Inspirasi Tanpa Batas

SPONSOR

SPONSOR

Laki-laki Jangan Mudah Bosan dan Perempuan Jangan Bilang Playboy

0 1

Konten Sponsor

Laki-laki Jangan Mudah Bosan dan Perempuan Jangan Bilang Playboy- Laki-laki itu senang bermain sementara perempuan suka hal yang serius. Tipikal laki-laki dalam melakukan komunikasi lebih mengedepankan strategi yang piawai memikat publik. Bagaimana publik terpesona dan terbawa oleh ide menarik dalam cerita kehidupan yang ia ungkapkan. Sementara perempuan cenderung bicara apa adanya dan penuh harap bahwa publik akan mengakui ceritu itu sesungguhnya ‘ia’.

Keunikan Laki-laki dan Perempuan dalam Pergaulan

Dalam konteks pergaulan laki-laki dan perempuan, tingkat remaja dan dewasa, sering ditemukan keunikan. Keunikan ini dilihat dari cara komunikasi laki-laki ketika menyampaikan pesan hati kepada si perempuan. Pada umumnya, kesan laki-laki menginginkan bahwa apa yang dia tampilkan dalam wujud performanya adalah satu tindakan yang dapat menarik perhatian bagi semua perempuan. Penampilan laki-laki dalam berbicara, bersikap dan bertindak senantiasa berpatokan pada bagaimana perempuan sebanyak mungkin dapat menyukainya. Hal ini wajar bagi manusia baik laki-laki maupun perempuan.

Namun, yang dikatakan unik di sini adalah bahwa laki-laki berkecenderungan menginginkan untuk dekat dengan lebih dari satu perempuan. Dalam konteks pertemanan kerja, pertemanan sosial dan komunikasi publik. Status seorang laki-laki biasanya akan menjadi hal yang tersembunyi di depan publik. Hal ini menghindari tanggapan perempuan-perempuan lain menjaga jarak untuk melakukan komunikasi kepadanya. Sehingga, untuk menghapus status apapun adalah pilihan bagi laki-laki. Di mesdia sosial, laki-laki sangat suka menyembunyikan status nya, apakah sudah punya hubungan, pacaran, atau menikah. Mereka berkecenderungan memilih status ‘lajang’ atau ‘kosong’. Layaknya trap laba-laba, laki-laki seperti ini menggunakan strategi trap laba-laba. Siapapun boleh masuk ke hatinya dan mengoleksinya.

Sementara, tipikal perempuan cenderung menginginkan sesuatu apa adanya. Berkenalan dengan seorang laki-laki yang serius untuk menemani ngobrol, curhat, bahkan teman hatinya dalam kondisi apapun. Tindak lanjut dari komunikasi ini, perempuan berharap pada tingkat keseriusan yang lebih serius, memastikan diri untuk menjadi pasangan hidupnya kelak. Perempuan adalah makhluq serba praktis. Mereka menginginkan serba pasti dan kepastian itu perlu bukti nyata. Sehingga, unsur pragmatis praktis adalah pilihan yang disukai perempuan. Wajar, ketika seorang perempuan merasa bangga mencantumkan status ‘hubungannya’ di media sosial dengan laki-laki yang ia anggap dekat dan siap serius dengannya. Inilah salah satu perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Siapa yang penakut?

 

Laki-laki lebih suka menunggu?

Dalam pola hubungan orang dewasa, laki-laki memiliki keleluasaan lebih dalam menentukan keseriusan terhadap si perempuan yang sedang dekat dengannya. Laki-laki lebih menyukai menunggu waktu yang agak lama dalam memutuskan kepastian untuk ditindaklanjut ke jenjang pernikahan atau tidak. Konyolnya, tipikal laki-laki seperti ini biasanya pintar mencari alasan untuk menghindari tuntutan serius dari perempuan yang dekat dengannya. Laki-laki seperti ini lebih suka dengan konsep TTM (teman tapi mesra).

Berbeda dengan perempuan, ia selalu menghitung usia dirinya dan lamanya waktu berkenalan. Perempuan cenderung selalu mengingat dari mulai kapan kenalan dengan laki-laki, bagaimana respon laki-laki tersebut dengan sikap dirinya, apakah laki-laki itu pantas untuk dijadikan pacar, jika layak dijadikan pacar apakah layak pula untuk ditindaklanjut untuk menjadi calon suami dalam rumah tangga nanti.

Laki-laki memang suka bermain dan perempuan memang suka serius. Jika perempuan susah didekati, maka laki-laki serius mengejarnya, namun jika perempuan sudah dapat dikejarnya, laki-laki suka bermain lagi untuk mengejar perempuan berikutnya. Tipikal laki-laki ini harus dihindari oleh perempuan. Jangan terjebak dengan ungkapan romantis dan sok seriusnya. Lihat latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga dan latar belakang ekonomi si laki-laki itu.

Yang penakut itu adalah laki-laki pada kebanyakan kasus. Megapa demikian, karena kematangan hormon laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan cukup jauh. Sehingga ketika pacaran yang sama usia antara laki-laki dan perempuan kecenderungan kurang saling memahami. Laki-laki masih senang bermain sementara perempuan sudah ingin serius.

Yang mana laki-laki masa depan itu?

Laki-laki masa depan itu adalah mereka yang tidak sekedar memberikan mimpi kebahagian di masa mendatang saja namun ia juga sedang memulai tahapan action apa yang dijadikan impiannya di masa yang akan datang. Laki-laki idaman itu yang senantiasa mampu menjamin kebahagiaan pasangannya nanti dengan menjual potensinya bukan ucapannya. Laki-laki yang memiliki potensi biasanya memiliki penampilan sederhana, biasa saja, dan termasuk tipikal yang bukan public figur awalnya. Seorang laki-laki yang ganteng dan perlente biasanya hanya mengedepankan elitis dan promosi visual semata, tidak pada esensi diri hanya eksistensi diri. Namun, tidak berarti bahwa laki-laki yang ganteng dan perlente semuanya tidak punya komitmen.

Laki-laki masa depan juga dapat dilihat dari tiga syarat yang harus dimilikinya; pertama, ia selalu merancang mimpi-mimpinya yang harus dicapai. Kedua, ia selalu bekerja dengan target waktu. Ketiga, ia selalu berjalan dalam potensinya, tidak euforia dengan kehebatan orang lain. Dari ketiga syarat tadi, seorang laki-laki dapat terukur dari segi komitmen dalam menjaga hubungan untuk dilanjutkan ke arah masa depan.

Lalu, kalau perempuan masa depan seperti apa?

Perempuan masa depan itu mereka yang dalam komunikasi dengan pasangannya tidak selalu mengatakan “ga mau tau”, “pokoknya aku”. Tipikal perempuan ini tidak bisa diajak kompromi untuk menjadi teman hidup serius di masa mendatang. Perempuan ini termasuk bukan manusia masa depan. Karena ia selalu memiliki persepsi bahwa laki-laki harus memenuhi segala keinginannya tanpa harus tahu keluh kesahnya. Perempuan tipe ini akan sangat mudah didapat oleh laki-laki manapun dan sangat mudah pula untuk melepas atau menyudahi hubungan dengan laki-laki manapun. Perempuan tipe ini selesai dengan apa yang dilihat olehnya, penilaian terhadap laki-laki selesai dengan penampilan luar, bukan potensi abadi.

Perempuan tipe ini memilki nilai rendah di mata laki-laki yang sudah sadar akan trap nya. Kelebihan perempuan tipe ini adalah mengedepankan gaya, penampilan modis dan sosialita. Karena persyaratan untuk memikat laki-laki, mereka memiliki kriteria tersebut. Tipe ini akan mengalami kesulitan di kemudian hari. Kepastian pasangan hidup dan kepastian membangun rumah tangga yang baik akan sulit dengan keadaan demikian. Ukuran kebahagiaan bagi perempuan seperti ini hanya pada aspek pemenuhan kebutuhan ril, kekinian, trend dan ketenaran.

Sementara perempuan masa depan itu mereka yang senantiasa mampu menemukan laki-laki melalui pengenalan potensi, menjaga potensinya dan memberikan solusi untuk menguatkan potensinya. Ia yakin bahwa laki-laki yang memiliki potensi saja yang mampu menjamin kesejahteraan hidup di masa mendatangnya. Perempuan masa depan adalah perempuan yang mampu berpikir hari ini dan bertindak hari ini untuk kebahagiaan di masa mendatang. Hanya mereka yang paham tentang sebuah proses kehidupan yang mampu menemukan dan mandapatkan kebahagiaan lebih lama di masa mendatang.


foto-nanan-abdul-mannan

Tentang Penulis

Nanan Abdul Manan, lahir di Kuningan tanggal 11 Februari 1982. Penulis adalah Dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan. Untuk mengetahui lebih lengkap Lihat Biografi Lengkapnya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar