Lebih Memilih Nasihat Orang Lain Atau Pengalaman Sendiri

0 19

Lebih Memilih Nasihat Orang Lain Atau Pengalaman Sendiri – Suatu penelitian baru-baru ini menghasilkan suatu temuan bahwa dua wilayah dalam otak manusia. Memiliki cara yang berbeda saat mencerna informasi yang masuk. Dan pada gilirannya akan mempengaruhi cara pola berpikir manusia.

Bagian pelaksana dalam otak kita yang dinamai korteks prefrontal mempertimbangkan dan juga menyimpan instruksi yang masuk seperti nasihat atau dengan saran dari orang lain. Misalnya, “Jangan jual saham Anda”. Striatrum yang terletak dalam otak manusia di mana manusia memproses pengalaman agar dapat melakukan hal yang benar. Misalnya akan mengatakan, “Saham tersebut akan naik harganya setelah dijual”.

Michael Frank, staff pengajar pada ilmu psikologi, bahasa dan kognitif di Brown University, telah lama ingin menyelidiki pengaruh yang diberikan dari korteks prefrontal terhadap fungsi striatrum.

Ditemukan jika ternyata dalam suatu proses belajar, manusia awalnya akan lebih banyak dibimbing oleh nasihat. Gen mereka menentukan seberapa lama waktu yang dibutuhkan guna menyerap pelajaran yang diberikan dari pengalaman. “Kami mempelajari bagaimana upaya mempertahankan instruksi pada bagian korteks prefrontal dapat mengubah cara striatrum bekerja,” jelas salah satu peneliti utama yang terlibat. Bradlet Doll yang merupakan mahasiswa pasca-sarjana di laboratorium yang dikepalai oleh Michael Frank.

Orang akan mendistorsi apa yang mereka alami menjadi suatu hal yang lebih konsisten dibandingkan apa yang mereka kira sebelumnya. Pada penelitian, dilibatkan lebih dari 70 orang subjek yang dengan sukarela menyerahkan sampel air ludah mereka dan juga kemudian menjalani tugas belajar yang dilakukan dengan komputer.

Gen-Gen yang Kuat Pada Korteks Prefrontal

Pada sejumlah simbol di layar ditunjukkan kepada para individu yang menjadi subjek. Kemudian mereka diminta memilih pilihan yang ‘tepat’ menurut mereka, yang mereka harus ketahui dengan umpan balik. Karena umpan balik bersifat probabilistik, tak mungkin untuk memilih lambang yang tepat. Pada setiap percobaan namun subjek bisa mempelajari percobaan selama beberapa kali. Di mana lambang yang dianggap tepat akan lebih mungkin untuk ditemukan.

Nampaknya memiliki gen-gen yang kuat pada korteks prefrontal dan striatum yang terlalu yakin pada nasihat. Dapat membuat orang lupa dengan kenyataan sebenarnya yang ia alami. Namun, Frank menyatakan, “Terdapat alasan yang kuat mengapa otak kita harus meyakini nasihat yang diberikan orang lain, karena nasihat sering kali benar dan memudahkan kita.”

Manusia cenderung untuk mengikuti instruksi dari orang lain di sekelilingnya. Meskipun ini tergantung tingkatannya menurut gen mereka masing-masing. Orang-orang ini dapat membuat keputusan yang masuk akal dengan lebih cepat daripada jika mereka mesti belajar menemukan jalan yang benar dengan mengalaminya sendiri. Di beberapa kasus, misalnya dengan sebuah tanda “Bahaya: Tegangan Tinggi” merupakan sebuah cara yang terlalu berbahaya untuk dipelajari kebenarannya. Namun, di kasus lain, seperti “Tukang ledeng seharusnya datang jam 4 sore ini”, terlalu mempercayai nasihat hanya akan membuat kita tampak bodoh dan juga membuang waktu.

Komentar
Memuat...