Makna Spiritual dan Sosial Puasa | Tuhan pun Berpuasa Part – 1

Makna Spiritual dan Sosial Puasa | Tuhan pun Berpuasa Part - 1
0 1.207

Makna Spiritual dan Sosial Puasa. Kita pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata puasa. Mulai dari pengertian, macam-macam, syarat-syarat, bahkan sampai pada hikmah dan manfaat puasa. Puasa merupakan rukun Islam yang ke-4. Dan anak SD pun sudah mengetahui itu. Menurut bahasa puasa itu artinya menahan. Sedangkan menurut istilah puasa adalah menahan diri dari makan, minum serta segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan syarat tertentu.

Untuk sebagian orang, mungkin puasa hanya dijadikan symbol saja. Misalkan ketika Ramadhan, asalkan kita puasa, kita sudah melaksanakan kewajiban, tanpa melihat Esensi dari puasa tersebut. Setelah selesai bulan Ramadhan, tak banyak perubahan yang signifikan. Contoh kedua, mungkin untuk anak-anak perantau yang mungkin kurang dalam hal ekonomi, selain menjadikan puasa sebagai ladang pahala, puasa juga dijadikan cara alternative untuk menghemat pengeluaran. Tetapi kita tidak harus menanggapi hal itu, itu hanya pikiran penulis yang sedikit nyeleneh saja.

Beranjak ke sudut pandang lebih dalam lagi mengenai puasa. Penulis akan menyampaikan makna puasa dari aspek lain. Penulis mengambil referensi dari buku karya  seorang sosialis dan lebih menghabiskan jadwal padatnya  bertemu dengan masyaratkat. Beliau adalah Emha Ainun Nadjib, atau lebih akrab disapa Cak Nun. Buku tersebut berjudul Tuhan Pun Berpuasa. Dalam buku ini dijelaskan makna puasa dengan lebih meluas, lebih dalam dan dengan kalimat-kalimat yang apik. Buku ini sebetulnya merupakan esai beliau sebagai perjalanan spiritualnya.

Banyak pembahasan yang dijelaskan, mulai dari puasa itu sendiri sampai kepada makna lebaran. Semua dirangkum dalam buku Tuhan Pun Berpuasa. Namun penulis hanya akan memaparkan puasa dari aspek Spiritual dan aspek Sosialnya saja, seperti yang telah tertera pada judul.

Judul ini merupakan prolog dari buku tersebut. Alasan penulis mengambil tema tersebut, karena penulis merasa tertarik dengan judul tersebut, dan penulis berfikir bahwa puasa tidak hanya tentang amalan masing-masing saja. Bahwa dengan puasa tingkat rasa sosial kita, tingkat kepedulian kita terhadap yang lain tiba-tiba melesat dari biasanya. Dan ingin mengetahui bagaimana pandangan Cak Nun mengenai hal ini. Untuk itu penulis merasa perlu dalam menyampaikan hal ini. Untuk menambah pengetahuan pembaca terutama untuk penulis sendiri.

Alamat dan Jurusan

Tulisan ini bisa kita mulai dari presfektif Rukun Islam, untuk pada akhirnya melihat kedudukan ibadah puasa. Syahadah itu ketetapan dan kepentingan manusia Muslim. Semacam ‘alamat’ dan ‘jurusan’ pertama barangkali pada spectrum kosmologis, kemudian teologis baru kemudian kultural.

Pandangan tentang asal tujuan, semacam alamat historis-kosmologis, menuntut manusia untuk menentukan alamat teologis (a-teologis)-nya. Berdasarkan itu, ia berangkat merumuskan alamat sosialnya, alamat kulturalnya, juga mungkin alamat politiknya, bahkan bukang tidak mungkin juga alamat geografisnya. Dengan demikian terumuskan beda pandangan manusia mengenai dunia, mengenai akhirat serta mengenai dunia-akhirat. Analisis Sastra atas Pikiran Emha Ainun Nadjib. By. Inten Cahya

Komentar
Memuat...