Di Kursi Shafa Kayla Kembali Beraksi | Candu Asmara Remaja Part – 10

Di Kursi Shafa Kayla Kembali Beraksi | Candu Asmara Part-10
0 344

Kayla tak mampu memejamkan mata. Pikirannya tak bisa dibwa tidur. Ia malah bergulang guling seperti cacing terkena sengatan matahari panas. Padahal, suasana dini hari itu terasa  menusuk, terlebih di wilayang priangan yang memang memiliki natur suhu yang sangat dingin. Ach aku kacau. Apa mungkin aku harus menggoda laki-laki yang menjadi suami dari adikku sendiri.

Tetapi, sesungguhnya betapa asmaraku sangat membara saat melihat sekujur tubuhmu, Kelvin. Tetapi bagaimana caranya. Akhirnya ia ke luar kamar dan tiduran di sofa rumah yang megah dan luas. Lampupun tidak dia matika. Ia tiduran di sofa dengan pakaian seperti tadi dengan cara yang terlentang. Bedanya, dia tidak memakai celana dalam. Dia membiarkan hanya membalut tubuhnya dengan pakaian tipis-putih yang lembut itu.

Kelvin Larut dalam Bayangan Asmara

Di waktu yang sama, Kelvin yang hampir tiga minggu tidak melakukan hubungan suami istri dengan istrinya itu, karena hamil tua, juga sama. Ia berada dalam tingkat kepentingan asmara yang demikian tinggi. Terlebih ia menyaksikan bagaimana penampilan Kayla tadi, kakak iparnya yang jauh lebih cantik dan lebih sintal dibandingkan dengan adiknya, yang menjadi istrinya itu, memakai pakaian putih yang sangat tipis. Ia memakai pakaian yang tembus pandang. Ia tidak tahan … Ah tidak mungkin. Ya Allah lindungilah aku pinta Kelvin pelan.

Akhirnya ia beranjak dari kasur memutuskan untuk mandi, dan berencana untuk melaksanakan shalat tahajud dan shalat subuh. Hanya sayang, handuknya tidak ada. Akhirnya Kelvin mencari handuk dan ke luar dari kamar. Tanpa diduga oleh Kelvin, Kayla sedang merebah di sofa ruang tamu. Sofa besar yang biasa dipakai mertuanya kalau nonton tv, dipakai tidur oleh Kayla dengan pola terlentang. Kelvin tak tahan untuk tidak melihat beberapa saat suatu penampilan yang telah mengganggu hatinya selama kurang lebih 15 menit dalam kasurnya itu.

Dalam lamunan pendeknya itu, Kelvin membayangkan bagaimana bergairahnya Kayla jika melakukan hubungan suami istri bersamanya. Ia terus membayangkan dan hampir melumatkan semua rasa kelelakiannya meski tanpa harus melakukan hubungan suami istri. Kayla tahu kalau Kelvin sedang menatapnya dengan tajam. Ia pura-pura tidur dengan lelap dan membayangkan bagaimana kalau Kelvin menjamu dirinya dalam jamuan asmara yang dirindukannya. Adzan subuhpun dikumandangkan. Suara adzan terdengar sayup-sayup dari jarak yang sangat jauh.

Kayla dan Kelvin Bercumbu Penuh Irama

Dengan sangat tenang, Kelvin akhirnya mendekati Kayla untuk membangunkannya dan memintanya agar bangun tidur karena adzan tiba atau meneruskan tidur dikamarnya. Ia mendekatinya dengan pelan. Tetapi, ketika dia memegang tangannya dalam kepentingan membangunkan itu, tiba-tiba tangan Kayla memegang tangan Kelvin dengan lembut namun sangat kuat. De … dekaplah aku, kata Kayla. Digusurnya tangan Kelvin dan dipeluknya dengan erat. Lalu mereka bercumbu.

“Semula Kelvin mengatakan: “Teh jangan … “. Teteh kan kakaknya istriku. Aku takut … tetapi, Kayla menahan mulut Kelvin dan mengatakan sssst … nanti siang kau kembali menjadi adikku. Sekarang … kau adalah kekasihku. Kelvin yang sudah tiga minggu tidak hubungan suami istri itu, kemudian menumpahkan semua hasratnya kepada Kayla. Mereka kemudian terbang ke alam keindahan yang tak pernah diduga sebelumnya oleh Kelvin. Inilah sofa sejarah bagi Kelvin, tetapi, inilah sofa di mana Kayla banyak melakukan aksi asmaran bersama laki-laki lain sebelumnya.”

Ketika mereka sudah puas, Kayla mengatakan, terima kasih Kelvin. Suamiku tak pernah mampu melayani hubungan semacam ini, layaknya kamu melayaniku. Kelvin sebenarnya bahagia. Namun karena waktu, tempat dan suasana yang tak kuduga, ia meneteskan air mata duka. Iya teh … maafkan aku.  By. Charly Siera — Bersambung

Komentar
Memuat...