Inspirasi Tanpa Batas

Antara Politik dan Kriminalisasi Terhadap Rizieq Shihab

0 28

TENSI politik menjelang Pilkada DKI Jakarta memang cukup tinggi. Terlebih dengan kasus yang menjerat salah satu pasangan calon gubernur nomor urut 2 (Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok) yang ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama.

Berbagai komponen termasuk aparat penegak hukum seolah-olah cukup respons terhadap berbagai persoalan penyimpangan dan pelanggaran hukum di tanah air. Bukan hanya terhadap persoalan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang selama ini menjadi public opini penegakan reformasi hukum pasca era reformasi berjalan.

Persoalan kesalahan ucapan yang dianggap “melecehkan” ternyata saat ini menjadi salah satu perhatian serius penegak hukum untuk menyeret “pelakunya” ke meja hijau. Entah memang saat ini aparat penegak hukum yang betul-betul respons terhadap berbagai persoalan penyimpangan. Atau memang hanya sebatas menjalankan pesanan dari kelompok tertentu, yang pasti seperti kasus yang menimpa Rizieq Shihab belakangan ini menjadi trading topic dari aparat penegak hukum.

Dugaan Kriminalisasi Terhadap Rizieq Shihab

Sejumlah laporan masyarakat terhadap pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab masih terus didalami kepolisian. Bahkan, sudah ada satu laporan yang sudah naik ke tahap penyidikan dan menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Yakni, kasus penodaan terhadap Pancasila di Polda Jawa Barat. Pemeriksaannya pun sudah di jadwalkan pada hari kemarin (07/02). Namun, Rizieq Shihab tidak datang memenuhi panggilan Polda Jawa Barat dengan alasan masalah kesehatan.

Anggapa muncul dari kelompok yang selama ini pro terhadap gerak gerik Rizieq Shihab bahwa yang dilakukan terhadapnya merupakan bentuk kriminalisasi. Sebab, apa yang dilakukan Rizieq Shihab selama ini cukup membuat gerah kelompok tertentu. Sehingga dianggap menjadi ancaman besar bagi kelanjutan tujuan politik mereka.

Seperti dikutip dari liputan6.com. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, memastikan tidak ada kriminalisasi yang dilakukan pihaknya ketika menindaklanjuti laporan terhadap Rizieq Shihab.

“Ada anggapan bahwa ada kriminalisasi di sana. Ini perlu diluruskan, tidak ada kriminalisasi,” kata Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Terlepas benar tidaknya apa yang dilakukan aparat tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap seseorang, yang pasti masyarakat kini sudah mulai paham bahwa penegakan hukum di Negara kita belum sepenuhnya murni karena baiknya tatanan hukum. Upaya penegakan hukum masih dianggap tebang pilih karena hanya berpihak kepada para penguasa, sedangka bagi kaum papa cenderung belum ada perubahan.

Aparat berwenang seharusnya dapat melihat mana persoalan yang betul-betul harus dilakukan mana yang harus dikesampingkan. Jangan sampai mereka disibukkan dengan hal-hal sepele sedangkan kasus besar yang nyata-nyata ada di depan mata dibiarkan berlalu begitu saja tanpa penanganan. (*)


Penulis : Eko
Editor   : Acep Lutvi

Komentar
Memuat...