Makna dan Tujuan Penelitian Kualitatif

Makna dan Tujuan Penelitian Kualitatif
0 3.725

Model dan metode penelitian kualitatif, dalam 20 tahun terakhir sedang menjadi trend. Ia menjadi antitesis dari model penelitian sebelumnya yang cenderung kuantitatif dan meletakkan pendekatan positivisme sebagai faktor penting keberhasilan penelitian. Model dan metode ini, oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang urgen dan patut dikembangkan. Pertanyaannya, apa sesungguhnya penelitian kualitatif. Berikut adalah gambaran yang mampu kami sajikan.

Makna Penelitian Kualitatif

Penelitian Kualitatif, mengutif Lexi J. Moleong (1990) adalah: “Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Ia dapat berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini lebih diarahkan pada upaya pencarian latar belakang; secara holistik atau menyeluruh. Faktor-faktor yang melatarbelakangi sebuah aktivitas yang dilakukan oleh objek penelitian dan berbagai hal yang terdapat didalamnya. Soal dimaksud pasti bersipat kompleks, karena itu tidak mungkin digneralisasi.

Makna tadi sejalan dengan pikiran Bogdan (1992). Bogdan menyebut bahwa: “Ada beberapa istilah untuk jenis penelitian kualitatif. Istilah dimaksud seperti: inquiri naturalistic (alamiah), etnograpis, interaksionis simbolik, perspektif, etnometodologi, fenomenologi, studi kasus, interpretative dan deskriptif”.

Tujuan Penelitian Kualitatif

Nana S. Nasution (1998), menyebut bahwa: “penggunaan pendekatan kualitatif adalah untuk menghasilkan grounded theory (teori yang timbul dari data dan bukan dari hipotesis sebagaimana ada dalam penelitian kuantatif). Lebih lanjut Nana S. Nasution, menjabarkan karakteristik penelitian kualitatif dalam narasi berikut ini:

  1. Sumber data ialah situasi yang wajar (natural setting
  2. peneliti sebagai intrumen utama dalam penelitian;
  3. karakternya sangat deskriptif;
  4. mementingkan proses maupun produk dibandingkan dengan hasil;
  5. mencari makna di belakang kelakuan atau perbuatan objek teliti sehingga dapat memahami masalah atau situasi;
  6. mengutamakan data langsung (first band);
  7. triangulasi: data atau informasi dari satu pihak harus diteliti kebenarannya dengan memperoleh data itu dari sumber lain;
  8. menonjolkan rincian kontekstual;
  9. subyek yang diteliti dipandang sama kedudukannya denga peneliti;
  10. mengutamakan perspektif emic yakni mementingkan pandangan responden bagaimana ia menafsirkan dan memandang dunia dari segi pendiriannya;
  11. verifikasi, antara lain melalui studi kasus yang bertentangan atau negatif; 12) sampling yang purposif;
  12. menggunakan audit trail yaitu, pelacakan apakah laporan penelitian sesuai dengan yang dikumpulkan;
  13. partisipasi tanpa mengganggu; dan
  14. mengadakan analisis sejak awal penelitian.

Penelitian kualitatif, umumnya memang lebih tepat jika digunakan untuk kepentingan persoalan ilmu-ilmu sosial. Termasuk tentu didalamnya adalah mengkaji tentang agama dan pendidikan. Anda yang berada dalam ruang kajian dimaksud, tampaknya akan sangat tepat jika menggunakan model penelitian kualitatif.

Komentar
Memuat...