Inspirasi Tanpa Batas

Lelahnya Berhaji| Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 10

49 133

Konten Sponsor

Lelahnya Berhaji – Kurang lebih pukul 09.00 pagi, Jama’ah sampai di Asrama haji Bekasi. Mereka diistirahatkan di Asrama dimaksud. Tujuannya, bagus! Yakni mengristirahatkan mereka agar memiliki tenaga untuk naik pesawat. Di Asrama ini, waktu dihabiskan selama kurang lebih 10 jam. Mereka dianjurkan untuk tidur, barangkali ada yang tidak terbiasa, tidur di atas kendaraan. Perjalanan dari rumah mereka diperkirakan, minimal masing-masing 12 jam. Fakta, tidak ada satupun yang tidur. Satu kamar yang diisi tidak kurang dari 10 Jama’ah itu, tidak membuat mereka bisa istirahat.

Yang terjadi, jama’ah malah riuh rendah. Mereka asyik dengan dunianya sendiri-sendiri. Meski pihak penyelenggara haji, menyediakan makanan untuk kepentingan jama’ah, tetapi tidak sedikit yang berupaya mencari makan di tempat lain. Maklum, mungkin makanan yang disediakan, terlalu lama terhidangkan. Akibatanya, makanan dimaksud, terasa hambar dan tidak lagi gurih. Karena itu, mereka terpaksa harus mencari makanan lain, sesuai dengan lidahnya atau enak menurut kebiasaannya.

Di antara Jama’ah haji, banyak sekali orang kampung. Bukan karena latar belakang daerahnya, tetapi pada karakternya. Mereka tersebar dalam rombongan pemberangkatan yang berbeda-beda. Gaya bicara, cara berperilaku, cara berkomunikasi, masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Ada yang senang guyonan, ada yang suka jajan, ada yang suka belanja, tetapi, tidak sedikit, yang terus menerus membaca al Qur’an. Yang suka belanja, melihat berbagai aksesoris, tidak sedikit yang membeli. Dibungkus dan dibawa ke dalam tasnya masing-masing. Waktu 10 jam, dihabiskan akhirnya oleh jama’ah untuk saling berkenalan satu dengan yang lainnya.

Dalam proses penantian di Asrama Haji Bekasi, Shofi kembali demam. Demamnya sangat tinggi. Ia mencari dokter yang menjadi petugas haji. Ia hanya bertemu dengan seorang suster perempuan. Shofi kemudian dikasih obat semacam aspirin, dan demamnya lantas agak menurun. Crhonos memakaikan jaket tebal, lalu kepala Shofi diikat dengan selendang berwarna putih. Ia duduk bersila sambil terus berupaya untuk menahan nafas dengan baik. Shofi berkata:

“Crhonos, kapan kita berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Ko lama sekali tinggal di sini? Crhonos menjawab, katanya nanti jam 11 malam. Tengah malam, kita baru ke Bandara. Bagaimana dengan keadaan bapak. Apakah sudah mulai baikan. Shofi dengan lembut mengatakan, mulai membaik. Semoga Allah memberi keberkahan atas perjalanan ini. Semoga juga Dia Yang Maha Kasih, memberi kekuatan kepadaku dan kepadamu serta kepada istri kita untuk melaksanakan perintahnya. Ke mana mereka sekarang. Bapak tenang saja. Di sini ada saya. Mereka sedang mengambil uang kembalian dari Kementerian Agama. Uang kembalian apa, tanya Shofi. Uang untuk bekal bapak dan ibu. Besarnya, lumayan, masing-masing sekitar 1.500 Riyal. Oooh …. Shofi menjawab dengan pelan”

Situasi Jama’ah di Asrama Haji Bekasi

Setelah tiga jam ada di Asrama Haji Bekasi, waktu dhuhur-pun tiba. Muadzin dari Masjid telah mengumandangkan adzan dan iqomat. Sedikit sekali, jama’ah yang berangkat ke Masjid. Umumnya, mereka tetap berada dalam kamarnya masing-masing di asrama. Mereka melaksanakan shalat dhuhur di Asrama Haji dimaksud, dan tidak ke Masjid. Ada yang berjama’ah, tetapi, tidak sedikit yang shalatnya sendiri-sendiri.

Setelah itu, Jama’ah kembali berhamburan ke luar.  Gelaran kopi dan rokok merebak di mana-mana. Crhonos duduk di atas kasurnya yang tipis, dan menulis beberapa coretan tulisan di atas kertas yang dibawanya. Shofi menyaksikan bagaimana Crhonos setiap kali berhenti, selalu mengambil pulpen dan kertas di saku tasnya. Ia berbisik, hai kamu ko suka menulis. Menulis apa, tanya Shofi. Crhonos menjawab:

“Bapak ingat, saat aku masih kecil. Saat di mana, waktu itu, umurku kurang lebih 10 tahun. Waktu itu, bapak membelikan buku tulis buatku. Lalu menyediakan pulpen mewah menurutmu. Waktu itu kau bilang: Crhonos … ini buku kosong. Isinya 150 lembar, yang kalau di bulak balik, berarti 300 lebar. Isilah buku ini dengan tulisanmu.Apa saja! Berbagai peristiwa yang kau alami, harus ditulis. Peristiwa itu mungkin baik, tetapi, sebagiannya pasti peristiwa buruk atau bahkan sedikit berbau dosa dan konyol. Jangan takut, tulislah.

Setiap lembar tulisanmu, kuhadiahkan karenanya uang sebesar 25 rupiah. Kalau kamu butuh uang jajan 100 rupiah per hari, maka, tulislah empat lembar setiap hari juga. Bukankah sejak saat itu pak, hampir tidak ada peristiwa; penting atau tidak yang tidak aku tulis. Kan tulisan itu, juga suka dibaca sama bapak. Sejak saat itu, sampai saat ini, aku tidak pernah berhenti menulis. Ini kan peristiwa unik. Coba kita lihat tuch orang Indonesia. Jangankan sampai ke Mekkah, ke Bandara saja belum. Mereka sudah demikian rakusnya belanja. Judulnya, untuk oleh-oleh ke kampung halamannya.

Shofi diam, lalu tersenyum.  Ya aku ingat masa kamu kecil itu. Impianku waktu itu, selain kamu sukses menjadi pebisnis, juga berharap dapat menjadi penulis. Dapat tampil di layar kaca. Tulisan-tulisan kamu juga dibaca orang. Tujuannya sederhana. Supaya kamu dapat dikenal orang lain. Karena kamu dikenal, kamu tidak mungkin tidak mencantumkan namaku, celetuk Shofi. Kini, kamu sudah besar, meski aku tetap menganggapmu sangat kecil.

Menuju Bandara Soekarno Hatta

Tepat pukul 21.00, Jama’ah kembali naik bus. Satu persatu jama’ah menduduki kursi yang telah disediakan. Kini mereka akan berangkat ke Bandara Internasional Soekarno Hatta. Jadwal keberangkatan ke Mekkah, direncakan akan dilangsungkan pada pukul 02.00 dini hari. Ketua Rombongan kembali membacakan do’a yang sama. Saat itu, jalan sangat macet. Akhirnya, perjalanan tertunda agak sedikit lama.

Sampailah di Bandara pada pukul 23.30. Jama’ah berjejer seperti jejeran ikan asin atau ikat peda. Mereka umumnya pada sing gluprak, di ruang tuunggu yang tidak ada kursi duduk. Karena saking asyiknya akan menunaikan ibadah haji, tidak ada sedikitpun yang protes. Jika keadaan ini, berada dalam tiur biasa, maka, betapa situasi ini akan melahirkan prahara. Mereka pasti akan bertanya mengapa mereka diperlakukan seperti itu.

Hal ini diperkuat oleh materi bimbingan haji, yang selalu menekankan akan pentingnya menjaga keabsyahan ibadah haji. Para Jama’ah sudah cukup mafhum melalui kortek otaknya masing-masing, bahwa berbantah-bantahan, adalah dilarang. Inilah materi yang selalu disampaikan para  pembimbing haji.

“Allah swt. Dalam al Qur’an surat Al Baqarah [2]: 197 berfirman:  “Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi [ditentukan].  Barang siapa yang menetapkan niatnyan dalam bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, tidak boleh fusuq dan berberbantah-bantahan. Apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekalah dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”.

Dalam riwayat ‘Atha’ bin Abi Rabbah disebutkan bahwa rafats adalah hubungan suami isteri. Hal ini setidaknya dapat dibaca dari pernyataan Ibnu Abbas –mufassir generasi sahabat– tentang makna “jangan rafats”. Ia menjawab: “isyarat dengan perkataan yang menjurus ke hubungan suami isteri. Karena itu, para ulama memasukkan perkataan kotor ke makna rafats ini.

Sedangkan yang dimaksud dengan fusuk dan jidal, sebagaimana dapat dibaca dari tafsir Ibnu Katsir disebutkan bawa: “Perbuatan fasik adalah maksiat, seperti mancaci-maki, gibah, memakan harta anak yatim, dan lain-lain. Jangan berbantah-bantahan adalah. 1). tidak boileh berbantah-bantahan dalam masalah waktu dan tata cara ibadah haji, dan 2). Tidak boleh berbantah-bantahan dalam segala hal yang menjadikan orang yang berbantahan itu saling marah dan memusuhi”

Srhonos yang biasanya kritispun diam. Ia tidak mampu berkata apa-apa, kecuali menuliskan dan memotretkan photonya kepada jama’ah haji yang dilihatnya. Sekali-kali, ia melakukan rekaman perjalan yang menurutnya sangat asyik.

Rekaman Peristiwa itu ada di X File

Dalam buku X File itulah, ia menulis, bagaimana mungkin jama’ah haji Indonesia tidak sakit. Lha perjuangan perjalanan dari rumah menuju pesawat terbang saja, ditempuh kurang lebih 42 jam. Mereka pasti tidak bisa istirahat. Tetapi, jama’ah tidak bisa protes. Penyelenggara haji, seolah-olah harus dilindungi  dan kebal protes. …. By. Charly Siera– bersambung

  1. Rina Agustiana A/1 berkata

    Bagaimana perjalanan haji yang di hadapi oleh calon jama’ah haji kita harus bisa menghargai perbedaan pendapat dari segi sifat maupun perilaku manusia yang di dalamnya terdapat ribuan orang,ini kan menjadi satu ditempat itu sdemua,sebuah pelajaran buat kita untuk saling menerimah perbedaan.
    dalam proses penantian di asrama haji bekasi shofi kembali demam perjalanan haji memang melelahkan tetati chornos dan keluarga sangat menikmati pejalanan haji ibadahnya meskipun chornos harus tetap menjaga dan mendampingi ayah shofi.

  2. Rif'atul Ula berkata

    Ibadah haji adalah ibadah yang harus dilakukan oleh orang yang benar-benar mampu baik dalam finansial maupun kesehatan. Ketika kita mempunyai semangat yang tinggi dalam menjalankannya dengan mengharap keridhoan-Nya insya Allah Allah akan memudahkan nya. Walapun berhaji dilakukan dengan berbagai tantangan dan hambatan, kita tidak perlu mengeluh, mencaci,membantah, dan mengghibah antar sesama. Disinilah letak ujian seberapa besar ketaqwaan kita.

  3. Diah ayu nuratillah berkata

    Keadaan yang belum pernah saya ketahui sebelumnya bahwa kenyataan perjalanan menuju bandara saja harus “se-riweuh” ini. Penggambaran tentang bagaimana perjalanan dan apa yg hendak dihadapi oleh para calon jama’ah haji dalam tulisan ini begitu jelas dipaparkan secara detail. Kita harus bisa belajar memaklumi sikap dan watak berbagai manusia dalam asrama, harus bisa menggunakan waktu sebaik mungkin dalam perjalanan — yaitu salah satu yg dituangkan dalam cerita ini adalah dengan chronos yg gemar menulis.
    Banyak hikmah yang dapat dipetik setelah membaca part ini. Terimakasih

  4. Sukinih berkata

    dalam novel part 10 ini . chronos selalu menyayangi keluarganya terutama menyayangi ayah nya yang sedang sakit . dan chronos yang selalu bersemangat dalam mengikuti semua prosedur yang ada.

  5. Sukinih AR berkata

    alhamdulillah chrono dan keluarga ahkirnya berngkat haji . allah akan mengabulkan doa hambanya yang teguh dan dengan penyabar.

  6. Elok Firdausiana berkata

    Melakukan perjalanan ibadah haji memang melelahkan, tetapi tidak dengan chornos dan keluarganya, chornos beserta keluarganya sangat menikmati perjalanan ibadahnya, meskipun chornps harus tetap menjaga dan mendampinya sang ayah yang sedang sakit, begitupun dengan shofi, meskipun sedang sakit, tetapi dia sangat menikmati perjalanan hajinya dengan tidak patah semangat untuk tetap mempertahankan kondisi fisiknya

  7. Amalia Fitriyanti berkata

    Dalam part 10 ini charos adalah anak yang slalu menuruti perintah ayah nya atau masukan dari ayahnya. Karena dia ingin membahagiakan orang tua nya dengan cara menuruti segala perintah kedua orang tua nya. Bahkan charlos pun selalu ingat pesan ayahnya, shofi. Ini adalah suatu pelajaran yang dapat di ambil bahwasanya kita sebagai anak haru menuruti pesan-pesan kedua orang tua kita

  8. Intan Sulistiani MPI-B/SMT III berkata

    Setelah membaca novel part 10 ini, saya dapat sedikit menyimpulkan bahwasanya ada sebagian jama’ah haji yang masih kurang menghayati tujuan mereka memenuhi panggilan Allah swt. Fakta nya masih pada sibuk dengan urusan duniawi, kemudian masuk ke dalam memori pada waktu shofi masih kecil dia selalu teringan perkataan ayah nya mengenai buku catatan kosong yang diberikan kepadanya, ternyata dengan menulis seseorang akan menciptakan banyak kenangan dan membuat pintar seseorang.
    Sekian.

  9. dezidni tazqiah MPI 3 berkata

    Assalamualaikum, Mencari tuhan dikaki Kabah part 10. Saat Chronos masih kecil, ia mendengar ayah dan ibunya sedang membicarakan ibadah haji. Pada saat itulah Chronos menulis di dalam bukunya, kelak dia sudah dewasa dia akan menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan orang tuanya untuk beribadah haji. Tokoh seorang Chronos haruslah di jadikan teladan bagi setiap anak, agar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.

  10. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Dalam part 10 ini menceritakan pelaksanaan ibadah haji, memang dalam menjalani ibadah haji harus memiliki fisik yang kuat, stamina yang sehat, agar pelaksanaannya haji dapat berjalan dengan lancar agar tidak ada satupun yang tertinggal sunnah dan rukun hajinya. meskipun shofi kelelahan melaksanakan ibadah haji ini tetapi ia tetap yakin dan memiliki niat dan tekad yang kuat. Karena insyaAllah semuanya akan berjalan dengan lancar.

  11. Asri Wulandari berkata

    Dari kisaj pemberian buku dari sofi kepada cronos sangat menarik. Orang tua adalah model pendidikan yang pertama yang juga harus menyediakan metode pendidikan. Secara tidak langsung sofi menginginkan cronos menjadi seperti yang ia mau, namun cara nya menarik . Memberikan imbalan uang sebagai apresiasi tulisan anaknya, menjadi hal yang unik dan dapat dipahami bahwa reward sangat diperlukan

  12. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Ada sedikit bagian dari cerita ini yang bisa kita tiru untuk di lakukan, yaitu menulis. Menulis semua kejadian baik yg terjadi dalam hidup kita. Agar suatu saat nanti kita bisa ingat kejadian baik itu dan dengan begitu kita bisa termotivasi oleh kejadian itu sehingga kita bisa mengambil hikmah dari kisah masa lalu kita itu.

  13. Ega Sopana berkata

    part 10, Sangat menarik apalagi saat chronos saat kecil dia disuruh untuk menulis apa saja, dari pengalaman baik, buruknya dia harus mencatat, kebiasaan waktu kecil akan membuat seseorng itu terbiasa pada waktu kecil nya itu sampai besar nanti.

  14. Ade Rossy Indra Pertiwi berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    shofi orang tua yang selalu menerapkan hal baik bagi anak-anaknya seperti menerapkan pada cronos dimana shofi pernah memberikan sebuah buka pada saat cronos masih kecil ,bahwasanya shofi menyuruh anaknya cronos ini harus menulis apa yang kejadian ia alami entah itu kejadian menyenangkan ataupun kejadian yang tidak menyenangkan, hal ini karena menerapkan hal baik sejak dini akan berpengaruh untuk kedepan sang anak. Terimakasih.

  15. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Cerita tersebut menggambarkan perjalanan haji menuju bandara internasional soekarno hatta,disitu orang orang berkumpul dengan beragam asal tinggalnya,pak Shofi juga mulai terasa sakitnya dikarenakan kurang istirahat namun bisa ditangani dengan adanya petugas kesehatan,menurut saya pasilitas pemberangkatan haji di ndonesia belum cukup baik,karena setiap personil haji pasti ada saja yang mengalami sakit,karena kurangnya perhatian khusus tidak seperti di negara negara lain,bahkan mirisnya sering terdengar di berita tv swasta personil calon haji meninggal sebelum keberangkatan,jadi sebaiknya pasilitas haji di Indonesia harus ditingkatkan lagi.Terima kasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  16. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Perjalanan ke tanah suci tidak lah sebentar. dengan semangat yang tertanam dalam diri para jamaah haji dapat meruntuhkan bosan dan lamanya perjalanan ibadah haji. cronos yang membawa kedua orang tua nya dan istrinya harus menjadi tiang utama penjaga keluarga selama di tanah suci.
    kebiasaan cronos dalam hal menulis sangat lah bagus, cara penanaman shofi pada anaknya patut di tiru oleh para orang tua- otang tua untuk mendidik anaknya.

  17. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Ketika saya membaca part 10 ini, saya teringat pada saat chronos masih kecil, ia mendengar ayah dan ibunya sedang membicarakan ibadah haji. Dan chronos pun menulis dalam buku nya, bahwa ketika ia dewasa dan menjadi orang sukses, ia akan memberangkatkan orang tua nya untuk melaksanakan ibadah haji. Dan Allah pun mengabulkan harapan chronos itu, hingga akhirnya setelah ia dewasa dan menjadi orang sukses, ia mampu untuk memberangkatkan orang tuanya untuk melaksanakan ibadah haji. Sungguh anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, ia selalu menjaga dan selalu ada untuk ayahnya, di saat ayahnya sedang sakit dan hendak berangkat haji.

  18. Farrin Nurul Aina berkata

    Perjalanan haji memang melelahkan, tidak semata2 dr kampung halaman lansung berangkat ke arab saudi, melainkan ada kloter atau biasa disebut embarkasih misal embarkasih semarang, Lampung dan lainnya,. Dan semuanya akan terpusat di bandara soekarno hatta.
    Pada saat di asrama haji crhonos mengisi waktu luang dengan menulis di secarik kertas dia teringat waktu dia kecil shofi menyuruhnya untuk menulis di buku, setidaknya dengan menulis bisa menuangkan isi hati atau bisa berimajinasi dengan tulisan. Memang apa bila orang tua membiasakan kebaikan yg baik untuk anaknya sejak kecil, maka kebiasaan baik itu akan mengikuti terus sampai dewasa

  19. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    setelah saya membacanya pada part 10 ini sangat mengharukan seorang anak yang sayang sekali kepada ayahnya seorang anak yang selalu berada di samping ayahnya yang sedang sakit. Sungguh luar biasa kasih sayang yang di berikan chronos kenapa shofi

  20. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Asaalamualaikum
    Bahwasanya dalam part 10 ini berangkat haji memanglah butuh perjuangan dan rela menunguu sampai waktunya pemberangkatan. Saya kagum terhadap sosok sofi walaupun sedang sakit dia tetap semangat untuk menunaikan ibadah haji . Dan memah syarat ibadah haji haruslah sehat jasmani dan rohani.

  21. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahin
    Asalamualaikum wr wb
    Pada part ini, saya sangat kagum dengan sosok Shofi, walaupun sedang sakit parah, tetapi dia tetap bersemangat untuk berjalan dan tidak mengeluh.
    Pada part ini pula, diceritakan tentang pembiasaan baik dari Shofi kepada Chronus bahwa, Chronus harus selalu menulis. Pembiasaan yang baik akan melahirkan kebiasaan yang baik pula. Maka dari itu, lembaga keluarga harus menerapkan pembiasaan yang baik. Seperti yang dilakukan shofi kepada Chronus untuk selalu menulis. Itu dampak nya sangat luar biasa
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  22. Aida Nur Aisyah berkata

    Wassalamu’alaikum wr. wb
    Assalamu’alaikum wr. wb
    Dalam part 10 ini, tampak kebiasaan Chronos yang ditanamkan oleh Shofi pada waktu kecil menjadi kebiasaan Chronos sampai ia menjadi dewasa yakni menulis, menulis peristiwa apa saja yang ia alami pada satu hari itu. Dari cerita tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa suatu kebiasaan yang diterapkan oleh orangtua sedari kecil akan terus melekat bahkan pada saat anak tersebut sudah dewasa. Maka penting bagi orangtua untuk menanamkan kebiasaan baik, nilai dan norma sedari kecil supaya hal tersebut akan terbawa pada saat anak tersebut dewasa.
    Dalam part 10 ini juga menggambarkan bagaimana kebiasaan jamaah haji Indonesia yang kurang baik dan belum memuaskannya pelayanan haji dari petugas haji Indonesia. Sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi jemaah.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  23. Muhamad Udin berkata

    Assalmualaikum wr.wb
    pada part ini bahwasanya kita klau mau berangkat haji harus sehat wal apiat, pelajaranya yang saya dapat ambil itu ketika shofi mendidik chornos di waktu kecilnya yaitu suruh menulis apa aja yang chornos alami dan shofi ingin chornos menjadi pembisnis yang sukses dan jadi penulis yang terkenal. dan pada hakikatnya semua orang tua ingin anak nya sukses dalam menggapai cita-citanya.

  24. fajar maulana berkata

    Assalammualaikum,
    Dalam novel part 10 ini terlihat jelas bahwa pertolongan Allah itu ada khususnya bagi orang-orang yang beriman. Sungguh pertolongan Allah itu sungguh dekat dengan kita, tadi dari kasus di novel tersebut ada kejadian yang dimana para jamaah sudah ada dalam perjalanan selama 42 jam dan mereka tidak bisa ber istirahat tetapi Allah melindungi mereka seolah-olah mereka tidak merasa lelah.

  25. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Dalam melaksanakan Ibadah haji banyak sekali persiapan yang memang harus disiapkan. Salah satunya yaitu dalam hal kesehatan baik itu kesehatan rohani maupun jasmaninya. Tidak sedikit para jama’ah haji yang merasakan kelelahan, akan tetapi disamping kelelahan itu pasti ada kebahagiaan yang pasti dirasa, seperti halnya keluarga crhonos yang selalu menikmati setiap kejadian yang dilewatinya yaitu melalui tulisan, shofi yang memang dalam keadaan sakit pun mrmpunyai tekad dan keyakinan yang kuat bahwa ia bisa menghadapi rasa sakitnya itu.
    Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

  26. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Ketika orang lain disibukan dengan hal duniawi, cronos malah sibuk mengurusi ayahnya yg sakit dan dengan coretan tintanya. Saya fikir itu lebih bermanfaat dibandingkat belanja diluar sana. Lelahnya berhaji bisa dikatakan seperti itu karna di tempuh dengan 42 jam lamanya dari indonesia ke kota mekkah, tpi harus di nikmati dan syukuri saja karna tidak smua orang bisa berangkat haji seperti keluargannya cronos.

  27. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bissmillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 10 ini yang berjudul “Lelahnya Berhaji”, kita dapat mengambil pelajaran bahwa berhaji bukanlah untuk berbelanja, mencari kesenangan duniawi penuh fana seperti yang dilakukan oleh jemaah haji yang lain. Lain halnya dengan keluarga Chronos, dalam waktu luang yang sangat panjang tersebut, chronos memanfaatkannya untuk menulis peristiwa apapun, seperti yang dikatakan oleh ayahnya (Shofi) sejak ia masih kecil.

  28. Orang tua harus fokus terhadap mendidik anaknya. Seperti saat seseorang memanah, pemanah itu akan fokus pada satu titik agar bisa membidik dengan tepat. Begitupun saat sofi mendidik chronos, hingga chronos menjadi anak yang bijak dan pantang menyerah

  29. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 10 ini, menggambarkan bagaimana pendidikan sejak kecil yang ditanamkan shofi pada diri chronus bisa dipetik dengan hasil yang sangat memuaskan. Segala perilaku kebaikan yang shofi ajarkan ke chronus dirasakan shofi pada saat shofi membutuhkan keberadaan chronus. Dalam melaksanakan haji memang sangat membutuhkan kesabaran dalam tahapan-tahapan proses yang harus dilalui akan tetapi semuanya akan terbayar jika sudah sampai pada tanah suci.

  30. Siti Sutihatin-MPI/4 berkata

    Ibadah haji memang benar-benar membutuhkan fisik yang kuat. Apalagi perjalanannya sungguh menguras tenaga. Oleh karena itu, jamaah haji harus bisa menjaga kondisi fisiknya. Begitu juga Shofi yang lebih memilih untuk beristirahat ketika berada di asrama haji karena memang kondisi fisiknya yang lemah. Namun semua itu tidak mematahkan semangat Shofi untuk menyempurnakan rukun Islam.

  31. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 10
    Lelahnya Berhaji
    Pada part ini Crhonos beserta keluarga & seluruh rombongan telah berangkat menuju asrama di Bekasi. Mereka di sana mendapat jatah istirahat selama kurang lebih 10 jam, alih-alih istirahat Shofi kembali demam. Tidak ada dokter, untung masih ada perawat perempuan yg memberinya obat aspirin hingga demamnya turun. Waktu sudah menunjukan pukul 21.00 wib & mereka pun berangkat menuju bandara. Dari bandara mereka mengantri dengan tanpa tempat duduk untuk kemudian berangkat sesuai prosedur pemberangkatan yg telah ditetapkan~

  32. Riana Sri Anisah -MPI/4 berkata

    dalam part ini menceritakan pelaksanaan ibadah haji, memang dalam menjalani ibadah haji harus memiliki stamina yang sehat, agar pelaksanaannya lancar dan tidak ada satupun yang tertinggal sunnah dan rukun hajinya. meskipun shofi kelelahan melaksanakan ibadah haji ini tetapi ia tetap yakin dan memiliki niat dan tekad yang kuat akhirnya perjalanan ketanah suci pun di lakukanan.

  33. dinny alfiana. s MPI4 berkata

    dalam part 10 ini, menceritakan panjangnya perjalanan menuju baitullah, yang untuk sampai bandara soekarno nya saja mencapai waktu 42 jam. untuk itu perlu stamina yang benar-benar fit untuk menempuhnya. terlebih bagi mereka yang sudah lanjut usia, seperti halnya shofi.

  34. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 10
    Dalam part ini, harapan shofi terhadap chronos terealisasikan sudah. Karena pada part sebelum nya shofi pernah berharap kepada chronos “semoga chronos menjadi anak apa yg dikehendaki oleh shofi sendiri”.

  35. Sri Rokhmah/MPI-4 (1415109026) berkata

    inti dari part ini merupakan ajaran terhadap diri kita sbagai manusia yang pada kondisi apapun dan bagaimana pun, kita tetap harus senantiasa bersyukur kepada-Nya

  36. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Pada novel kali ini hal yang dapat dipelajari yaitu pendidikan sejak dini, tertuang saat Shofi menyuruh Crhonos menulis sejak kecil. Berawal dari memaksakan diri untuk menulis hingga dewasa perbuatan menulis itu sendiri sudah menjadi kebiasaan (bagian) bagi Chronos. Teringat akan pepatah jawa “iso soko kulino” yang artinya seseorang akan bisa melakukan sesuatu dikarenakan sudah terbiasa.

  37. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    memang benar ibadah yang paling menguras banyak tenaga dan uang adalah haji, bahkan saat sedang di asrama haji tidak sedikit para jemaah yang merasa lelah dan bosan, berbeda dengan keluarga chronos yang selalu bersemangat dan berantusias dalam mengikuti semua prosedur yang ada. shofi yang sedang dalam keadaan sakitpun tidak mau kalah dengan rasa sakitnya itu.. semanggat

  38. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, buah dari perjuangan shofi mendidik chronos membuahkan hasil. Chronos tumbuh menjadi anak yang patuh dan taat kepada kedua orang tua, bahkan kepada istri nya.
    Detik keberangkatan yang sangat mendebarkan, mungkin dirasakan keluarga shofi. Kecemasan dan kegembiraan bercampur dalam benak chronos dan keluarga, impian sejak lama kini sedang ia lakasanakan.
    Salah satu Didikan shofi terhadap chronos yaitu agar dia rajin menulis dan mengabadikan setiap momen dalam perjalanan nya itu dengan tulisan. Karena peninggalan yang sangat berharga yaitu dengan melalui tulisan.

  39. Nur Aliffah/ MPI 4 berkata

    Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat melelahkan. Dalam melaksanakan ibadah haji tentu banyak rintangan yang akan dihadapi, entah dari mulai dalam perjalanan, pada saat sedang melaksanakan ibadahnya, ataupun akan kembali menuju negara asalnya masing-masing. Rintangan yang dihadapi pada saat melaksanakan ibadah haji merupakan ujian bagi kita yang melakukan ibadah haji. Oleh karena itu, pada saat ujian itu datang pada diri kita, kita harus banyak-banyak istigfar agar dapat menjalankan ibadah haji sesuai dengan aturan yang telah ditetap. Seperti halnya contoh yang diberikan oleh keluarga chronos, walaupun ayah chronos sedang dalam kondisi sakit, tetapi ayah chronos sangat bersemangat dalam melaksanakan ibadahnya, walaupun beliau sedang diuji tetapi beliau tidak mudah putus asa dan mengikuti kegiatan-demi kegiatan.

  40. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Didikan shofi kepada anaknya berdampak pada keberhasilan chromos ia sangat gemar menulis karena shofi selalu memberikan dia perintah menulis kejadian apapun harus ditulis dalam lembaran buku yang diberikan oleh shofi kepada chromos dengan harapan agar chromos menjadi pembisnis dan juga penulis agar ia dapat dikenal banyak orang. Sungguh pendidikan dalam keluarga sangat berdampak pada keberhasilan anak. Seperti yang dialami oleh keluarga shofi.

  41. ABDURRAHMAN HASYIM ( MPI-4 ) berkata

    di part 10 ini sungguh memberikan kita pelajaran yang berharga dan sebagai conroh untuk kehidupan kita.

  42. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    akan tetapi Allah akan senantiasa memberikan jalan untuk setiap umatnya, maka dari itu perbanyak bersyukur dan terus meminta kepada allah swt agar selalu memberikan perlindungannya.

  43. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Dalam part 10 ini menceritakan bagaimana pemberangkatan ibadah haji dari asrama haji menuju bandara, kebanyakan calon haji merasa bosan, tidak mengikuti prosedur, tidak tertib dll, tetapi Crhonos dan keluarga tetap tertib, meskipun ayah Crhonos sedang sakit tetapi semangat dia tidak pernah luntur, terlihat dari antusias yang ia tunjukan dan meyakinkan Chronos.

  44. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    Subhanallah, sungguh perjalanan yang mungkin tidak akan dilupakan oleh crhonos bersama orang2 yang dicintainya, terlebih lagi Shofi, dengan penyakit yang ia derita itu lantas tidak mematahkan semangatnya untuk berkunjung ke rumah Allah.

  45. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    semua yang melaksanakan ibadah Haji pasti akan merasakan kelelahan yang sangan luar biasa karena berawal dari persiapan pemberangkatan hingga berangkat harus menggunakan tenaga yang ekstra, demikian juga yang dialami Chronos dan orang-orang yang beliau cintai yang ikut serta berhaji. Namun semua itu sirna ketika semua terbayar dengan berangkat ketanah suci……. ini terlihat ketika sakit yang dialami shofi tak dirasakan dengan berarti karena semua dapat dipatahkan oleh semangan berhaji. Barakallah……..

  46. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Bismillah,
    Pada part 10 ini menceritakan tentang bagaiamana Chronos selalu menyayangi ayah nya yang sedang sakit dan ia tidak tergiur akan hal yang lain. Part ini juga memberikan contoh bahwa sahnya dalam pendidikan keluarga, pendidikan dari seorang ayah juga sangat membantu dalam perkembangan seorang anak contoh nya Chronos yang diperintah kan oleh Shofi untuk menulis kan apa yang ia lakukan setiap harinya walaupun yang dilakukan nya jelek ia diharuskan untuk menulisnya, karena didikan ayahnya ini ia jadi selalu menulis tentang apa yang ia lakukan setiap harinya sampai ia dewasa saat ini walaupun dengan selembar kertas dan pulpen yang biasa.
    Bukan hanya itu part ini juga menjelaskan bahwa dalam AL-Qur’an surat Al Baqarah [2]: 197 berfirman: “Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi [ditentukan]. Barang siapa yang menetapkan niatnyan dalam bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, tidak boleh fusuq dan berberbantah-bantahan. Apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekalah dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”.
    Maka dari itu bagi kita umat muslim yang menginginkan untuk menunaikan ibadah haji maka haruslah dengan hati yang dipenuhi dengan ketakwaan serta banyak’’ mengerjakan tentang kebaikan dengan sesama, karena untuk berbekalan kita kepada Allah.

  47. siti Halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmirrahim. . .
    ibadah haji adalah ibadah yang memerluakan tenaga yang banyak, baik itu secara batin maupun secara fisik, dalam ibadah haji ini kita harus bisa menjaga hati, sikap dan perkataan kita. karena disamping perjalanan yang panjang kita juga harus menjaga kesucian kita terhadap allah swt.

  48. Fera Agustina (1415109004)/ MPI/ 4 berkata

    Bismillahirahmanirrahim…
    alhamduulilah melaksanakan haji itu wajib untuk orang yang mamnpu, dan seyakin-yakin nya bahwasanya umat muslim seluruhnya menginginkan untuk bisa melakukan ibadah haji untuk menyempurnakan rukun islam nya yang telah dianjurkan, namun sebagian proses untuk melakukan hal tersebut tidak mudah untuk mejalankannya banyak proses atau cobaan yang harus bener-bener kita lalui, akan tetapi Allah akan senantiasa memberikan jalan untuk setiap umatnya, maka dari itu perbanyak bersyukur dan terus meminta kepada allah swt agar selalu memberikan perlindungannya.

  49. Nailiyatul Farhah MPI/4 (1415109013) berkata

    Melaksanakan ibadah haji merupakan hal yang paling bahagia karena tidak sedikit ummat manusia yang menginginkan untuk menyempurnakan rukun islamnya yaitu rukun islam yang nomor 5; melaksanakan ibadah haji. Menjadi tamu Allah itulah yang sangat diidamkan oleh kebanyakan ummat islam di dunia. Akan tetapi tidak sedikit juga ujian dan proses yang harus di jalani oleh setiap ummat muslim yang akan menjadi tamu Allah. Oleh karena itu, perbanyaklah bersyukur dan memohon kepada Allah untuk selalu dalam lindungan-Nya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar