Home » Pendidikan » Psikologi » LOBI BANTAL; Strategi Jitu Komunikasi dalam Berumah Tangga

Share This Post

Psikologi

LOBI BANTAL; Strategi Jitu Komunikasi dalam Berumah Tangga

LOBI BANTAL. Permasalahan rumah tangga sering disebut sebagai bumbu penyedap keharmonisan. Bumbu penyedap itu akan enak dan nikmat dirasa jika racikannya pas dan tidak berlebihan. Racikan pas itu ada pada keselarasan selera suami istri yang tidak monoton dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Sebagai nakhoda dan kepala awak-suami istri tentu akan menghadapi badai gelombang dalam melalui bahtera rumah tangganya. Tidak sedikit tantangan dan cobaan mendera untuk menuju muara kebahagiaan dan keindahan. Semuanya perlu dikawal oleh kompas yang terarah, cuaca yang mendukung, dan para awak kapal yang mau sejalan dengan instruksi sang nakhoda.

Tidak jarang pula dalam cerita rumah tangga sering muncul masalah. Masalah itu menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Selama berkomunikasi dan bergaul, manusia dalam hidupnya tentu akan menemui permasalahan. Permasalahan rumah tangga itu tidak mudah diklasifikasikan dan tidak mudah mula dicari jalan keluarnya dengan pendekatan dan metode yang asal-asalan.

Jika saja permasalahan organisasi dan perusahaan itu dapat diselesaikan dengan acuan pada AD-ART dan Regulasi yang ada, maka permasalahan rumah tangga tidak sesederhana itu. permasalahan rumah tangga harus diselesaikan dengan cara-cara unik karena berkaitan dengan perasaan. Penyelesaian masalah berdasarkan regulasi itu lebih mudah untuk ditemukan solusinya namun berbasis perasaan, ini yang harus dicari dengan berbagai pertimbangan.

Penyelesaian Berbasis Perasaan

Dalam kasus rumah tangga, seorang suami yang menghadapi istri atau anak-anaknya dengan segala permasalahan yang ada tidak akan mudah menyelesaikannya dengan sebatas cara reward and punishment. Penyelesaian masalah dlam keluarga  harus menggunakan pendekatan kombinasi antara reward and punishment dan pertimbangan perasaan. Tidak mudah bagi seorang suami mencegah, melarang bahkan memarahi istri dan anak-anaknya karena satu kesalahan dengan mengedepankan hukum poistif dan ketegasan wajar pada umumnya. Seorang suami harus memahami kondisi psikologis istri dan anak dan akibat dari cara-cara perlakuan dirinya kepada keluarganya.

Rekomendasi untuk anda !!   Bersepeda Ternyata Dapat Menstimulasi Kecerdasan Anak

Basis perasaan yang dimaksud adalah sebuah pertimbangan yang harus mengedepankan pertimbangan matang tentang keberlangsungan rumah tangga. Pemertahanan hubungan rumah tangga di depan publik, agama maupun hukum negara. Begitu juga pertimbangan pandangan masyarakat tentang keluarga akan menjadi satu nilai utama dalam menjaga kehormatan keluarga. Sehingga, tidak mudah menghukum istri atau anak ketika melakukan sesuatu yang dinilai tidak disetujui suami dengan cara meninggalkannya atau memutus hubungan dari mereka, pisah ranjang dan lain sebagainya. Ini urusan perasaan dan kehormatan keluarga.

Sama halnya ketika istri tidak setuju dan tidak selaras dengan apa-apa yang menjadi sikap dan tindakan suaminya, seorang istri tidak mudah menceritakan kepada semua orang atau meminta pendapat kepada orang lain. Karena tidak tahu bahwa orang yang diajak bicara tentang permasalahan keluarga justru akan menjadi bumerang dan kerikil penghancur rumah tangga. Jadi, pertimbangkanlah dengan matang dalam penyelesaian rumah tangga dengan pertimbangan perasaan; kasih sayang dan cinta kasih sebagai dasarnya.

Lobi Bantal Sebagai Solusi Cerdas

Dalam hal penyelesaian masalah rumah tangga. Keras kepalanya suami dan penuh perasaannya istri tidak akan pernah bertemu dalam satu segmen atau momen biasa. Perbedaan diametral dua karakter antara suami istri itu harus dipertemukan dalam suasana yang bisa melepaskan keegoisan keduanya. Namun, tanpa disadari oleh suami dan istri, bahwa ada satu momentum berharga dan paling indah dalam hal komunikasi, yaitu di saat menjelang tidur. Di atas kasur setelah melepas penat pekerjaan keseharian, suami istri dapat merilekskan pikiran tegang, mengistirahatkan fisik yang lelah dan bercerita yang indah-indah. Di sinilah momentum tetap bagaimana suami maupun istri dapat menyampaikan keinginan-keinginan yang masih menjadi beban dan belum dapat terselesaikan.

Rekomendasi untuk anda !!   Mengenali Gangguan Pemusatan Perhatian Pada Buah Hati

Lobi bantal adalah satu istilah strategi komunikasi suami istri bagaimana keduanya bisa melakukan komunikasi apapun, membahas apapun dalam kondisi tenang, pikiran santai dan tidak ada unsur tekanan. Sehingga, diharapakan momentum ini akan menjadi satu jalan menuju solusi cerdas dalam kehidupan rumah tangga. Banyak hal yang bisa dibicarakan oleh suami istri dalam kondisi rileks penuh kesadaran tanpa emosi meluap. Permasalahan rumah tangga; sikap dan tindakan suami, istri, anak, ekonomi, karir dan lain sebagainya, dapat diselesaikan dalam momentum ini. Meskipun tidak juga kita jadikan bahwa komunikasi di kasur harus selalu membahas permasalahan rumah tangga. Akan tetapi, lobi bantal ini adalah alternatif solusi bagaimana permasalahan sebesar apapun dapat diselesaikan jika momentum mendukung.

Besar kecilnya masalah adalah tergantung pada persepsi suami istri yang mampu memaknainya. Seberat apapun permalahan rumah tangga memang harus diselesaikan jika suami istri menginginkan rumah tangga itu tetap bertahan. Penyelesaian itu butuh komunikasi dan komunikasi itu butuh momentum yang tepat. Maka lobi bantal adalah alternatif solusi untuk bisa menjembatani penyelesaian permasalahan itu. Tidak ada permasalahn yang besar dapat diperkecil dan tidak ada permaslahan kecil dapat dihilangkan jika sulit dikomukasikan. Semuanya akan menemukan solusi terbaik jika kedua belah pihak (suami dan istri) dapat membuka hati dan pikiran tentang sebuah komitmen untuk mempertahankan keharmonisan dalam rumah tangga. **Nanan Abdul Manan [Dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan]

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>