Laki-laki Lain dalam Asmaraku | Candu Asmara Remaja Part – 5

33 298

Novel Candu Asmara Part-5. Hari berganti. Sama dengan malam terus bergantian. mereka berlomba berganti waktu. Tidak terasa, waktu sudah dua bulan berlalu pasca aborsi Kayla di kaki gunung Salak. Buah cinta yang dihasilkan Kayla bersama Fredy mengakhiri hidupnya tanpa sempat menyaksikan dunia yang penuh kepalsuan.Kayla menampakan diri kembali seperti gadis biasa. Hanya saja, ia tidak seperiang seperti masa lalu sebelum kehamilannya.

Indra dan Shofia,  mengirimkan Kayla ke sekolah swasta. Ia diminta untuk kembali meneruskan pendidikan lanjutan tingkat SLTA. Ia masuk ke kelas 2 dengan cara dipaksakan melalui seorang pamannya yang bekerja di luar kota. Kayla masuk ke SLTA Swasta yang menggunakan model boarding school. Suatu sekolah yang sangat mirip dengan pesantren moderen.

Pakaian Kayla saat mengikuti pendidikan di SLTA Swasta ini berubah total. Banyak pakaian yang sebelumnya ketat, berubah menjadi sangat longgar. Warna baju yang biasanya bercorak. tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat, Menutupi seluruh tubuhnya selain muka dan telapak tangan. Kakinyapun selalu memakai kaos kaki.

Al hasil, sekolah ini berhasil mengubah pakaian Kayla. Kalau sewaktu di SMAN Pavorite Bandung, ia terkesan sangat seksi dengan pakaian yang juga cukup ketat, tetapi, kali ini, ia begitu tampak sangat Islami. Pakaiannya telah menutupi seluruh tubuhnya. Hanya muka dan telapak tangan yang tetap terbuka. Selebihnya, semuanya tertutup dengan pakaian yang sangat longgar.

Disayangkan, pakain Kayla yang berubah seperti itu, ternyata tidak dengan perasaan dan hatinya. Kayla tetap menancapkan hati dan pikirannya pada kekasihnya, Fredy. Meski orang tuanya dengan susah payah berupaya untuk membuat Kayla berada dalam tingkat kesadaran tinggi akan kesalahannya di masa lalu, Kayla ternyata menyimpan api asmara yang dalam dan tak mungkin dalam pikirannya untuk dipadamkan, kecuali jika kematian menghampirinya.

Pikiran Indra dan Shofia yang menganggap bahwa Kayla telah sadar, ternyata tidak sesungguhnya nyata. Kesalahan pikiran Indra dan Shofia, menyebabkan Kayla tetap diberi fasilitas HP. Orang tua Kayla masih memberi kebebasan kepadanya untuk memegang HP seperti layaknya siswa/i lain di sekolah di mana Kayla belajar.

Baca Juga :  Candu Asmara Remaja Part-1

Bulan-bulan pertama di Boarding School ini, Kayla hanya menghabiskan waktunya untuk menelephon dan meng-sms- kekasihnya Fredy. Suasana sekolah yang berada di puncak gunung, telah membuat suasana bathinnya menjadi sangat dingin. Di tempat yang sejuk seperti itulah, Kayla memiliki nalurinya sendiri sebagai manusia biasa.Secara psikologi, mereka yang pernah melakukan hubungan suami istri, memang akan lebih mudah terangsang akan simulasi dirinya, dibandingkan dengan mereka yang sama sekali belum melakukan hal yang sama. Bayangan kemesraannya bersama Fredy, terus menerus membayangi dirinya dalam berbagai suasana.

Di sekolah ini, ungkapan kata cinta dan kerinduan Kayla kepada Fredy tak pernah surut. Ia terus menerus dan tak pernah berhenti mengirimkan pesan kerinduan dan keinginannya untuk bertemu dengan Fredy. Sewaktu-waktu, Kayla sendiri merasa kehangatan hidup bareng bersama dengan Fredy tak mampu ia lupakan. Ia hanya memiliki satu kalimat, yakni ingin mengulang dan mengulanginya lagi. Mengulangi percumbuan dan belaian kasih sayang yang tak pernah ia lupakan untuk Fredy selamanya.

Dalam salah satu sms, Kayla mengatakan: Fredy, aku kangen … aku ingin bertemu kamu dan kembali bercumbu. Aku tidak kuat untuk terus menerus memendam semua rasa yang kumiliki. Kamu akan merasakan bagaimana suasana seperti membelenggu jiwaku. Sejujurnya, aku tak ingin study. Aku hanya ingin selalu berada dalam peluh desah kasih sayangmu.

Sikap Kayla yang demikian, telah menyebabkan ia menjadi penyendiri dan pelamun. Ia menjadi tidak memiliki kemampuan bergaul dan cendeung tidak memiliki nafsu makan yang baik. Akhirnya, karena ia jarang makan, ia menjadi sering sakit-sakitan. Karena sakitnya tak kunjung sembuh dan sering minta pulang, Indra dan Shofia kembali memindahkan anaknya itu ke sekolah lain yang lebih sederhana dan lebih longgar. Indra dan Shofia kembali terjebak dalam perasaannya sebagai orang tua.

Kayla tetap membawa alamnya yang nakal. Perasaan dan cinta Kayla kepada Fredy semakin menggila. Di tempat inilah, Kayla dapat dengan bebas bukan hanya sekedar telephonan atau nge-sms-an, tetapi, bahkan janjian untuk bertemu dengan Fredy. Akhirnya … dalam waktu-waktu tertentu, Kayla mengharuskan dirinya untuk bertemu dengan Fredy. Terlebih saat liburan berlangsung. Tak ada waktu libur yang tidak digunakan untuk menjumpai Fredy dan tentu bersamanya cumbuan dan berbagai praktik seks bebas mereka lakukan dimanapun mereka suka.

Berbeda dengan saat mereka di masa lalu, yang melakukan hubungan suami istri tanpa pertimbangan kesehatan, kali ini kemesraan mereka dibalut dengan pengetahuannya yang baik tentang kesehatan reproduksi. Mereka melakukan hubungan suami istri di manapun mereka suka. Tetapi, baik Kayla maupun Fredy selalu menyelipkan kondom dalam dompetnya. Sehingga sebetapapun seringnya Kayla dan Fredy melakukan hubungan suami istri, Kayla tetap tidak mengandung.

Asmara itu benar-benar Candu

Kayla menjadi demikian pandai mengelabui orang tuanya. Sedikitpun Indra dan Shofia tidak tahu kalau Kayla masih menjalin asmara dengan Fredy dalam kurun waktu yang sangat panjang. Sampai kemudian, Indra tahu ketika akhirnya Kayla benar-benar putus asa, setelah mengetahui kalau Fredy ternyata memiliki pacar lain selain dirinya. Ia merasa bukan hanya sekedar kehilangan harapan, tetapi, juga kehilangan segala hal yang dimlikinya. Kayla tahu, ternyata segerombolan pemuda yang dulu dipukuli Fredy adalah mereka yang disuruh Fredy untuk mengelabui Kayla tentu saja. Tujuannya, agar Kayla tahu kalau Fredy adalah pembela yang baik. Betapa luka hati Kayla ketika laki-laki yang dulu membuatnya ketakutan dan membuatnya jatuh kepada Fredy, ternyata teman-teman Fredy sendiri. Ia mengetahuinya, justru saat Kayla menemukan Fredy dengan pasangannya yang lain dan membiarkan Kayla termangu dalam kesendirian.

Dalam segenap keputusasaan itu, Kayla akhirnya, memainkan peran lain sebagai sosok wanita yang benar-benar nakal. Ia menerima semua laki-laki yang datang menjumpainya dan memintanya untuk pacaran, dilayaninya hanya membuat setiap laki-laki sakit hati. Ia memiliki banyak pacar dan tugasnya hanya untuk menyakiti hati laki-laki yang datang kepadanya. Ia memutuskan berhenti dari sekolah dan mengkonsentrasikan diri hidup bersama Indra dan Shofia di rumahnya. Indra dan Shofia sendiri tidak lagi peduli akan masa depan Kayla, karena, ia memilih untuk drop out dari sekolah menengah atas.

Di tengah sejumlah laki-laki yang datang kepada Kayla, selalu saja ada laki-laki yang datang dengan tulus mencintai Kayla. Wajahnya sangat ganteng. Sebab meskipun Kayla tidak lagi gadis, karena usianya masih sangat muda, ia tetap kelihatan sangat cantik. Laki-laki yang datang dengan penampilan yang selalu parlente itu, akhirnya memasuki bathin terdalam Kayla. Kayla merasa kembali memperoleh cinta tulus. Karena rasa seperti itulah, Kayla akhirnya kembali mempersembahkan permintaan laki-laki itu, ketika suatu malam, di rumahnya yang sepi, di sofa kursi rumah depan, saat orang tua Kayla sedang pelesiran ke luar kota, merelakan tubuhnya untuk dipeluk, dicium dan dicumbu, sampai kemudian, akhirnya mereka melakukan hubungan badan yang tidak syah dalam peluh nafas asmara yang demikian menggoda.

Malam Pertama Kayla dengan Rayhan

Laki-laki yang bernama Rayhan itu, membawa Kayla ke puncak asmara. Di samudera cinta dan ke dalaman rasa yang dimiliki keduanya, mereka mengangkasa dan terjatuh dalam buaian asmara. Itulah malam pertama Kayla dengan Rayhan. Kebetulan, di waktu itu, Kayla sedang Haid meskipun darahnya keluar sedikit. Jadi seolah-olah Rayhan menikmati malam pertama dengan darah keperawanan Kayla.

Saat Rayhan melihat ada percikan darah dalam Sofa ruang tamu Kayla dan percikan darah dalam kain yang membungkus tubuh Kayla, Rayhan berkata: “Kayla, terima kasih … dulu aku ragu jika kamu masih perawan. Malam ini, aku melihat sendiri, kau mengeluarkan darah keperawanan. Malam ini, akhirnya aku percaya, kamu masih perawan. Terima kasih kau hanya memberikannya untukku”. Dengan suara parau dan meneteskan air mata kecil, Kayla berkata: “Rayhan … terima kasih”. Di bathinnya ia bergolak, jika darah itu adalah darah haidnya. Aku kasian sama kamu Rayhan, bathin Kayla berkata. Aku hanya memainkan irama seks ini, agar kau tak sadar bahwa sesungguhnya aku tak lagi perawan.

Rayhan melihat muka Kayla yang menangis itu, berpikir kalau Kayla menangis karena hilang keprawanannya. Karena itu, ia berkata: “Kayla, jangan sedih, aku bertanggungjawab atas perbuatan ini.” Kamu jangan takut. Dipeluk dan didekap Kayla dengan hangat. Mereka juga asyk berdua dan terus satu sama lain, keduanya berpelukan dalam cengkraman asmara. Tanpa terasa, setelah minuman dan makan cemilan habis di meja mereka, entah mengapa, mungkin karena mereka masih mudah, hubungan itu, meski berselang satu jam, kembali bangkit. Mereka kembali memadukan desah asmaran dalam irama permainan yang tak pernah Rayhan duga sebelumnya. Setelah permainan kedua di malam pertama itu, Rayhan pulang sekitar pukul 10 malam. Tubuhnya hampir gontai kehilangan energi. Dikecup kening Kayla lalu ia berlalu.

Setelah malam itu, Kayla bersama Rayhan, akhirnya terus memadu kasih di manapun mereka suka. Mereka memadu kasih seperti ketika ia memadu asmara dengan Fredy. Hampir satu tahun jalinan cinta kasih itu dibangun mereka, sampai kemudian mereka dipaksa menikah, karena Kayla diketahui telah hamil dengan usia kandungan hampir tujuh bulan.  By. Charly Siera –bersambung–

  1. Andriyani berkata

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Dalam novel candu asmara remaja khususnya part 5 ini sangat memiriskan hati pembaca mengapa orang tua tidak sepenuhnya mengontrol anak sedihnya lagi di usia tokoh kayla yang masih sangat muda masih bimbang masih labil dalam mengabil tindakan maupun langkah ke depan yang ia ikuti adalah hawa nafsunya bukan kata hatinya, seharusnya disini orang tua menjadi penjaga, menjadi benteng, menjadi sandaran bagi seorang anak, yang ketika anak salah orang tua membenarkan menjadi peneduh disaat kegersangan hati dan fikiran yang berkecamuk jangan sampai kesalahan yang dulu tidak terulang kembali atau bisa menjadikan problem yang dulu menjadi pelajaran untuk ke depan, dan mungkin pada part 5 ini kemistri antara anak dan orang tua tidak terjalin dengan baik dan tidak ada sentuhan rohani bagi keduanya

  2. Anton Mulyono berkata

    Pendidikan berperan penting bagi sebuah keluarga. Boleh kita bermain asmara tapi dari hal yang positif, seperti asmara lah yang membuat kita rajin dalam hal sesuatu demi kebaikan. Untuk bisa lepas dari belenggu asmara memang susah, tapi jangan dijadikan hal seperti itu untuk selalu terpuruk dan mulailah memperbaiki diri dari jerat asmara yang mencandu. Memperbanyak mencintai Allah dan Rasul nya merupakan langkah bijak untuk kita menghindari candu asmara.

  3. Merlindia Widia Ningsih berkata

    Dalam part 5 ini, peran orang tua Kayla sudah Baik karena sudah menyekolahkan Kayla ke pondok pesantren. Bukan berarti dengan cara Kayla dikirim ke pondok pesantren ia akan merubah penampilannya, akan tetapi kayla malah mengulangi kejadian yang pernah ia lalukan dulu. Karena jika orang sudah kecanduan maka seterusnya ia akan kecanduan.

  4. Wahyuni Wati Nengsi MPI A smt 3 berkata

    Peran orangtua dalam mendidik anak tidak cukup hanya menyekolahkan anak ketempat baru, dengan adanya lingkungan baru, sekolah baru, anak perlu beradaptasi, berproses, untuk lebih baik. Disini seharusnya orangtua bisa lebih memperhatikan keseharian anaknya.

  5. FATLIKHA WATI berkata

    Assalamualaikum wr wb
    Pada dasarnya pendidikan karekter harus di perhatikan dalam aspek perilaku ,budi pekerti ,sopan santun , dan keimanan.meskipun kayla di tempatkan di tempat yang berbeda tetap akan sama, jadi karakter /watak merupakan sifat batin yang tampak mempengaruhi segenap pemikiran , perilaku dan tabiat yang di miliki manusia lainnya.

  6. Muhamad Hananda berkata

    Di dalam part 5 ini Kayla d masukan ke dalam lembaga pendidikan swasta ,lembaga pendidikan ini layaknya pesantren modern ,setelah dimasukan k dalam lembaga tsb kayla mengalami perubahan dalam berpenampilan. Namun perubahan tsb tidak dibarengi dengan perubahan aklhak dan tingkah lakunya karena kayla terjerumus lagi kedalam hal yg negatif .,

  7. Muhamad Hananda berkata

    Di dalam part 5 ini orang tua kayla memasukan kayla kedalam salah satu lembaga pendidikan seperti halnya pesantren modern, disana Kayla mengalami perubahan dalam hal berpenampilan, namun tidak di ikuti dengan perubahan akhlak dan tingkah laku nya ,sehingga Kayla terjerumus lagi kedalam hal yg negatif. Dalam hal ini seharusnya orang tua juga harus selalu memantau perkembangan anaknya agar bisa menjadi pribadi yg lebih baik lagi .

  8. haniza mariana berkata

    part 5 ini menjelaskan bahwasanya jangan sampai terlalu mencintai seorang lakai2 karena akan terjafi seperti di paft 5 ini akan melakukan hubungan seksual dan akan terus menerus melakukan seks… Karena kayla ini sudah terlalu mempunyai hasrat yang besar terhadap fredy

  9. Musfiq Hadining Amrullah berkata

    Asslamualaikum wr.wb
    Setelah saya membaca part 5 ini saya dapat mengambil pelajaran bahwa setelah anak berbuat kesalahan yang fatal sebaiknya orang tua tidak menyerahkan pendidikan langsung kepada sekolah tampa di sampaikan pendahulu pendidkan dirumah dan pengawasan yang lebih ketat.karena sebaik baiknya pendidikan adalah berawal dari keluarga .

  10. Rismawati berkata

    Akhlak seseorang tidak dilihat dari apa yang ia kenakan atau berpakain akan tetapi, dilihat dari dalam hatinya seseorang itu sendiri. seharusnya orangtua tetap mengontrol kegiatan yang kayla lakukan. Karena kayla sudah melekat dengan pergaulan bebas dan akan susah untuk berubahnya. Karena itulah orangtua harus benar” mengontrolnya.

  11. Nur Iqrima berkata

    Dalam part ke 5 ini,
    Awalnya orang tua sudah cukup baik, menyekolahkan anaknya ke ranah keislamian yg cukup ketat, gaya berpenampilan kayla juga sudah mencerminkan kalau dia sedang studi di dalam pesantren tersebut, namun dari penampilan pun tak cukup merubah semuanya ke awal yg baik lagi, halusinasi kayla tetap saja tentang fredy. Kebiasaan kayla muncul kembali, yaitu mulai mengelabui kembali orang tuanya demi hanya untuk menghubungi, menemui, dan mengulang memadu kisah yg di masa kelam itu di mana saja.
    Sebenarnya, peran orang tua sudah cukup baik namun melihat kayla yg dianggapnya sudah sadar daru masa lalunya, lalu mereka mengulang lagi kesalahan yang pernah di lakukannya di masa yg kelam. Yaitu, membebaskan kembali kayla dengan dunianya dan orang tuanya juga sibuk dengan dunianya. Yang pada akhirnya, orang tua menikahkan kayla dengan seorang laki” yang di pilih kayla yang dirasa memikat hasrat,dan gairah kyla kembali namun tidak sebahagia dengan fredy.

  12. Danty Adi Sudarno Jafar berkata

    Pelajaran yang saya dapat ialah, jika seorang perempuan yang masih suci harga dirinya, kemudian harga dirinya itu disentuh oleh laki-laki untuk melakukan hubungan suami-istri diluar pernikahan maka hasilnya ialah perempuan akan kecanduan yang berlebihan.

  13. Nisa berkata

    Assalamu’alaikum.
    Pendidikan yang diberikan orangtua Kayla terhadapnya dengan menyekolahkan Kayla ke sekolah yang membuat nya berubah, seperti dalam hal berpakaiannya yang menjadi semakin tertutup dengan balutan hijab yang longgar. Tetapi hal itu terjadi pada lahiriah nya saja, dalam batiniahnya, Kayla masih sama seperti dulu, masih merindukan sosok kekasih di masa lalu nya yang kelam itu. Hal ini harus diperhatikan, untuk dapat merubah seseorang yang buruk menjadi baik itu butuh proses yang sangat panjang, sehingga diakhir dapat membuahkan hasil yang baik. Dalam bagian ini, meski awalnya terdapat perubahan pada diri Kayla, tetapi kisah masa lalu nya yang masih mengahantuinya membuat ia kembali untuk melakukan hal tersebut.

  14. Nurul Faridah berkata

    Sebaiknya kita tidak harus mudah percaya dengan omongan orang lain, bisa saja orang itu pandai sekali dalam berbicara tentang sesuatu tetapi tidak bisa atau bahkan tidak sama sekali melakukan sesuatu sesuai dengan yang di bicarakannya. Dan kurangnya perhatian orang tua, seharusnya walaupun anaknya tinggal di tempat yang aman sebagai orang tua tetap mengawawasi anaknya

  15. ikbal pauji berkata

    dalam part ke 5 ini, orang tua hanya memainkan peran sebagai fasilitator, dan kurang action dalam lakon pengkontrol pendidikan. bisa dilihat dengan jelas, mereka sepenuhnya menyerahkan kayla kepada lembaga pendidikan formal berbasis islam, dengan berharap kayla bisa berubah, akan tetapi kontrol orang tua utk memantau perkembangan psikis dan mental serta perubahan kayla itu sangat minim..

  16. Irfan Sahroni berkata

    Dari novel candu asmara part 5 peran kedua orang tua sudah baik menyekolahkan kayla kesuatu sekkolah yang sangat mirip dengan pesantren modern, tetapi sayangnya kedua orarng tua tidak memperhatikan keseharianya kayla. Sehingga kayla terjerumus lagi kedalam skap dirinya yang nakal yang dulu pernah kayla lakukan yaitu pergaulan bebas.

  17. Muhammad Ghowtsul Alam berkata

    sifat dan kepribadian seseorang akan sulit dirumah jika sudah benar-benar menjadi sebuah kebiasaan. bahkan akan menjadi kecanduan untuk selalu melakukan kebiasaan itu. seperti halnya kayla yang selalu melakukan kebiasaan yang tercela itu. seharusnya dibelajar dan evaluasi dari apa yang telah terjadi dari kebiasaan yang dia lakukan itu. jika sudah seperti itu dia harus mampu dan menerima semua konsekuensinya.
    hal ini bukan sepenuhanya salah kayla, karena orang tua kayla juga masih kurang atau bahkan belum bisa untuk menjaga dan mendidik kayla.

  18. Siti maryatul qibthiyah berkata

    Di kutip dari novel di atas sebagai wanita itu seharusnya jangan mudah mempercayai seseorang apalagi ngasih hal yang sangat berharga dalam hidupnya,disini kayla sebagai anak yang masih mencari jatidirinya kadang tingkat emosional kadang naik kadang turun dan kadang naik disini peran orang tua harus bisa tegas dan memahami keadaan anaknya.kayla sudah melakukan hal yang fatal dalam hidupnya sehingga kesalahan itu menjadikan kebiasaan bagi kayla,padahal perbuatan itu sangat menyimpang dari ajaran agama.jadi walau bagaimanapun kayla di rubah oleh orang tuanya agar menjadi orang yang lebih agamis jika dalam dirinya masih terlintas bayang-bayang masa lalu yang bernah dia perbuat dengan ke kasihnya  itu akan sangat sulit di rubah.kecuali kesadaran dan keinginan dia untuk berubah lebih baik lagi.

  19. Siti maryatul qibthiyah berkata

    Di kutip dari novel di atas sebagai wanita itu seharusnya jangan mudah mempercayai seseorang apalagi ngasih hal yang sangat berharga dalam hidupnya,disini kayla sebagai anak yang masih mencari jatidirinya kadang tingkat emosional kadang naek kadang turun dan kadang naik disini oeran orang tua harus bisa tegas dan memahami keadaan anaknya.kayla sudah melakukan hal yang fatal dalam hidupnya sehingga kesalahan itu menjadikan kebiasaan bagi kayla,padahal perbuatan itu sangat menyimpanh dari ajaran agama.jadi walau bagaimanapun kayla di rubah oleh orang tuanya agar menjadi orang yang lebih agamis jika dalam dirinya masih terlintas bayang" masa lalu yang bernah dia perbuat dengan ke kasihnya  itu akan sangat sulit di rubah.kecuali kesadaran dan keinginan dia untuk berubah lebih baik lagi.

  20. Afni Nursofiya berkata

    Assalam’ualaikum wr.wb
    Mau sejauh apapun kayla disekolahkan jika dia masih diberikan kebebasan untuk memegang HP itu akan berdampak negatif bagi kayla. Kebiasaan yang sering dilakukan kayla pada dasarnya susah untuk dihentikannya,seharusnya yang bisa menghentikannya dan mengontrol anaknya tersebut orang tuanya sendiri.

  21. Aji santoso T.IPS A/1 berkata

    Assalamualaikum, kali ini bagian part 5 pantauan oramg tua sangat penting dalam mengawas anaknya karena dalam ruang lingkup pendidikan, pendidikan yang paling utama adalah didikan keluarga yaitu orang tua jadi orang tua harus sungguh-sungguh dalam mendidik anaknya agar anak tersebut tidak jatuh ke jurang yang biadab sehingga orang tua dan anak disini menjadi partner hidup dalam konteks pendidikan keluarga.terimakasih,wassalamualaikum.

  22. Robi'atul Adawiyah berkata

    Shofia dan Indra belum sepenuh belajar dari kesalahannya di masa lalu, kegagalan dalam mendidik anak. Tidak ada efek jera yang membuat Kayla untuk tidak melakukan keburukan itu, sehingga Kayla kembali terjerat akan hal itu.

  23. suyana berkata

    asalamualaikum
    dalam part 5 ini membuktikan bahwa nilai kepribadian seseorang sukar di rubah seperti kayla ini meskipun di tempatkan di tempat yang berbeda tetap dia akan mengikuti kesenangan dasar yang melekat dari hatinya yang paling dalam kemudian meskipun pakaian di rubah dengan baik atau sopan tapi tidak menjamin perilakunya juga akan baik karena aklhlak yang baik bukan hanya terletak pada pakaian namun akhlak yaang baik terdapat dalam hati yang baik dengan pencerminan dengan tindakan yang baik pula

  24. Vina Rosseliana berkata

    Didikan orang tua sangatah penting meski anaknya di sekolahkan di sekolah elite pun jika anak tersebut sudah terpengaruh akan lingkungan yang tidak baik maka anak tersebut akan terus terpacu dalam lingkungan tersebut. Sebaiknya orang tua kayla menyekolahkan kayla di pondok pesantren yg jauh ketat dan tidak boleh menggunakan alat komunikasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan lagi.
    Dan dalam novel ini terjadi lagi hal2 yang tidak diinginkan maka benarlah tindakan tegas orang tua kayla untuk menikahkan putrinya dengan laki2 tersebut.

  25. Milha Nurseha berkata

    part 5 ini menceritakan tentang realitas yang ada bahwasannya jika seseorang sudah sekali berhubungan maka ia akan ingin melakukannya kembali, dan lebih parahnya lagi jika sudah kecanduan maka hal itu sulit untuk di berhentikan, contoh halnya ada pada diri kayla yang sudah kecanduan akan kebutuhan biologisnya. Hal ini juga tidak terlepas dari luputnya pengawasan pada anak, karena biasanya penyimpangan anak itu disebab kan oleh kurangnya perhatian orang tua.

  26. Nina Nur'aeni berkata

    assalamualaikum wr.wb
    kebiasaan akan sangat sulit dirubah jika sudah menjadi karakter atau kepribadian. sama halnya dengan kayla mau disekolahkan di sekolah islam terbaik pun ia tetap akan menjadi kayla yang “dulu” walaupun secara penampilan (fisik) berubah tetapitidak dengan psikisnya dan perubahanyapun hanya sementara. tapi jika kita benar-benar berniat untuk hijrah memperbaiki diri maka kebiasaan kita yang kurang baik itupun akan berubah. teatpi hal tersulit dalam hijrah bukan pada perubahanya melainkan pada keistiqomahan kita konsisteni kita terhadap hal baru yang lebih baik lagi.

  27. Safa amaliatus saadah berkata

    Part 5 Lebih bagus jika disekolahkan di lingkungan pesantren akan terbawa baiknya, perubahan penampilan bukan keinginan dari hatinya tetapi hanya faktor lingkungan, pencandu ? Jika sudah pecandu susah untuk di cegah ataupun di rubahnya jika ingin berubah utamakan niat, sebaiknya orang tua membiarkan anaknya dalam lingkungan pesantren agar tetap mempunyai peran yg baik tidak terbawa zaman z, orang tuapun harus lebih mendekatkan kepada anaknya menasehati sedikit sedikir bakal luluh dan ada keinginan untuk berubah,

  28. Fitria dewi berkata

    Pada part 5 ini. Kayla dikirim ke sekolah swasta yang akhirnya merubah penampilannya, yang semula ia memakai pakaian terbuka dan akhirnya memakai pakaian tertutup. Tetapi sangat disayangkan perubahan itu tidak berpengaruh dengan perasaan dan hatinya. Kayla berubah dari segi berpakaian saja melainkan bukan berubah dari hati.

  29. Cahya Hadi Kusuma ( T.IPS A/1 ) berkata

    Peran orang tua ini sungguh disayangkan sekali sehingga membuat si anak semakin menjadi seorang yang berlakuan tidak baik. Dikarenakan kurangnya pendidikan agama dalam keluarga terhadap anak, seorang anak bisa melakukan ti ndakan-tindakan atau norma dan etika yangmenyimpang. Bahwasanya dalam mengajarkan anak pendidikan agama akan munculnya karakter, sifat, tingkah laku dan jiwa seorang anak yang baik.

  30. Dede hidayatulloh berkata

    Suatu kebiadaan yang sudah tertanam di dalam tubuh kita senantiasa akan melekat dan akan selalu di lakukan bagaimanapun caranya bahkan sudah silarang pun oleh pihak lain hal itu akan selalu di lakukan .
    Jangan membalas perilaku yang tidak baik pada diri kita karena perilaku yang tidak baik yang kita balaskan kepada orang lain itu akan berpengaruh pada diri kita.

  31. Maulidiya berkata

    Candu asmara part 5 ini,sangat lah harus diperhatikan kayla sebagai anak harus memerhatikan kasih sayang kedua orang tuanya yang begitu sangat tulus,sampai-sampai orang tuanya memikirkan masa depannya.perilaku kayla semakin hari semakin tidak bisa dikendalikan lagi,kayla semakin menjadi-jadi dan selalu melakukan penyimpangan dan sebagai orang tua harus mengawasi anaknya penuh kesabaran.

  32. Intan Tresna Dwi berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Penagawasan orangtua kepada anaknya merupakan hal yang penting orangtua tidak boleh melalaikan tugas nya dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya. Karena apabila anak tidak diawasi secra maksimal ia akan terjerumus kembali ke dalam hal-hal negatif, perubahan gaya pakaian yang dilakukan Kayla hanya semata-mata karena dirinya berada di dalam sekolah bukan karena dirinya menyesali perbuatan yang sudah dilakukan. Karena segala sesuatu itu tergantung kepada niatnya, apabila kita niantnya baik ingin memperbaiki In Syaa Allahhati dan pikiran pun akan sejalan tetapi apabila perubahan tersebut tidak dibarengi dengan niat maka akan sia-sia saja seperti halnya yang dilakukan Kayla ia pada akhirnya tetap terjerumus kedalam dunia seks bebas.
    sekian
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  33. Miftahul Janah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Perubahan gaya pakaian belum tentu merubah hati dan akhlak seseorang.Dalam novel ini kebebasan orang tua memberikan teknologi kepada Kayla tidaklah selalu berdampak positif.Seperti dalam novel ini,Kayla justru menggunakannya ke arah yang negatif, jadi pengawasan ekstra harus diberikan orang tua kepada anaknya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.