Laki-laki Lain dalam Asmaraku | Candu Asmara Remaja Part – 5

Laki-laki Lain dalam Asmaraku
0 424

Novel Candu Asmara Part-5. Hari berganti. Sama dengan malam terus bergantian. mereka berlomba berganti waktu. Tidak terasa, waktu sudah dua bulan berlalu pasca aborsi Kayla di kaki gunung Salak. Buah cinta yang dihasilkan Kayla bersama Fredy mengakhiri hidupnya tanpa sempat menyaksikan dunia yang penuh kepalsuan.Kayla menampakan diri kembali seperti gadis biasa. Hanya saja, ia tidak seperiang seperti masa lalu sebelum kehamilannya.

Indra dan Shofia,  mengirimkan Kayla ke sekolah swasta. Ia diminta untuk kembali meneruskan pendidikan lanjutan tingkat SLTA. Ia masuk ke kelas 2 dengan cara dipaksakan melalui seorang pamannya yang bekerja di luar kota. Kayla masuk ke SLTA Swasta yang menggunakan model boarding school. Suatu sekolah yang sangat mirip dengan pesantren moderen.

Pakaian Kayla saat mengikuti pendidikan di SLTA Swasta ini berubah total. Banyak pakaian yang sebelumnya ketat, berubah menjadi sangat longgar. Warna baju yang biasanya bercorak. tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat, Menutupi seluruh tubuhnya selain muka dan telapak tangan. Kakinyapun selalu memakai kaos kaki.

Al hasil, sekolah ini berhasil mengubah pakaian Kayla. Kalau sewaktu di SMAN Pavorite Bandung, ia terkesan sangat seksi dengan pakaian yang juga cukup ketat, tetapi, kali ini, ia begitu tampak sangat Islami. Pakaiannya telah menutupi seluruh tubuhnya. Hanya muka dan telapak tangan yang tetap terbuka. Selebihnya, semuanya tertutup dengan pakaian yang sangat longgar.

Disayangkan, pakain Kayla yang berubah seperti itu, ternyata tidak dengan perasaan dan hatinya. Kayla tetap menancapkan hati dan pikirannya pada kekasihnya, Fredy. Meski orang tuanya dengan susah payah berupaya untuk membuat Kayla berada dalam tingkat kesadaran tinggi akan kesalahannya di masa lalu, Kayla ternyata menyimpan api asmara yang dalam dan tak mungkin dalam pikirannya untuk dipadamkan, kecuali jika kematian menghampirinya.

Pikiran Indra dan Shofia yang menganggap bahwa Kayla telah sadar, ternyata tidak sesungguhnya nyata. Kesalahan pikiran Indra dan Shofia, menyebabkan Kayla tetap diberi fasilitas HP. Orang tua Kayla masih memberi kebebasan kepadanya untuk memegang HP seperti layaknya siswa/i lain di sekolah di mana Kayla belajar.

Baca Juga :  Candu Asmara Remaja Part-1

Bulan-bulan pertama di Boarding School ini, Kayla hanya menghabiskan waktunya untuk menelephon dan meng-sms- kekasihnya Fredy. Suasana sekolah yang berada di puncak gunung, telah membuat suasana bathinnya menjadi sangat dingin. Di tempat yang sejuk seperti itulah, Kayla memiliki nalurinya sendiri sebagai manusia biasa.Secara psikologi, mereka yang pernah melakukan hubungan suami istri, memang akan lebih mudah terangsang akan simulasi dirinya, dibandingkan dengan mereka yang sama sekali belum melakukan hal yang sama. Bayangan kemesraannya bersama Fredy, terus menerus membayangi dirinya dalam berbagai suasana.

Di sekolah ini, ungkapan kata cinta dan kerinduan Kayla kepada Fredy tak pernah surut. Ia terus menerus dan tak pernah berhenti mengirimkan pesan kerinduan dan keinginannya untuk bertemu dengan Fredy. Sewaktu-waktu, Kayla sendiri merasa kehangatan hidup bareng bersama dengan Fredy tak mampu ia lupakan. Ia hanya memiliki satu kalimat, yakni ingin mengulang dan mengulanginya lagi. Mengulangi percumbuan dan belaian kasih sayang yang tak pernah ia lupakan untuk Fredy selamanya.

Dalam salah satu sms, Kayla mengatakan: Fredy, aku kangen … aku ingin bertemu kamu dan kembali bercumbu. Aku tidak kuat untuk terus menerus memendam semua rasa yang kumiliki. Kamu akan merasakan bagaimana suasana seperti membelenggu jiwaku. Sejujurnya, aku tak ingin study. Aku hanya ingin selalu berada dalam peluh desah kasih sayangmu.

Sikap Kayla yang demikian, telah menyebabkan ia menjadi penyendiri dan pelamun. Ia menjadi tidak memiliki kemampuan bergaul dan cendeung tidak memiliki nafsu makan yang baik. Akhirnya, karena ia jarang makan, ia menjadi sering sakit-sakitan. Karena sakitnya tak kunjung sembuh dan sering minta pulang, Indra dan Shofia kembali memindahkan anaknya itu ke sekolah lain yang lebih sederhana dan lebih longgar. Indra dan Shofia kembali terjebak dalam perasaannya sebagai orang tua.

Kayla tetap membawa alamnya yang nakal. Perasaan dan cinta Kayla kepada Fredy semakin menggila. Di tempat inilah, Kayla dapat dengan bebas bukan hanya sekedar telephonan atau nge-sms-an, tetapi, bahkan janjian untuk bertemu dengan Fredy. Akhirnya … dalam waktu-waktu tertentu, Kayla mengharuskan dirinya untuk bertemu dengan Fredy. Terlebih saat liburan berlangsung. Tak ada waktu libur yang tidak digunakan untuk menjumpai Fredy dan tentu bersamanya cumbuan dan berbagai praktik seks bebas mereka lakukan dimanapun mereka suka.

Berbeda dengan saat mereka di masa lalu, yang melakukan hubungan suami istri tanpa pertimbangan kesehatan, kali ini kemesraan mereka dibalut dengan pengetahuannya yang baik tentang kesehatan reproduksi. Mereka melakukan hubungan suami istri di manapun mereka suka. Tetapi, baik Kayla maupun Fredy selalu menyelipkan kondom dalam dompetnya. Sehingga sebetapapun seringnya Kayla dan Fredy melakukan hubungan suami istri, Kayla tetap tidak mengandung.

Asmara itu benar-benar Candu

Kayla menjadi demikian pandai mengelabui orang tuanya. Sedikitpun Indra dan Shofia tidak tahu kalau Kayla masih menjalin asmara dengan Fredy dalam kurun waktu yang sangat panjang. Sampai kemudian, Indra tahu ketika akhirnya Kayla benar-benar putus asa, setelah mengetahui kalau Fredy ternyata memiliki pacar lain selain dirinya. Ia merasa bukan hanya sekedar kehilangan harapan, tetapi, juga kehilangan segala hal yang dimlikinya. Kayla tahu, ternyata segerombolan pemuda yang dulu dipukuli Fredy adalah mereka yang disuruh Fredy untuk mengelabui Kayla tentu saja. Tujuannya, agar Kayla tahu kalau Fredy adalah pembela yang baik. Betapa luka hati Kayla ketika laki-laki yang dulu membuatnya ketakutan dan membuatnya jatuh kepada Fredy, ternyata teman-teman Fredy sendiri. Ia mengetahuinya, justru saat Kayla menemukan Fredy dengan pasangannya yang lain dan membiarkan Kayla termangu dalam kesendirian.

Dalam segenap keputusasaan itu, Kayla akhirnya, memainkan peran lain sebagai sosok wanita yang benar-benar nakal. Ia menerima semua laki-laki yang datang menjumpainya dan memintanya untuk pacaran, dilayaninya hanya membuat setiap laki-laki sakit hati. Ia memiliki banyak pacar dan tugasnya hanya untuk menyakiti hati laki-laki yang datang kepadanya. Ia memutuskan berhenti dari sekolah dan mengkonsentrasikan diri hidup bersama Indra dan Shofia di rumahnya. Indra dan Shofia sendiri tidak lagi peduli akan masa depan Kayla, karena, ia memilih untuk drop out dari sekolah menengah atas.

Di tengah sejumlah laki-laki yang datang kepada Kayla, selalu saja ada laki-laki yang datang dengan tulus mencintai Kayla. Wajahnya sangat ganteng. Sebab meskipun Kayla tidak lagi gadis, karena usianya masih sangat muda, ia tetap kelihatan sangat cantik. Laki-laki yang datang dengan penampilan yang selalu parlente itu, akhirnya memasuki bathin terdalam Kayla. Kayla merasa kembali memperoleh cinta tulus. Karena rasa seperti itulah, Kayla akhirnya kembali mempersembahkan permintaan laki-laki itu, ketika suatu malam, di rumahnya yang sepi, di sofa kursi rumah depan, saat orang tua Kayla sedang pelesiran ke luar kota, merelakan tubuhnya untuk dipeluk, dicium dan dicumbu, sampai kemudian, akhirnya mereka melakukan hubungan badan yang tidak syah dalam peluh nafas asmara yang demikian menggoda.

Malam Pertama Kayla dengan Rayhan

Laki-laki yang bernama Rayhan itu, membawa Kayla ke puncak asmara. Di samudera cinta dan ke dalaman rasa yang dimiliki keduanya, mereka mengangkasa dan terjatuh dalam buaian asmara. Itulah malam pertama Kayla dengan Rayhan. Kebetulan, di waktu itu, Kayla sedang Haid meskipun darahnya keluar sedikit. Jadi seolah-olah Rayhan menikmati malam pertama dengan darah keperawanan Kayla.

Saat Rayhan melihat ada percikan darah dalam Sofa ruang tamu Kayla dan percikan darah dalam kain yang membungkus tubuh Kayla, Rayhan berkata: “Kayla, terima kasih … dulu aku ragu jika kamu masih perawan. Malam ini, aku melihat sendiri, kau mengeluarkan darah keperawanan. Malam ini, akhirnya aku percaya, kamu masih perawan. Terima kasih kau hanya memberikannya untukku”. Dengan suara parau dan meneteskan air mata kecil, Kayla berkata: “Rayhan … terima kasih”. Di bathinnya ia bergolak, jika darah itu adalah darah haidnya. Aku kasian sama kamu Rayhan, bathin Kayla berkata. Aku hanya memainkan irama seks ini, agar kau tak sadar bahwa sesungguhnya aku tak lagi perawan.

Rayhan melihat muka Kayla yang menangis itu, berpikir kalau Kayla menangis karena hilang keprawanannya. Karena itu, ia berkata: “Kayla, jangan sedih, aku bertanggungjawab atas perbuatan ini.” Kamu jangan takut. Dipeluk dan didekap Kayla dengan hangat. Mereka juga asyk berdua dan terus satu sama lain, keduanya berpelukan dalam cengkraman asmara. Tanpa terasa, setelah minuman dan makan cemilan habis di meja mereka, entah mengapa, mungkin karena mereka masih mudah, hubungan itu, meski berselang satu jam, kembali bangkit. Mereka kembali memadukan desah asmaran dalam irama permainan yang tak pernah Rayhan duga sebelumnya. Setelah permainan kedua di malam pertama itu, Rayhan pulang sekitar pukul 10 malam. Tubuhnya hampir gontai kehilangan energi. Dikecup kening Kayla lalu ia berlalu.

Setelah malam itu, Kayla bersama Rayhan, akhirnya terus memadu kasih di manapun mereka suka. Mereka memadu kasih seperti ketika ia memadu asmara dengan Fredy. Hampir satu tahun jalinan cinta kasih itu dibangun mereka, sampai kemudian mereka dipaksa menikah, karena Kayla diketahui telah hamil dengan usia kandungan hampir tujuh bulan.  By. Charly Siera –bersambung–

Komentar
Memuat...