Inspirasi Tanpa Batas

Leninisme dan Radikalisme Sosialis Kiri Rusia | Sejarah Komunisme Part – 3

0 14

Konten Sponsor

Leninisme dan Radikalisme Sosialis Kiri. Lenin adalah pengikut Karl Marx dan pendiri penting komunis yang dikenal revolusioner. Selain dikenal revolusioner, ia juga dikenal diktator, dan dituduh banyak melakukan pelanggaran Hak Azazi Manusia, khususnya ketika dia memimpin Uni Soviet. Karakter revolusionernya dicatat sejarah sejak dia masih sangat muda. Karena itu, menjadi mudah difahami mengapa dia seringkali dituduh penguasa sebagai tokoh penting di balik berbagai gerakan buruh dan petani di mana dia berada.

Nama lengkap Lenin adalah Vladmir Ilych Ulynov. Kata Lenin sendiri sebenarnya adalah nama samaran. Gelar ini, terambil dari suatu nama Sungai Lena di Siberia. Penyebutan kata Lenin dimaksudkan untuk menyamarkan nama tokoh yang menjadi pendiri politik berbasis Komunisme Rusia [Uni Soviet].

Lenin lahir 10 April 1870 dan meninggal pada 21 Januari 1924. Ia meninggal setelah dua tahun menjadi Perdana Menteri Rusia. Sebelumnya, ia pernah juga menjabat sebagai pemimpin Republik Sosialis Federasi Soviet. Sebuah Republik yang menjadi Konstituen Uni Soviet. Republik ini hadir mulai tahun 1922 sampai dengan tahun 1936.

Jika dibaca dalam peta dunia saat ini, Federasi Transkaukasia, nama lain dari RSFS, saat ini berada dalam wilayah kekuasaan Armenia, Azebaijan dan Georgia. Secara geografis, RSFS dibatasi sebuah pegunungan Kaukasus dan dikenal selalu dikuasai kelompok sosialis kiri.

Marxisme dan Leninisme

Hampir sama dengan Marx, Lenin sebenarnya lahir dari keluarga kaya dan terpandang. Hanya saja, setelah kakak laki-lakinya di hukum mati yang dikenal revolusioner saya kiri, 1887, Lenin juga sama menjadi revolusioner dan bahkan reaksioner. Bukti ketidaksetujuan Lenin atas hukuman itu, menyebabkan dia akhirnya bergabung dengan sayap kiri yang konsisten melakukan protes terhadap Tsar.

Alexander Ilych Ulyanov [Алекса́ндр Ильи́ч Улья́нов] pada tanggal 12 April 1866-8 Mei 1887. Umurnya hanya 21 tahun. Saat menjadi aktivis, dia biasa dipanggal Sasha. Panggilan untuk dirinya dalam bentuk diminutif dari kata Alexander. Sosok ini pernah mengharumkan nama rusia, karena berhasil memperoleh penghargaan dalam bentuk medali emas dalam bidang Zoologi [1883].

Mahasiswa Universitas Petersburg ini dihukum mati karena terlibat berbagai pertemuan demonstrn illegal. Ia bersama kelompoknya itu, menyebarkan pamflet dan membuat pidato kepada para pelajar dan buruh. Karena itu, sejak tahun 1886, ia dikenal sebagai anggota “faksi teroris”, penerus Partai Narodnaya Volya (Kehendak Rakyat).

Di sinilah dia banyak mengarang dari programnya sendiri dengan menempatkan Marxisme sebagai guru ideologinya. Menurut Sasha, pekerja harus dianggap inti [nucleus] Partai Sosialis. Tugas partai ini adalah melawan kekuasaan yang dianggap otokrasi.

Sejak saat itu, Lenin dikeluarkan dari Universitas Negeri Kazan, Fakultas Hukum dan secara resmi menjadi pengikut Marx. Namanya menjadi semakin berkibar, ketika tahun 1893, ia menjadi tokoh senior di Liga Perjuangan Kaum Buruh. Pada tahun itu juga, ia ditangkap dan dituduh menghasut dan memprovokasi rakyat.

Lenin dibuang ke Siberia. Dalam pembuangan itu pula, ia menikah dengan Nadezhda Kripskaya. Ia kemudian mengungsi ke Jerman, Inggris dan Swis. Baru pulang dari Swis kembali ke Rusia setelah Revolusi 1917 berhasil menggulingkan Tsar. By. Prof. Cecep Sumarna — Analisis tulisan dari Wikipedia. Bersambung.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar