Inspirasi Tanpa Batas

Maafkan Aku Menikah Membuat Hasratku Memudar | Candu Asmara Remaja Part – 6

Maafkan Aku Menikah Membuat Hasratku Memudar | Candu Asmara Remaja Part 6
0 293

Kayla Akhirnya Menikah – Candu Asmara Remaja Part 6. Di tengah gemuruh hujan, sore itu Kayla dinikahi Rayhan. Ia dinikahkan dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas tidak kurang dari 20 gram. Rayhan begitu lancar melafalkan akad. Begitupun saat dia membacakan talak-talik-nya untuk Kayla. Sepintas pernikahan itu seperti biasa. Namun, beberapa kalangan mulai membicarakan hal aneh atas pernikahan ini, karena dilangsungkan dalam waktu yang terlalu singkat dan hampir tidak terlihat ada persiapan pernikahan sebelumnya.

Apa yang terjadi, sesungguhnya tak ada yang tahu, kecuali Indra-Shofia dan keluarga Rayhan, bahwa Kayla sudah mengandung. Bapak dan mertua Indra juga sama, tidak tahu kalau Kayla sesungguhnya telah hamil. Kondisi ini sangat tertutup secara rapat. Tidak banyak yang tahu akan situasi yang sesungguhnya terjadi.

Mereka menutupi rahasia yang dianggapnya sangat memalukan ini. Tidak terbayangkan bagaimana kalau kakek Kayla tahu, dia sudah hamil saat pernikahan dilangsungkan. Pasti pernikahan dilarang untuk dilangsungkan. Kakeknya, adalah pengikut ajaran agama yang taat dan ia berada di barisan yang melarang perkawinan dalam pemahaman fiqih yang dia anut, ketika posisi perempuannya sedang hamil. Karena kakek Kayla tidak tahu, maka, pernikahan itu berlangsung juga.

Tamun Walimah yang Dingin

Tamu yang datang ke acara pernikahan itu rata-rata basah kuyup. Guyuran hujan tak mampu dibendung, sekalipun oleh mereka yang ahli nyarang. Pernikahan ini tidak diiringi dengan lantunan lagu atau syair-syair sebuah prosesi pernikahan yang umum terjadi di Kampung Kayla dan Rayhan. Hal ini telah menambah kecurigaan orang. Perkawinan ini hanya dilangsungkan dalam suasana yang sangat sederhana, meski Kayla dan Rayhan sesungguhnya, adalah keluarga yang cukup berada secara ekonomi.

Karena itu, acara salam salaman dan ucapan selamat dari tamupun berjalan begitu singkat. Tidak lebih hanya sekitar satu jam, acara itu berlangsung. Ketika adzan maghrib dikumandangkan, berakhirlah upacara pernikahan dan salam-salaman itu. Akhirnya, rumah orang tua Kayla yang sebelumnya agak ramai, tiba-tiba secara mendadak kembali sepi, karena tamupun pada berangkat ke Masjid untuk melaksanakan shalat. Saat tamu pada masuk ke Masjid yang tidak jauh dari rumah orang tua Kayla, pengantin ini masuk ke kamar. Di kamar yang didesain sederhana itu, telah membuat Kayla dan Rayhan istirahat dan rebahan didalamnya.

Malam Pengantin yang Sepi

Malam itu dilalui Kayla dan Rayhan dalam suasana yang sangat sepi. Entahlah, tidak ada yang tahu, apakah mereka bahagia atau sesungguhnya mereka harus menyatakan duka atas situasi yang dihadapinya. Hanya saja, harus dituliskan bahwa, baik Rayhan maupun Kayla, malam pertama dalam pernikahannya itu,  tidak menyembulkan sedikitpun rasa suka cita, apalagi asmara, seperti saat pertama mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak syah di sebuah sofa, ruang tamu keluarga Kayla.

Malam pertamanya ini, harus dilalui Rayhan dengan cara yang sangat hati-hati. Kandungan Kayla yang sudah mulai membesar, telah mendorong Rayhan untuk terus menerus melakukan hubungan-suami istri, sama seperti laki-laki lain saat istrinya hamil, namun di sisi yang lain, Kayla justru berada dalam suasana bathin dan fisik yang sangat tersiksa dan tampak sangat lelah. Kayla bukan saja merasa berdosa dan selalu menyimpan rasa dosa dalam kortek otaknya yang setiap saat tiba-tiba muncul, atas apa yang terjadi dengannya bersama Fredy beberapa tahun sebelumnya, namun, juga secara fisik ia memang berada dalam kelelahan yang akut sehingga mengurangi kesan asmaranya untuk Rayhan.

Jam 20 malam itu, Rayhan dan Kayla sudah membungkus tubuhnya dengan selimut tebal. Maklum, ia berada di sebuah kota yang dingin, ditambah waktu itu, alam sedang rajin menurunkan air hujan. Mereka berdua tidur dalam peraduan asmara yang begitu mempesona bagi Rayhan, tetapi, tidak bagi Kayla. Ia justru merasa hambar menghadapi situasi yang dihadapinya, meskipun, demi menghormati suami syahnya, ia tetap juga mampu membawa Rayhan dalam aroma mistik cinta yang membahagiakan. Mereka tidur lelap, sampai kemudian terbangunkan pada pukul nol-nol,  karena Kayla minta diantar untuk kencing.

Rayhan berdiri dan membawa Kayla ke wc. Seteah itu, mereka kembali masuk kamar tidur dengan selimut tebal dan dekapan Rayhan yang cukup rapat. Mungkin karena Rayhan masih sangat muda, hasyrat seks-nya cukup sulit dibendung. Ia meminta Kayla untuk melayaninya. Merekapun kembali memadu kasih dan asmara dan membwa keduanya kembali ke puncak asmara.

Asmara Malam dalam Ragam Tempat

Tiga jam berikutnya, mereka kembali ke wc. Kayla kembali meminta Rayhan mengantarnya untuk kencing. Dengan penuh malas, Rayhan kembali mengantar Kayla ke wc. Hal yang sama untuk yang ketiga kalinya, mereka melakukan kembali hubungan suami istri. Kayla awalnya menolak ajakan Rayhan, karena ia merasa sangat lemah dan beberapa alat vital-nya terasa sakit. Namun, Rayhan begitu pandai menggoda dan membuat dirinya kembali terangsang. Akhirnya, mereka kembali melakukan hal yang sama. Sampai kemudian, Rayhan benar-benar lelah dan lemas, dan bangun dalam waktu yang sudah sangat siang. Shalat subuh mereka dilangsungkan kurang lebih pukul .0.9. pagi.

Inilah suasana malam pertama Kayla dan Rayhan pasca perkawinannya. Malam semacam itu, terus dilalui mereka, sampai kemudian, waktu tidak terasa, kandungan Kayla sudah memasuk usia 8 bulan 2 minggu  yang mengharuskan Kayla melahirkan anak pertamanya.Kayla sangat gelisah ketika akan melahirkan anak pertamanya ini. Ia ingat bagaimana sakitnya saat dia menggugurkan anak pertamanya hasil hubungan dengan Fredy. Ia taku dan sangat takut.

Ketakutan itu, terasa semakin menyiksa bagi Kayla, karena Indra, Shofia dan keluarga Rayhan, akan membawa Kayla kepada saudara mereka yang sangat jauh, bertempat di Sumatera. Indra dan Shofia serta keluarga Rayhan, rasanya tak sanggup menerima beban moral sosial, jika diketahui kalau mereka sesungguhnya telah memiliki anak — By Charly Siera– bersambung ke edisi berikut dengan judul Tangisan Pertama

Komentar
Memuat...