Kyai-kyai Terlaporkan ke Polisi

0 41

Kyai-kyai Terlaporkan ke Polisi. Marsidi Nadam. Itulah sahabat saya dari Medan. Alumnus Gontor dan fanatik akan keberhasilan Gontor. Anaknya, juga sekolah plus mesantren di Gontor. Saat ini ia tinggal di Kota Tasikmalaya. Tentu dekat dengan rumah saya.

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya periode 1993-1994 ini, sempat juga menjadi Kepala Cabang BSM di Kota Santri itu. Apa yang menarik dari sosok ini? Ternyata ia tidak tahan untuk tidak berkomentar atas situasi kebangsaan hari ini. Terlebih ketika ternyata pidato salah seorang pimpinan Gontor saat acara reuni Gontor Abu Sittin di Hotel Aster Batu, malang 3-4 Mei 2017, ada yang berniat melaporkannya kepada polisi.

Dalam akun Face Book-nya, ia mengirim skrip pernyataan kyainya itu. Inilah butir kalimat yang disampaikan Kyai Hasan Abdullah Sahal itu, saat reuni berlangsung:

“Kalau seperti sekarang ini hati kita tidak terpetik, umat Islam tidak tersentak dalam arti marah, perlu sunat lagi. Perlu baca syahadat lagi. Mandi lagi untuk masuk Islam”. Tampaknya tidak sampai di situ. Dengan semangat Kiai Hasan juga menyoroti para pembela penista Al Quran [Ahok] di Indonesia. Ia menyatakan: “Tidak kecewa ayat al Quran diganggu, syahadatnya batal.” Pondok pesantren moderen Gontor, sebagai lembaga pendidikan dan tidak berpolitik. “Gontor tidak berpolitik. Pondok ini, mendidik orang-orang berpolitik dengan baik. Berdagang dengan baik, bekerja dengan baik, menjadi birokrat dengan baik. Menjadi rakyat dengan baik. Menjadi advokat atau pengacara juga baik itu kerjaan Gontor”

Urung Dilaporkan

Kalimat itulah  yang membuat  Koordinator Loyalis Jokowi, Sukardiman Sungkono berniat melaporkan kyai Sahal ke Polisi. Dalam laman di Suara Nasional 7 Juni 2017, Sungkono menyatakan: “Saya sudah lihat ceramah Kiai Hasan Abdullah Sahal tentang syahadatnya batal melihat umat saat ini. Kalimat ini, menurutnya sangat provokatif.” Pernyataan Sungkono disampaikan pada Jumat (2/6-17).

Masih dalam Jurnal Suara Nasional, disebutkan [5/6] bahwa ternyata Sungkono urung melaporkan. Mengapa? Bukan karena takut atau apa-apa, ternyata karena ia jatuh di WC dan mengalami stroke akut. Hal ini, disampaikan Kurniawan, salah seorang anaknya, yang meminta untuk tidak mempublikasikan ayahnya yang sedang terbaring dirawat di rumah sakit. “Saya minta doanya untuk kesembuhan ayah”. Kurniawan lebih lanjut mengatakan, bahwa untuk menjalankan roda organisasi Loyalis Jokowi, saat ini dipegang Jubirnya yaitu Sujono Kertonegoro.

Saya tidak tahu, apakah Mas Marsidi Nadham akhirnya, malah harus ikut mendo’akan Sungkono agar segera kembali sembuh. Team Lyceum Indonesia

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.