Inspirasi Tanpa Batas

Makna Pendidikan Bagi Masyarakat

Makna Pendidikan Bagi Masyarakat
0 3.029

MAKNA Pendidikan Bagi Masyarakat: Kata pendidikan mempunyai kata dasar yaitu “didik”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan memelihara dan memberi latihan (anjuran, tuntunan dan pimpinan) mengenal akhlaq dan kecerdasan pikiran.

Kata benda “pendidikan” yaitu proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran, pelatihan proses, perbuatan dan cara mendidik. Dari pengertian tadi kita dapat memahami bahwa pendidikan adalah suatu proses tuntunan, arahan kepada peserta didik dan mempunyai tujuan yang jelas.

Proses pendidikan tentunya tidak terlepas oleh aturan yang ada. Sebagaimana di  Negara kita disebutkan dalam Undang-undang Dasar 1945 Bab XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 31 ayat 3 dikatakan bahwa “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlaq mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”.

Banyak para Profesor, Guru Besar atau Para ahli Pendidikan mengartikan pendidikan dengan berbagai pengertian. Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiatan yang setinggi- tingginya.

Pemerintah, dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasana, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Makna Pendidikan

Jelas sekali bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dari seseorang atau kelompok untuk mendidik anak didik dengan sebuah proses yang mempunyai tujuan yang jelas. Dalam mencapai tujuan pendidikan memerlukan proses yang memakan waktu, media sebagai sarana, serta mempunyai tujuan yang jelas dan terencana. Tidak pantas kiranya mendidik tanpa tujuan dan program yang jelas.

Masyarakat Indonesia telah mengenal dari dulu tentang pendidikan. Mereka lebih cenderung memandang out put pendidikan, dan sedikit yang memperhatikan proses pendidikan. Menilai sebuah lembaga pendidikan baik yang formal, non-formal maupun in-formal dilihat dari satu sisi saja. Padahal pendidikan yang berkualitas tidak hanya melihat in-put atau out-put tapi lebih mengutamakan proses di dalamnya. Proses inilah yang harus menjadi perhatian penyelenggara pendidikan serta pemerintah dan masyarakat sebagai balancing untuk terciptanya tujuan pendidikan.

Penerangan yang jelas tentang pentingnya pendidikan kepada semua lapisan masyarakat agar bisa mendongkrak Sumber Daya Manusia terutama Generasi Muda yang dilahirkan dari proses pendidikan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan akan membangun pola pikir yang maju bagi masyarakat itu sendiri. Inilah yang diharapakan oleh pemerintah demi mensejajarkan Negara kita dengan Negara lain.

Banyak orang memandang bahwa tingkat pendidikan di Indonesia masih dibawah rata-rata Negara di dunia bahkan dalam rangking, mungkin ada pada baris yang paling bawah. Kalau kita lihat dari sejarah, tingkat pendidikan di Indonesia 30 tahun yang lalu masih cukup lumayan bisa sejajar dengan Negara-negara tetangga.

Merupakan pertanyaan besar bagi kita, apakah pendidikan di Indonesaia mengalami stagnasi?. Padahal upaya pemerintah terhadap dunia pendidikan tidaklah main-main, terlebih lagi dari sisi finansial pemerintah terus memperhatikan sehingga menganggarkan dalam APBN ataupun APBD sesuai dengan amanat UUD. Upaya-upaya peningkatan SDM tenaga kependidikan, peningkatan fasilitas yang berbasis teknologi bahkan jaminan beasiswa bagi sekolah dasar telah diberikan. Ini bukti keseriusan pemerintah terhadap pendidikan.

Pendidikan Untuk Masa Depan

Masyarakat kita sedikit demi sedikit telah melek terhadap pendidikan, mereka sudah bisa memilih dan memilah lembaga pendidikan mana yang berkualitas. Bahkan sebagian masyarakat berani mengeluarkan dana lebih untuk putra-putrinya belajar di lembaga ternama yang cukup lumayan dari pembiayaannya. Mereka membutuhkan sekali bekal bagi anaknya yang memadai sehingga mendapatkan masa depan yang lebih baik dari kehidupan orang tuanya sekarang.

Sebuah proses pendidikan tidak bisa langsung dapat dirasakan tetapi hasil pendidikan akan dirasakan dimasa depan. Orang kebanyakan mengukur kapasitas kualitas pendidikan hanya dilihat dari out put yang belum jelas parameternya, apakah menilai dari sikap, akhlak atau hanya sebatas keilmuanya saja. Padahal sudah jelas tujuan dari pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasana, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Kiprah anak didik di dalam lingkungan masyarakat sangatlah dominan, karena jumlah usia sekolah sangatlah banyak. Kita lihat dari mulai tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi (Universitas). Mereka semua mendominasi jumlah penduduk di satu wilayah. Keterlibatan anak didik dalam kehidupan sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa. Mereka banyak berperan dalam bidang kepemudaan terutama anak didik tingkat SMA ataupun tingkat Perguruan Tinggi.

Mereka mulai ingin merasa diakui sebagai warga masyarakat yang diharapkan mampuh memberikan kontribusi positif dalam kehidupan. Keinginan tersebut didukung dan didorong oleh keilmuan yang mereka peroleh dari lembaga pendidikan. Dan tidak sedikit dari mereka juga yang kurang peduli terhadap kehidupan masyarakat, ada sebagian kecil justru mewarnai kehidupan masyarakat dengan hal yang negatif.

Kiprah mereka sangatlah dibutuhkan di masyarakat, mereka akan mencoba mengaktualisasikan dirinya dalam rangka mencari jati diri. Masyarakat akan menyambut  mereka dengan baik, dan mudah menilai bahwa kualitas pendidikan dari sekolah sangat baik. Begitupun sebaliknya bagi mereka yang bersikap negatif akan dinilai kualitas sekolahnya kurang baik, itulah realitas kehidupan dimasyarakat.

Oleh Wawan Ahmad Ridwan

Bahan Bacaan

Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta; Balai Pustaka 1999). Cet ke-1

Media Pustaka Mandiri, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, (Jakarta-Balai Pustaka 2006)

Ki Hajar Dewantara, Pendidikan , (Yogyakarta; Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1962)

Sumber Kemendikbud
Komentar
Memuat...