Kini Terbalik: Guru Menjadi Korban Penganiayaan

0 38
Guru Menjadi Korban Penganiayaan
Guru Menjadi Korban Penganiayaan

Akhir-akhir ini pemberitaan perlakuan guru terhadap murid ramai di jagad media Indonesia. Baru saja di bulan kemarin terkait dengan pencubitan guru di Sidoarjo, yang berujung pada pelaporan guru dan sampai pada persidangan Hajlis Hakim, juga pada putusan 6 bulan ponis penjaranya. Kini kembali muncul beredar lagi, Seorang guru, Dasrul, 45 tahun, dianiaya oknum orang tua siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Makassar. Pelaku yang diketahui bernama Adnan Achmad memukul korban setelah tak terima anaknya. Af (Murid), ditegur dan ditampar pada jam pelajaran di sekolah.

Kronologi Kasus Guru Menjadi Korban Penganiayaan

Dua kasus ini adalah contoh yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita, esensinya sih sama “Untuk mendidik” walau kasusnya berbeda. Yang pertama, bermula Sambudi disidang karena salah satu orangtua murid, Yuni Kurniawan, tak terima anaknya, sebut saja SS, dicubit hingga memar. Ichwan menuturkan kejadian pencubitan itu bermula ketika Sambudi menghukum beberapa siswa SMP Raden Rahmat karena tidak melakukan kegiatan salat Dhuha.

Yang ke dua penganiayaan oknum orang tua siswa terhadap guru akibat kesalah pahaman. Pelaku yang terbawa emosi mendatangi sekolah dan langsung memukul guru anaknya. Dari keterangan sementara, kejadian bermula saat Dahrul menegur Af karena tidak menyetor pekerjaan rumah, lebih jelasnya AF disebut melontarkan kata-kata kotor dan tidak sopan kepada gurunya, yang dibalas dengan tamparan secara spontan. Af menelepon orang tuanya yang kemudian datang dengan emosi dan memukuli sang guru.

Dampak dari Kasus

Wakil Ketua Komisi X DPR Fikri Faqih  sempat menilai, bahwa vonis enam bulan kepada guru SMP Raden Rahmat, Sidoarjo, Samhudi, karena mencubit anak didiknya, akan membuat trauma bagi guru-guru yang lain. “Meskipun vonis itu hukuman percobaan, namun membuat trauma bagi para guru. Karena dampak sosial bagi guru, siswa dan masyarakat akan luar biasa,” katanya. Beliau juga mengatakan, bagi para guru akan membiarkan siswa bandel dan berarti itu adalah ancaman buat siswa lain sehingga suasana sekolah bakal terus gaduh.

Menurut Beliau, kekhawatiran perilaku murid berani kepada gurunya juga bisa terwujud. “Kalau ternyata peristiwa ini murni inisiatif orang tua saja dan siswanya tidak bermaksud menggugat sebagaimana orangtuanya, maka bisa saja dalam kasus Sidoarjo siswanya akan dikucilkan oleh siswa lain, bahkan akan kesulitan mencari sekolah karena resistensi dengan kasus ini,” ujarnya.

Bahkan dari kasus kedua tadi situasi sempat memanas dan Sekelompok  teman siswa di sekolahnya hampir mengeroyok pelaku karena tidak terima sang guru dipukuli. Tapi petugas polisi segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi. “Siswa juga sudah ditenangkan oleh para guru,” kata Azis. Sumber: Merdeka.com, **Kiki Ahmad Bulkini

“ORANG YANG MENDIDIK ANAK-ANAK ITU LEBIH DIHORMATI

DARI PADA ORANG TUA NYA” | ARISTOTELES

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.