Inspirasi Tanpa Batas

Manfaat dan Hakikat Menulis

1 33

Konten Sponsor

Menulis merupakan suatu pekerjaan yang banyak memberikan keuntungan kepada penulis. Sebagaimana penulis temukan dalam buku “Melejitkan Potensi Mengasah Kreativitas Menulis Artikel” (Roni Tabroni : 51).

Manfaat menulis

  1. Melatih seseorang menuangkan gagasan.
  2. Seseorang bisa mendapatkan imbalan dari apa yang telah dituliskan.
  3. Menulis bisa memberikan keberanian dan mendidik seseorang untuk mandiri.
  4. Menulis bisa dijadikan sebagai sarana berbagi pengalaman, seperti apa yang sudah dilakukan R.A Kartini.
  5. Dengan menulis, seseorang bisa abadi.

Setelah manfaat menulis kita ketahui, langkah selanjutnya yang penting penulis kemukakan adalah teknik penuangan ide.

Teknik Penuangan Ide

Setiap orang pasti berbeda satu sama lain dalam menuangkan ide mereka. Ada seseorang yang harus menuangkan ide kedalam konsep terlebih dahulu, seperti coretan dikertas. Baru ia bisa memindahkan dan menyempurnakan tulisannya melalui mesin ketik.

Tapi ada juga penulis yang langsung menuangkan ide dalam mesin ketik, tanpa harus mencoret-coret kertas mereka terlebih dahulu.

Ada juga seorang penulis yang baru bisa menuangkan ide mereka setelah menghabiskan berbatang-batang rokok dahulu.

Ada juga seseorang yang bisa menulis, setelah mereka melamun.

Hakikat Menulis

Menulis dan mengarang adalah sebuah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Tapi, banyak orang di luaran sana, memilih pergi meninggalkan tugas menulisnya di surat kabar, penerbitan dan lain-lain. Hanya karena mereka tidak merasakan kepuasan yang hakiki.

Seperti dalam penjelasan buku “Bagaimana menjadi penulis yang sukses” tentang satu orang penulis yang demikian, ia adalah Don Whitehead. Don Whitehead merupakan reporter di sebuah kantor berita Associated Press. Kantor berita tersebut sangat terkenal, ia mengirimkan berita-berita hampir ke seluruh penjuru dunia.

Ketika perang dunia kedua berlangsung, Don bekerja sebagai koresponden. Dari pekerjaan tersebut, ia meraih dua buah piala Pulitzer, hadiah tertinggi di bidang jurnalistik pada masa itu. Kemudian ia diangkat sebagai pemimpin redaksi harian di Washington, D.C. Karena ia merasa belum puas menjadi seorang penulis, mungkin ia merasa menulis adalah suatu tuntutan pekerjaan yang sedia ataupun tidak, harus ia kerjakan. Akhirnya ia pergi meninggalkan pekerjaan dan kedudukannya, lalu memilih menjadi penulis yang independent.

Setelah ia berhenti dari pekerjaannya, satu buku berjudul The F.I.B.Story berhasil ia rampungkan dan mendapatkan sambutan sangat baik dari para pembaca. Dari buku pertama itu, ia dikenal sebagai penulis sekaligus peneliti yang baik. Banyak perusahaan-perusahaan menawari ia pekerjaan. Namun, karena ia tidak mau menulis sebagai suatu tuntutan pekerjaan, dengan terpaksa ia menolak semua perusahaan itu.

Akhirnya satu perusahaan dari Shoutern memberikan tawaran pekerjaan kepada Don, sesuai dengan keinginan dia. Don lalu menerima tawaran tersebut. (Wilson Nadeak : 72)

Sumber :

Wilson Nadea. 2006. “Bagaimana Mnejadi Penulis yang Sukses”. Bandung : Sinar Baru Algesindo.

Roni Tabroni. 2007. “Melejitkan Mengasah Kreativitas Menulis Artikel”. Bandung : Nuansa.

 

  1. Mochamad Asep Kuswara berkata

    Bbbbbb

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar