Lelin Farlina Dewi Sosok Pengusaha Kaum Wanita

Ibu Lelin Farlina Dewi bersama Suami
0 17

Lelin Farlina Dewi. Master Psikologi Pendidikan yang enggan menjadi guru atau dosen. Sekalipun hanya bersipat part time. Ia memilih tinggal di rumah dan lebih banyak mengkonsentrasikan diri untuk mengurus tiga anak laki-laki yang dimilikinya. Meski cita-cita awal sebenarnya hanya ingin menjadi Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar. Tetapi cita-cita itu terhenti, karena suaminya meminta dirinya hanya untuk mengurusi anak yang dimiliki mereka.

Wanita ini memiliki akar historis sebagai keluarga pedagang. Bapaknya Ending Syamsudin adalah eksportir kayu ke Malaysia dan Brunei Darusaalam di awal Orde Baru. Keluarga ini pernah menjadi inspirator penting bagi tumbuhnya pengusaha-pengusaha dalam apa yang hari ini disebut dengan home industri. Hobbynya adalah traveling domestik dan mancanegara. Sementara suaminya lebih senang main musik dan tinggal di dalam rumah. Tetapi, ketika suaminya ingin ke Amerika, ia menolak. Ia merasa tidak at home di sana. Itulah satu-satunya benua yang belum mereka kunjungi.

Melalui tangan terampil bapaknya pula, satu blok jalan bernama Leuwianyar, tumbuh berbagai pengusaha mikro dalam bentuk kerajinan tangan dan industri kayu. Sejak lahir, karena itu, dia adalah sosok yang dimanja Tuhan.

Pernikahan dan Jenis Usaha Baru

Ia menikah dengan seorang anak guru yang juga memiliki latar belakang pengusaha. Mertuanya selain sebagai guru, juga adalah pengusaha Tapioka di Tasikmalaya. Dua keluarga ini, sama-sama menghentikan usaha mereka dan kemudian lebih banyak mengkonsentrasikan diri pada kegiatan sosial.

Pernikahan dirinya dengan Cecep Sumarna muda, telah menyatukan dua kultur keluarga yang memiliki latar belakang pengusaha. Cuma kedua keluarga ini sama-sama gulung tikar. Kondisi inilah, yang telah membentuk dirinya justru menjadi pengusaha baru.

Dia dan suaminya, akhirnya belajar atas apa yang menimpa mereka dan keluarganya. Dialah yang menelurkan suatu konsep bahwa berpendidikan dan menjadi pengusaha itu sama-sama wajib. Mengajar atau menjadi PNS, itu hanya takdir dan harus difahami sebagai pengabdian. Itu bukan cara dan juga bukan alat untuk mendapatkan kekayaan.

Hari ini, dia adalah Direktur Utama Nusintama ltd, Direktur Utama Tryan Perkasa Utama Putera ltd; dan Direktur Sekolah di bawah Yayasan Arya Gilang Kencana. Sosok ini mulai kesepian ketika anak-anaknya dewasa. Hari-harinya saat ini, banyak dihabiskan mengurusi perusahaan dan Yayasan Amal.  Dari sosok inilah kita belajar bagaimana mensyukuri nikmat dan menjalani hidup penuh kepasrahan.  Baginya, hanya Allah yang melindungi diri dan keluarganya. Ali Alamsyah

Komentar
Memuat...