Inspirasi Tanpa Batas

SPONSOR

SPONSOR

Manfaat Kopi Hitam Bagi Kesehatan Manusia

0 3

Konten Sponsor

Manfaat Kopi Hitam Bagi Kesehatan. Suatu pagi, di ball room ruang wisuda Sekolah Tinggi Farmasi YPIB Cirebon, saya duduk sendiri. Cenderung melamun. Berat rasanya kedua mata ini dibuka. Tiba-tiba Prof. Badruzaman [alm] datang menghampiri. Farmakolog lulusan S2 dan S3 Farmasi Perancis itu tiba-tiba berkata. Sudah minum kopi hitam belum Prof.

Saya menjawab belum? Minumlah agar mata anda tampak segar. Dengan malas saya membalikkan arah. Lalu tiba-tiba dia berkata lagi. Begini ya kata Badruzaman. Kopi hitam itu dapat membuang rasa defresi yang kita rasakan. Jujur saya terhenyak. Mengapa? Sebab dia bukan ahli psikologi. Dia adalah ahli farmakologi, tepatnya Farmais. Tetapi, ia meneruskan pembicaraannya dengan kalimat-kalimat indah berikut ini:

“Prof. Cecep aku tahu, depresi adalah gejala kejiwaan. Gejala ini umumnya muncul karena ada sesuatu yang tidak selaras antara apa yang kita harapkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Defresi adalah lanjutan dari meningkatnya rasa kecewa. Semakin kekecewaan itu lama bertahan, maka, semakin lama pula defresi itu bertahan dan bersarang dalam tubuh kita. Gejala defresi akan terus meningkat menjadi stress jika tidak segera diatasi. Ciri orang stress secara farmakologi gampang dilihat. Lihat saja kulit mukanya. Apakah cerah atau suram. Karena itu, kita harus sedikit banyak melakukan fantasi. Salah satu cara untuk membuat syaraf kita menjadi lebih santai adalah kopi hitam. Minuman itu dapat pula mencegah manusia dari kemungkinan terkena serangan kanker kulit”

Kopi Hitam Membuat Kita Tampak Muda

Pramusaji ball room wisudapun mengambil dua cangkir kopi pahit untuk saya dan untuk ketua STF YPIB dimaksud. Saya hanya habis 10 persen dari jumlah kopi dalam gelas. Dia mungkin hampir mendekati 80 persennya dari jumlah air dalam gelas dimaksud. Hampir 10 menit kami berbicara di situ. Acara wisuda dimulai. Karena kami sama-sama unsur pimpinan, duduknya kemudian berdekatan di podium sidang. Di podium sidang sambil menunggu sambutan, ia kemudian melanjutkan ceritanya.

“Hai, Prof. Coba anda lihat muka saya. Umur saya ini sudah tua. Pensiun dari ITB saja sudah hampir 10 tahun. Tetapi, barangkali bukan karena saya geer, muka saya, dalam penglihatan saya tentu saja kata dia, kira-kira setara dengan mereka yang berumur 50 tahun. Mengapa? Karena saya suka mengkonsumsi kopi hitam di pagi dan di malam hari. Kopi hitam menurutnya, dapat juga mencegah munculnya penyakit Alzheimer. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan penuaan dan menurunnya fungsi pendegaran seiring dengan penambahan usia. Orang yang terkena diabetespun, lebih baik minum kopi. Asal jangan dikasih gula. Penyakit diabetes itu kan muncul karena berkurangnya kemampuan hormon insulin untuk mengatur kadar gula dalam darah.

Obrolan itu kembali berakhir, ketika dia terpaksa harus masuk mimbar podium untuk menyampaikan pidato ketua dalam prosesi wisuda. Dia tidak lama memberi sambutan. Berbeda dengan ketua Kopertis dan ketua Aptisi. Ia kembali duduk dekat dengan saya. Dia tampak sedang sangat bersemangat berbicara kepada saya. Saya sendiri, memang terasa sangat terhibur. Maklu saya merasa beban itu terasa sangat berat saya pikul.

[Baca Juga : Kopi Hitam Adalah Minuman Para Intelektual ]

Ia melanjutkan pembicaraan tentang manfaat kopi hitam. Ia mengatakan bahwa selama ini, banyak masyarakat Indonesia yang salah memahami fungsi dan manfaat kopi. Menurutnya, jika kita rutin minum kopi secara teratur, maka, jenis penyakit seperti kanker [kulit, payudara, mulut dan otak] dapat dicegah dengan baik.

Mati Urusan Tuhan Kualitas Hidup Menjadi Urusan Kita

Kopi juga sangat bermanfaat untuk kepentingan diet. Mengapa? Sebab dengan kopi, kemauan untuk makan, pasti akan tertahan. Dari situ juga akhirnya manusia dapat sedikit banyak teremajakan sistem metabolisme tubuh, karena kopi juga mengandung antidioksidan. Mereka yang demikian, pastilah akan memiliki kemampuan daya ingat yang sangat tinggi.

Dia mengakhir pembicaraannya dengan mengatakan: Umur adalah urusan Tuhan. Kapanpun dimanapun dan seperti apapun kita mati, kita harus siap. Tetapi ingat, kualitas hidup yang menentukan adalah kita. Saya balik bertanya. Kalau merokok bagaimana dok … ! Ia menjawab sekuat mungkin dihindari. Jika tidak mampu menghindarinya, kurangi semampu kita dapat menguranginya.

Tanpa diduga, beberapa hari ini saya mendapat kabar, maestro STF itu, kini telah meninggal. Semoga Allah memberi tempat yang layak di sisi-Nya. Amiin … By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar