Low Profile Kunci Utama Keberhasilan| Bisnis Perumahan Part – 3

0 18

Bersikap tenang dan sabar adalah bagian paling menentukan bagi keberhasilan bisnis perumahan. Di bagian sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa jika pengembang tergiur menggunakan dana Konstruksi Yasa Griya [KYG] atau kredit konstruksi yang berlebihan, maka, kemungkinan gagal dalam bisnis ini akan cukup tinggi. Karena itu, meski penggunaan KYG tidak dilarang, bahkan dalam bagian tertentu sangat dibutuhkan. Tetapi, menurut saya penggunaannya harus ekstra hati-hati dan harus tepat sasaran.

Pengambilan dana KYG akan lebih beresiko ketika penggunaannya, dipakai untuk pengembangan kawasan baru. Padahal kawasan yang dikreditkan-pun berlum berjalan normal. Saya menyarankan bahwa penggunaan KYG, kalaupun harus diambil, diperkirakan ketika penjualan rumah sudah berjalan 50 persen ke atas. Yang 50 persen itupun posisinya harus sudah akad kredit semua. Itu baru aman sekalipun dipergunakan untuk pengembangan kawasan baru tadi.

Jika di awal pengembangan kawasan langsung di KYG-kan, maka, pengalaman saya justru memiliki resiko. Paling tidak memiliki resiko pembayaran bungan bank. Kondisi ini akan semakin parah ketika penjualan rumahnya berkisaran di antara 2-4 rumah per bulan. Pasti keuntungannya akan banyak tersedot bagi pembayaran bunga KYG tadi.

Ciri Perumahan Menggunakan Dana KYG

Ciri suatu kawasan perumahan menggunakan dana KYG, sebenarnya gampang terlihat, Yang paling mencolok adalah ketika Ia membangun rumah dalam waktu bersamaan dalam jumlah yang cukup banyak. Misalnya 100 sampai dengan 200 unit secara sekaligus. Jika anda menyaksikan ada suatu kawasan perumahan, secara langsung membangun jumlah rumah yang banyak, maka, dapat dipastikan ia mengambil kredit KYG.

Apakah rumah yang dibangun cukup banyak itu semuanya telah dimiliki konsumen. Saya secara pribadi ragu. Itu kemungkinan besar, developer sedang mau mengunduh dana yang besarannya 60-80 persen dari total pinjaman yang diberikan pihak bank mitra kepadanya. Jadi untuk mengukur apakah suatu kawasan itu ramai atau tidak, ukurannya bukan pada bagaimana seorang developer itu membangun, Tetapi, lebih pada bagaimana dia mampu memasarkan produk perumahannya.

Beban lain selain harus membayar bunga bank, bagi mereka yang mengambil dana KYG, akibat pembangunan rumah yang terlampau banyak tadi, jika tidak diimbangi dengan kualitas dan kuantitas penjualan, maka, resiko yang paling berat dan mudah diukur adalah perawatan rumah itu sendiri. Bayangkan kita mengurus satu rumah saja repot. Bagaimana kalau kita harus merawat rumah 100 sampai dengan 200 unit rumah. Bisa-bisa perawatan dapat menghabiskan biaya yang plus minus sama dengan pembangunan rumah itu sendiri.

Karena itu, menurut saya, yang paling aman dalam melakukan usaha di jenis adalah, sabar dan cenderung low profile. Toch tanah tidak akan busuk dan harga tanah, karena makin terbatas pasti akan terus mengalami lonjakan. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.