Home » Politik » Make America Great Again Membuat Trump Terpilih Menjadi President

Share This Post

Politik

Make America Great Again Membuat Trump Terpilih Menjadi President

Make America Great Again! Itulah semboyan Donald John Trump for President saat berbagai gelaran kampanye berlangsung di berbagai tempat Amerika Serikat. Sosok kontroversial yang memperoleh legitimasi diametral sebagai figure yang dibenci sekaligus dicintai rakyatnya. Buktinya, Pemilu di Amerika Serikat beberapa hari terakhir ini, memenangkan dirinya sebagai Presiden. Ia mengalahkan saingan terkuatnya yakni,  Hillary Clinton yang dianggap lama ada dalam pemerintahan dan dianggap mengerti benar situasi politik global dunia.

Donald John Trump Pebisnis Proferty dan Televisi

Donald John Trump, adalah pebisnis proferty ternama dan pioneer dalam program pertelevisian Amerika Serikat. Ia, lahir tanggal 14 Juni 1946 di Queen, New York Amerika Serikat. Berkat bisnis dalam bidang dimaksud, ia diberkahi kekayaan sebesar 3,7 milyar USD. Suatu jumlah yang mungkin tidak akan habis dimakan tujuh keturunan yang dimlikinya.

Sosok manusia kaya ini, bukan hanya dikenal plamboyan, tetapi, juga cenderung bengis. Kebengisannya bukan hanya ditunjukkan kepada komunitas masyarakat Muslim, seperti terlihat dari berbagai pernyataannya tentang tidak akan memberi ruang kepada pendatang Muslim di Amerika Serikat, tetapi, juga dianggap mengancam berbagai belahan ideologi lain di dunia, termasuk tentu China dan Rusia. Ia mewakili tipikal khusus sebagai pembawa karakter bangsa Amerika yang “ekstrem”, ketika sedang mempertahankan kedigjayaanya sebagai negara adikuasa.

Rekomendasi untuk anda !!   Apakah hasil Reshuffle" Jilid Dua Akan Membawa Perubahan?

Partai Republik dan Kebiasaan Berperang

Kita tahu bahwa perang Irak dan Quwait, disokong penuh Amerika saat George Bush menjadi presiden. Begitupun saat Amerika dipimpin anaknya sepuluh tahun kemudiannya, perang berlangsung antara Iran dengan Irak. Kedua pemimpin tadi, terjadi saat Amerika dipimpin Partai Republik. Suatu Partai di mana Trump hari ini, sedang menjadi Presiden.

Karena itu, mungkin tepat apa yang disampaikan Sofjan Wanandi saat liputan 6 di salah satu TV swasta Indonesia menyebutkan –bahwa seluruh negara— saat ini, sedang memantau perkembangan situasi di Amerika, termasuk tentu di Indonesia atas terpilihnya Trump yang dianggap ekstrem. Semua lagi pusing dengan terpilihnya Trump ini.  Terlebih jika ia benar-benar merealisasikan janji dalam kampanyenya. Ia menginginkan Amerika Serikat kembali tampil sebagai kekuatan raksasa dunia.

Melalui suami Melania Trump (2005 sampai sekarang), Marla Maples (1993-1999) dan Ivana Trump (1977-1992), serta anak Trump yakni: Ivanka Trump, Tiffany Trump, Barron Trump, Eric Trump dan Donald Trump Jr., tetapi kini ia sedang mempertaruhkan nyawa bangsa dan negara Amerika Serikat ini yang sedang dalam posisi, menurut Trump sendiri, sedang terus menerus mengalami deklanasi.

Rekomendasi untuk anda !!   Pilihan Sudah di Tetapkan

Masalahnya, mengapa Trump menang? Jawabannya, ternyata bukan hanya karena lawannya itu wanita, yang berarti menunjukkan watak bangsa adidaya ini masih belum maksimal memberi apresiasi terhadap kaum hawa, tetapi, juga karena ia dikenal suka bicara apa adanya, berani memerangi Narkoba dan Last But Not Least, ia juga dikenal bukan sebagai pengacara. Lho apa hubungannya dengan pengacara? Ternyata bangsa Amerika sudah mulai banyak yang tidak percaya kepada para ahli yang hanya pandai berbicara dan pandai berargument. Amerika butuh mereka yang memiliki tipikal pekerja keras salah satunya diperlihatkan dengan Trump ini. Tujuannya, agar Amerika kembali berjaya dan agar lampu listrik kembali dinyalakan di malam hari. Sumber tulisan berasal dari berbagai berita nasional dan Internasional …  By. Prof. Cecep Sumarna

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>