Kronologi Asmara Wali Kota Kendari Berlabuh di Polda Metro Jaya

0 114

Hubungan asmara Wali Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), Adriatma Dwi Putra (ADP) dengan seorang model seksi Destiya Purna Panca atau Destiara Talita yang akrab disapa Tata saat ini sedang viral dimedia sosial. Saat ini ADP tercatat sebagai terlapor di Polda Metro Jaya. Tata sebagai pelapor mendatangi PMJ pada Selasa (8/8) malam.

Model panas kelahiran Jakarta 23 Desember 1988 ini menuding ADP telah melakukan pencemaran nama baik dan atau penghinaan (pasal 310, 311, dan atau pasal 315 KUHP). Laporan tersebut dibuat oleh Destiya tertera dalam laporan polisi bernomor LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Tanggal 08 Agustus 2017.

Dilansir dari Jawa Pos (08/12). Kasus ini bermula dari perkenalan ADP dan Tata pada tahun 2016 silam, hingga berbuntut kepada hubungan khusus. Pada Juni 2017, ADP berjanji akan menikahinya secara siri. “Harapannya agar hubungan kami sah di mata agama,” ujar Tata di Mapolda.

Termakan janji tersebut, Tata pasrah. Termasuk ketika melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Dia pun memperlakukan ADP layaknya seorang suami, meski pernikahan siri yang dijanjikan belum terlaksana. “Waktu itu saya percaya bahwa nantinya pernikahan siri akan terjadi,” kata Tata.

Walikota Kendari
Kronologi Asmara Tanpa Status Walikota Kendari vs Model Dewasa Ternama

Janji tinggal janji. Menurut Destiya, ADP sulit dihubungi selama Juli kemarin. “Terkesan menghindar, saya mulai panik,” kata Tata.

Pada 14 Juni 2017, dia mengaku masih berhubungan badan dengan ADP di Hotel Marina Bay Sand Singapura. Namun, Dia mulai takut berbadan dua. Pada 8 Juli 2017, Tata kembali mencoba menghubungi ADP. “Saya ingin bicara baik-baik, menanyakan kelanjutan hubungan ini sekaligus menagih pernikahan siri yang dia janjikan,” jawabnya.

Lagi-lagi, ADP tidak merespons. Baru pada 9 Juli 2017 ADP menghubungi Tata. Sayangnya, ADP bukan memberikan solusi terbaik untuk hubungan mereka, namun justru memaki-maki dengan ucapan kotor. “Semua saya rekam di ponsel,” imbuh Tata.

Tak kuat dengan perlakuan tersebut, didampingi dua sahabatnya Destiya akhirnya memilih menempuh jalur hukum, melaporkan kasusnya ke PMJ. “Sebagai perempuan, martabat saya direndahkan,” pungkas Tata. (aml)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.