarkan siapapun yang mengimani atau mempercayainya, untuk memiliki karakter yang kredible sebagaimana al Qur’an menunjukkan wataknya yang kredible juga.

Kredibilitas karena itu, menurut penulis adalah jalan menuju kepercayaan diri agar dipercaya manusia lain. Tidak mungkin kita tumbuh menjadi manusia yang dipercaya, jika kita sendiri tidak pernah yakin dan percaya atas apa yang dipikirkan dan diperbuat kita. Karena itu, sebagai pengikut ajaran agama Islam, kredibilitas akan menjadi sumbu dasar dalam meletakkan keberhasilan diri.

Banyak pihak, misalnya ketika akan memulai usaha, mengasumsikan bahwa usaha hanya dapat dilakukan jika mereka telah memiliki modal. Padahal modal yang sesungguhnya adalah kredibilitas. Karena kredibilitaslah sesungguhnya yang menyebabkan apapun yang kita tawarkan atau apa yang kita produksi, menjadi laku di pasaran. Kenapa? karena hasil produksi dimaksud, tidak menyimpan keraguan baik pada aspek kualitas maupun segi lain yang berkaitan dengan produksi. Prof. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar