Inspirasi Tanpa Batas

Lyceum Tetap Hadir Bukan sebagai Berita

0 0

Konten Sponsor

Lyceum Tetap Hadir Bukan sebagai Berita. Beberapa minggu terakhir, staf lyceum Indonesia mendatangi rumah kediaman owner web ini. Kami minta saran atas berbagai situasi dan kondisi yang melanda dunia maya, serta trend terkini bangsa Indonesia. Dalam analisa kami, kebanyakan bangsa ini, lebih memilih berita [hoax sekalipun] dibandingkan dengan pengembangan sasana keilmuan.

Kami ceritakan situasi terkini yang bukan saja sulit mencari iklan untuk jenis web seperti ini, tetapi, pengunjung yang relatif lambat bertumbuh. Meski grafiknya dalam tiap bulan tetap naik dengan indek rata-rata 15 persen. Hal ini terasa berbeda dengan web kami yang lain yang pertumbuhannya bisa mencapai 40 persen per bulan. Perlu disampaikan, bahwa kami memiliki enam web. Semua bersipat berita, kecuali lyceum id. Yang lima, kemajuannya sangat cepat. Padahal lima web lain selain lyceum.id, merupakan anak perusahaan dari Lyceum Indonesia.

Setelah kami gambarkan dengan serius dan berapi-api, sambil menunggu kemungkinan berubah visi, owner kami [Prof. Cecep Sumarna], ternyata tetap pada keyakinannya.  Dia menyatakan bahwa, di luar semua persepsi kita tentang perjuangan hidup, harus selalu memiliki yang berbeda. Dengan kebedaan itulah kita ada. Dan dengan kebedaan itu pula, kita bisa dihitung.

Owner kami tetap pada pendiriannya. Lyceum Indonesia, yang menjadi induk untuk lima web lain, tetap hanya berfungsi untuk mengembangkan dunia ilmu. Visi Lyceum Indonesia, yang menetapkan diri tampil bukan sebagai berita, bukan sebagai demagog, apalagi hoax harus tetap dipelihara. Kami disarankan agar tetap berada di barisan kelompok langka, yakni pengembangan keilmuan. Itulah kalimatnya.

Buatlah Pasar dan Jangan Mengikuti Pasar

Dengan berapi-api, dia juga menyatakan bahwa kita bukan motivator atau apalagi follower. Motivator dan Follower adalah pecinta trend atau pengikut pasar. Kita tampil justru sebagai pembuat pasar. Kita tetap harus menjadi trendsetter. Kita adalah developer pasar bebas dalam konteks keilmuan di kelas dunia. Skalanya besar dan bersipat makro dunia dalam konteks keilmuan.

Jika anda percaya atas gagasan ini, lanjutkan! Jika tidak, anda akan ketinggalan kereta. Bagaimana anda tidak bangga, Pengikut lyceum telah mencapai setengah juta. Dan 56 persen pembaca sebanyak itu, adalah masyarakat dunia. Baru delapan bulan berjalan, semua negara di dunia sudah masuk di sini.

Karena itu, melalui lyceum lah, kita justru akan menjadi bagian dari arsitek yang membentuk dunia menjadi sebuah desa. Di desa seluas dunia inilah, pasar, kita hadirkan. Karena dan dengan spirit itulah, lyceum Indonesia harus tetap kami hidupkan. Team Reforter Lyceum Indonesia.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar