Take a fresh look at your lifestyle.

Makna dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

0 792

Konten Sponsor

Makna Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam memahami kosep manajemen sumber daya manusia, terlebih dahulu harus dimengerti arti dari manajemen dan sumber daya manusia itu sendiri. Jika term dimaksud coba dianalisa, maka teori tentang manajemen ini SDM itu cukup kompleks. Sebab berbagai definisi tentang manajemen telah banyak dikemukakan para ahli dari dulu sampai sekarang. Dan itu tidak salah. Sebab sebagai suatu ilmu, konsep manajemen bersifat universal dan tentu membutuhkan kerangaka berpikir keilmuan, mencakup kaidah-kaidah dan prinsip-prisipnya.

Kata manajemen berasal dari bahasa Inggrsmanagement–. Kata management berasal dari kata to manage, yang artinya mengatur atau mengolah. Kata manage itu sendiri berasal dari bahasa Italia, meneggio, yang diadopsi dari bahasa Latin managiare, yang berasal dari kata manus, yang artinya tangan. Apabila kita membuat suatu pembatasan atau definisi tentang menajemen, dapatlah dikemukakan sebagai berikut, “Bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), penyusunan persoanalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasa (controling)”. Jadi, manajemen pada dasarnya adalah upaya mengatur segala sesuatu (sumber daya) untuk mencapai tujuan organisasi.

Karena sifat pengaturan melekat pada manajemen, maka banyak orang yang mengartikan manajemen sebagai tata laksana atau ketatalaksanaan, yaitu suatu kegiatan mengatur, membimbing dan memimpin orang-orang yang menjadi bawahan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa definisi manajemen menurut para ahli manajemen:

  1. P Hasibuan dalam bukunya Manejemen Dasar, Pengertian dan Masalah mengemukakan, manajemen adalah ilmu dan seni mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  2. Harlod Koont dan Cyril O’Donnel dalam bukunya Principle of Management and Analyses of Management Funcion mengemukakan bahwa “Management is getting things done through people. In bringin about this coodinating of grouf activity, the manager, as a manager plans, organizes, staffs, direct and control the activities other people”. Artinya, manajemen adalah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

Manajemen sebagai proses penyelenggaraan fungsi fungsi organik terdiri dari: perencanaan pengendalian keputusan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Selain itu manajemen dilihat pula sebagai suatu kemampuan memimpin dan menggerakkan. Dimensi lain, melihat manajemen sebagai tim para pemimpin (Scanland 1974, 4), manajemen dapat didefinisikan sebagai keseluruhan aktifitas yang berkaitan dengan pribadinya (pearson activities), aktifitas yang berkaitan dengan interaksi karena perannya (interactional activities). Aktifitas administratife (administrations activities). Oleh karena itu, kemampuan manajemen adalah kemampuan dalam “interactional skills and technical skills” (Chung dan Magginson: 1981, 12).

Manajemen berhubungan dengan pencapaian tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang lain, (Kooniz dan O’Donnel: 1968, 42). Dalam definisi ini manajemen dititik beratkan pada usaha memanfaatkan orang lain didalam pencapaian tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, orang lain didalam organisasi harus jelas wewenangnya, tanggungjawab dan tugas pekerjaan. Manajemen juga merupakan pemanfaatan sumber daya yang tersedia atau yang potensial dalam mencapai tujuan. Definisis ini menitik beratkan pada usaha memanfaatkan sumber yang tersedia. Sumber tersebut adalah man (orang), Money (uang), Method (metode), Time (waktu), (Kooniz dan O’Donnel: 1968: 42).

Manajemen sebagai suatu proses yang berhubungan dengan bimbingan kegiatan kelompok dan berdasarkan atas tujuan kelompok yang jelas yang harus dicapai dalam menggunakan sumber sumber tenaga manusia maupun bukan tenaga manusia (Terry: 1996: 32). Definisi ini menitikberatkan pada bimbingan kegiatan kelompok dalam pencapaian tujuan kelompok ini menggunakan sumber daya manusia adalah sangat penting sekalipun sumber daya lainnya tidak diabaikan.

Manajemen juga merupakan suatu proses yang membedakan atas; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan, dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Definisi ini memandang manajemen sebagai suatu proses dari perencanaan sampai pengawasan.

Dalam upaya meningkatkan mutu keahlian, kemampuan keterampilan perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan struktural, fungsional dan teknis. Kegiatan pendidikan yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki penguasan keterampilan dan teknis pelaksanaan pekerjaan tertentu. Penguasaan pengetahuan manajemen menyangkut aspek belajar yaitu hasil belajar dan aspek materi ajar yaitu manajemen, dalam belajar diharapkan dapat terjadi perubahan tingkahlaku dari waktu sebelum dan sesudah belajar.

Donneli Gibson dan Ivancevich (1971:4) mendefinisikan manajemen sebagai berikut: Manajement is the process by which individual and group effort is coordinated group goals. Definisi tersebut melihat manajemen sebagai suatu proses dimana usaha individu dan kelompok dikordinasikan untuk mencapai tujuan bersama. Hersey dan Blanchard (1988:144), manajemen merupakan suatu proses bagaimana pencapaian sasaran organisasi melalui kepemimpinan. Sementara itu Mary Parker Follett

Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. James A.F. Stoner mendefinisikan Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Stoner lebih menggunakan istilah  Proses bukan Seni. Proses ini terdiri dari kegiatan-kegiatan manajemen:

  1. Perencanaan. Para manajer memikirkan kegiatan-kegiatan mereka sebelum dilaksanakan, kegiatan mereka didasarkan pada metode, rencana atau pikiran logis dari pada praduga atau firasat.
  1. Pengorganisasian. Proses pengaturan dan pengalokasian kerja, wewenang dan sumber daya di kalangan anggota organisasi sehingga mereka dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien.
  1. Kepemimpinan. Mencakup hal mengarahkan (directing), hal mempengaruhi (influencing), memotivasi (motivating) karyawan untuk menjalankan tugas-tugas pokok.
  1. Pengendalian. Para manajer memastikan bahwa organisasi bergerak menuju sasarannya, jika beberapa bagian organisasi ada pada jalur yang salah maka manajer harus membetulkan.

Manusia merupakan elemen terpenting dalam mengelola dan menggerakkan faktor-faktor produksi seperti modal, bahan mentah, peralatan, dan lain-lain untuk mencapai tujuan perusahaan. Bila suatu perusahaan mengalami perkembangan maka makin sulit pula perencanaan dan pengendalian pegawainya, hal ini terjadi karena makin kompleksnya permasalahan yang muncul menyertai setiap kemajuan. Dalam situasi yang seperti ini maka perusahaan wajib memiliki manajer personalia yang handal untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kepegawaiannya. Jika suatu perusahaan mampu mengatasi masalah-masalah tentang karyawan, maka keharmonisan semua komponen perusahaan akan terbangun, hal ini tentusaja akan membawa dampak positif dalam hal produktifitas.

Mangkuprawira (2004:166) mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan penerapan pendekatan SDM dimana secara bersama-sama terdapat dua tujuan yang ingin dicapai, yaitu (1) tujuan untuk perusahaan dan (2) untuk pegawai, keduanya adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Manusia tidak boleh diperlakukan hanya sebagai faktor produksi melainkan harus diperlakukan dengan emosi dan perasaannya.

Berikut ini beberapa pengertian manajemen SDM menurut beberapa pakar yang telah terpublikasi:Menurut Gary Dessler (2003:2)mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan dan cara-cara yang dipraktekan dan berhubungan dengan pemberdayaan manusia atau aspek-aspek SDM dari sebuah posisi manajemen termasuk perekrutan, seleksi, pelatihan, penghargaan dan penilaian.Alex Nitisemito (1996:10) mengartikan SDM sebagai suatu ilmu dan seni untuk melaksanakan planning, organizing, actuating, dan controlling, sehingga efektifitas dan efisiensi personalia dapat ditingkatkan semaksimal mungkin dalam pencapaian tujuan organisasi.Wayne Mondy (2008:4) menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan sejumlah individu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Sebuah organisasi modern, seharusnya memperhatikan fungsi-fungsi manajemen dan fungsi operasionalnya seperti yang telah dikemukakan oleh Flippo Edwin B. (Flippo, 1996:5-7). Menurutnya, fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia ada dua, yakni:

  1. Perencanaan (Planning). Perencanaan mempunyai arti penentuan mengenai program tenaga kerja yang akan mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
  2. Pengorganisasian (Organizing). Organisasi dibentuk dengan merancang struktur hubungan yang mengaitkan antara pekerjaan, karyawan, dan faktor-faktor fisik sehingga dapat terjalin kerjasama antara satu dengan yang lainnya.
  3. Pengarahan (Directing).Pengarahan terdiri dari fungsi staffing dan leading. Fungsi staffing adalah menempatkan orang-orang dalam struktur organisasi, sedangkan fungsi leading dilakukan pengarahan SDM agar karyawan bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  4. Pengawasan (Controlling).Adanya fungsi manajerial yang mengatur semua aktifitas-aktifitas sumber daya agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan organisasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, bila terjadi penyimpangan dapat diketahui dan segera dilakukan perbaikan.Fungsi lain terdiri dari:
  • Pengadaan (Procurement). Usaha untuk memperoleh sejumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, terutama yang berhubungan dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja, penarikan, seleksi, orientasi dan penempatan.
  • Pengembangan (Development).Usaha untuk meningkatkan keahlian karyawan melalui program pendidikan dan latihan yang tepat agar karyawan atau pegawai dapat melakukan tugasnya dengan baik. Aktivitas ini penting dan akan terus berkembang karena adanya perubahan teknologi, penyesuaian dan meningkatnya kesulitan tugas manajer.
  • Kompensasi (Compensation). Fungsi kompensasi dalam hal ini diartikan sebagai usaha untuk memberikan balas jasa atau imbalan yang memadai kepada pegawai sesuai dengan kontribusi yang telah disumbangkan kepada perusahaan atau organisasi.
  • Integrasi (Integration). Merupakan usaha untuk menyelaraskan kepentingan individu, organisasi, perusahaan, maupun masyarakat. Oleh sebab itu harus dipahami sikap prinsip-prinsip pegawai.
  • Pemeliharaan (Maintenance). Setelah keempat fungsi di atas dijalankan dengan baik oleh semua personalia, maka diharapkan organisasi atau perusahaan mendapat pegawai yang baik. Maka fungsi pemeliharaan adalah dengan memelihara sikap-sikap pegawai yang menguntungkan perusahaan.
  • Pemutusan Hubungan Kerja (Separation). Usaha terakhir dari fungsi operasional ini adalah tanggung jawab perusahaan untuk mengembalikan pegawainya ke lingkungan masyarakat dalam keadaan sebaik mungkin, bila organisasi atau perusahaan mengadakan pemutusan hubungan kerja.