Mari Kita Sadar, Jangan Cuek Dengan Hutang Anda

0 45

“Utang adalah salah satu sebab stress dalam hidup yang takkan dapat hilang begitu saja,” ujar Kelly McGonigal, psikolog kesehatan dari Stanford University. Yang berbahaya dari utang adalah betapa kronis dan menyerapnya hal itu. Kebanyakan penyebab stress dalam hidup – kecelakaan mobil, perceraian, kematian dari anggota keluarga – terjadi, kemudian selesai. Tubuh kita didesain untuk merespon keadaan darurat tersebut, kemudian bangkit kembali. Sementara berutang uang dapat menyebabkan Anda berada di posisi yang sulit untuk dapat keluar.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa mereka yang mempunyai utang, pada umumnya membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih. Utang tidak hanya buruk untuk kesehatan. Jumlah yang Anda khawatirkan, namun pada saat yang sama ada perasaan tidak berdaya, ujar Kelly.

Namun kunci secara emosional, psikologis serta perilaku tentang bagaimana Anda mengambil keputusan finansial menunjukan ada cara yang sehat untuk bisa mengatur dan menghabiskan uang. Yang ternyata juga mampu mengurangi secara signifikan rasa stress yang Anda alami.

Mempunyai pemahaman yang benar tentang uang

Menurut David Krueger, seorang konsultan dan pelatih keuangan dan juga mantan psikiater di Houston, Texas, kebanyakan dari kita menggunakan uang “mengatakan” siapa kita ini. “Anda memberikan uang makna untuk diri Anda itu, dan menggunakan uang setiap hari untuk menceritakan tentang diri Anda. Misalnya soal cara kebebasan, kekuasaan, dan bukti kesuksesan atau sebagai jalan menuju kesempatan.” Identifikasikan hubungan Anda dengan uang, kemudian gali lebih dalam apa saja nilai dari uang. Tanyakan kepada diri Anda sendiri: kenapa barang bermerek yang mahal begitu penting bagi imej saya? Mengapa memiliki uang sangat penting sampai saya harus bekerja sampai tengah malam? Hati-hati dengan jawaban Anda ini, dan tuliskan di selembar kertas jawaban tersebut. Hal ini akan membantu Anda memiliki pemikiran tepat tentang uang. Di mana tahap awal adalah mengambil alih kembali seluruh kendali bagaimana Anda menghabiskannya. “Begitu pikiran Anda tepat, baru Anda dapat membuat sebuah rencana untuk dapat menyelesaikan permasalahan,” tegas David.

Mengenali bahwa utang menciptakan kebebasan semu

“Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa orang yang stress justru ingin mengambil lebih banyak utang untuk bisa merasa berkuasa,” ujar Kelly. Jadi, sekalipun Anda telah menghabiskan limit kartu kredit, misalnya, Anda akan merasakan kebebasan ketika berhasil menaikan limit kartu kredit Anda tersebut. Atau justru mendapatkan kartu kredit baru. Ini berkaitan dengan persepsi jangka pendek dan jangka panjang. “Memang benar Anda menambah utang, namun anda justru merasa memiliki sumber daya yang tersedia bagi Anda, dan pemikiran itu melegakan beberapa orang,” kata Kelly. Hati-hati dengan ilusi jangka pendek ini, dan pertimbangkan biaya pada jangka panjang ketika meningkatkan limit kartu kredit, menambah kartu baru, bahkan membeli sesuatu dengan kredit.

Ciptakan “otot pengendalian diri”

Roy Baumeister, seorang spikolog sosial – Florida State University, baru-baru ini mempelajari disiplin mental dengan menggelar penelitian dan menunjukan ternyata kita harus memiliki energi yang kuat untuk mengendalikan diri. Dengan kata lainnya, kemampuan Anda untuk menahan keinginan berbelanja lama kelamaan dapat kelelahan. Namun anda tetap bisa juga memberikan dorongan. “Catat semua pengeluaran harian dengan menuliskan semuanya, serta pikirkan benar-benar angka yang menjadi hasil akhir,” ujar Kelly. “dengan melakukan hal tersebut dapat secara efektif melatih, dan dengan demikian memperkuat otot untuk pengendalian diri Anda.”

Jangan berbelanja saat sedang ‘down’

Sebuah penelitian yang dimuat pada Journal of Experimental Social Psychology, menunjukkan ternyata kita senang berbelanja barang-barang yang dapat menaikkan status, dan membeli barang mahal secara kredit. Terutama saat ego kita ini terancam – hal ini dapat disebabkan berbagai hal, dari melihat berita buruk di tv, sampai tidak mendapatkan promosi dalam pekerjaan.

“Penjelasan ekonomi – bahwa orang membeli berbagai barang mahal karena ingin mendapatkan sinyal positif tentang diri mereka terhadap orang lain – masih belum lengkap,” ujar penulis penelitian tersebut, Niro Sivanathan, asisten profesor perilaku berorganisasi di London Business School. Jika demikian, penelitian Niro menunjukkan tindakan membeli tiket mahal adalah untuk membuat si pembeli bisa merasa nyaman. Namun, penulis juga menemukan obatnya: Ketika partisipan merefleksikan berbagai nilai yang nmenurut mereka penting. Seperti hubungan kekeluargaan, kesehatan, serta eksistensi diri, keinginan untuk membeli barang-barang bagus menurun.

Hati-hati dengan sikap masa bodoh

Istilah lainnya dari sikap ini adalah “violation response”, dan intinya ini adalah kecenderungan untuk berbelanja lebih banyak untuk membuat seseorang merasa lebih baik karena bisa berutang. “Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin Anda kewalahan, semakin anda merasa berbelanja dapat membuat perasaan Anda lebih baik,” ujar Kelly. Tentu saja ini adalah suatu lingkaran setan, karena penyesalan sesudah belanja menyebabkan stress. “Itu sebabnya sangat penting untuk memperhatikan respon Anda ketika Anda melakukan sesuatu yang tidak konsisten dengan tujuan keuangan Anda. Jika Anda lebih memperhatikan dorongan emosional, maka Anda akan dapat menahan diri untuk membelanjakan uang untuk sesuatu yang tak Anda perlukan,” tegas Kelly. (www.readersdigest.com)

Komentar
Memuat...