Masa Pensiun Berniat Jadi Seorang Entrepreneur?

0 15

Apa yang terlintas dalam benak Anda saat mendengar pensiun? Mungkin sebagian besar orang akan menghubungkan masa pensiun dengan masa tua, tak lagi berjibaku untuk mencari nafkah, hidup bersahaja, ngemong cucu, menghadapi risiko akan menjadi pikun, adanya post power syndrome, dan lain juga sebagainya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pensiun berarti tak lagi bekerja karena masa tugas sudah selesai. Mengikuti definisi tersebut, masa pensiun artinya Anda tidak lagi bekerja formal atau seperti biasanya. Oleh karenanya, tingkat penghasilan pun kemungkinan sudah tak lagi sama seperti saat ketika bekerja dahulu. Bahkan, cenderung lebih sedikit mengingat produktivitas Anda telah berhenti.

Anda beruntung jika termasuk kalangan yang sudah memiliki persiapan pensiun memadai, misalnya berupa bekal pensiun yang telah mencukupi. Namun, tidak sedikit juga kalangan yang memasuki pensiun dengan persiapan seadanya. Uang pensiun dari kantor pas-pasan, sedang kebutuhan hidup terus meningkat. Jika Anda termasuk kalangan ini, sah-sah saja apabila terpikir untuk kembali produktif secara segi finansial.

Bagaimana caranya? Karena sektor formal sudah tak lagi menyediakan tempat bagi usia pensiun untuk terus bekerja, jalan satu-satunya adalah bekerja di sektor non-formal.

Ada banyak pilihan yang dapat Anda jajaki agar tetap produktif secara finansial jika sudah memasuki kategori usia pensiun, antara lain memulai bisnis atau memanfaatkan aset yang Anda miliki agar dapat terus memberikan penghasilan rutin. Misalnya, memanfaatkan rumah yang tak ditinggali sebagai kontrakan atau menginvestasikan sebagian tabungan hari tua di instrumen fixed income atau pendapatan tetap, seperti deposito dan sukuk ritel.

Pilihan lainnya adalah menjadi tenaga profesional sesuai keahlian yang Anda miliki. Misalnya, dahulu Anda bekerja di bidang perpajakan. Ketika Anda sudah pensiun, Anda dapat menjajaki karier sebagai konsultan pajak. Beberapa profesi juga bisa tak mengenal kata pensiun, seperti dokter, arsitek, dan lain lain.

Bila memilih bisnis

Nah, jika Anda cenderung lebih cocok atau mood memulai usaha atau berbisnis sebagai aktivitas saat pensiun agar tetap mendapatkan penghasilan, saatnya kini Anda bergerak. Ada beberapa kriteria usaha yang dapat dirintis oleh pensiunan. Pertama, usaha dengan risiko relatif rendah serta pendapatan stabil.

Kedua, usaha yang mudah dijalankan dan tak menggunakan stamina tinggi. Ketiga, usaha yang nilainya terus meningkat walaupun Anda diamkan. Keempat, usaha yang sesuai dengan minat serta keahlian Anda.

Bisnis yang sesuai dengan beberapa kriteria tersebut, adalah usaha di sektor riil, seperti peternakan, pertanian, perkebunan, pariwisata, jasa, selanjutnya adalah bisnis properti. Pilihan lain adalah membeli waralaba.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan jika ingin menjadi entrepreneur di masa pensiun:

Amankan kocek

Berbisnis tetaplah memiliki risiko. Maka itu, ketika hendak merintis usaha dalam kondisi sudah pensiun, Anda tidak bisa asal terjang. Posisi sebagai pensiunan yang berpenghasilan terbatas menuntut Anda agar lebih cermat mengatur kocek. Amankan dana untuk kebutuhan keseharian di instrumen dengan return stabil seperti deposito atau anuitas.

Hasilnya, untuk kebutuhan sehari-hari kelak, Anda takkan mengandalkan hasil dari bisnis yang baru dirintis tersebut. Dana darurat juga tetap perlu “penting” Anda siapkan sebagai antisipasi. Sedang untuk kebutuhan bisnis, gunakan anggaran lainnya di luar anggaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Siapkan modal

Supaya kocek tetap aman pada masa pensiun, merintis usaha lebih baik memakai modal sendiri alias bukan dana dari utang. Jangan pula menginvestasikan seluruh dana modal yang Anda miliki hanya untuk satu bisnis saja. Cadangkan sebagian dana sebagai antisipasi jika percobaan bisnis pertama Anda gagal. Karena kecenderungan gagal bisnis dalam start up cukuplah besar.

Konsep bisnis

Memulai usaha takkan ujug-ujug berhasil. Agar lebih matang, siapkan rencana atau konsep bisnis yang jelas. Tak perlu terlalu rumit. Cukup perjelas jenis usaha Anda pada konsep bisnis, pasar atau konsumen yang disasar, kondisi persaingan di bidang usaha tersebut, rencana pemasaran, dan apa keunikan bisnis Anda (unique selling point). Tak lupa, simulasi usaha berisi analisis balik modal, proyeksi arus kas, dan lain sebagainya di dalam konsep bisnis.

Jika harus ber utang

Lantas, bagaimana jika modal untuk bisnis tak ada atau kurang cukup? Bolehkah melirik utang atau kredit dari bank? Para perencana keuangan kompak tak menyarankan hal tersebut. Jika bisnis masih baru dan belum memberi pendapatan yang stabil, belum waktunya mengambil kredit dengan cicilan rutin.

Maklum, pendapatan seorang pensiunan umumnya pasti jauh lebih kecil ketimbang yang masih produktif. Akan terlalu berisiko jika memulai usaha pada saat pensiun dengan modal dari utang.

Jika memang dana pribadi Anda tak memadai sebagai modal bisnis yang hendak Anda rintis, masih ada jalan lain. Cobalah menggaet investor atau penanam modal. Ajak kerjasama dengan teman atau saudara sebagai rekan bisnis sehingga modal usaha tidak 100 persen berasal dari utang.

Hindari berasumsi cicilan utang akan Anda bayar dari hasil usaha yang kategorinya start up. Buat simulasi apabila mengambil kredit dengan cicilan sekian rupiah per bulan ditambah pengeluaran sehari-hari, apakah Anda masih bisa leluasa mengatur kocek Anda?

Kedua, penggunaan dana utang. Beberapa bank saat ini menawarkan kredit untuk pensiunan. Syaratnya mudah. Surat keputusan (SK) pensiun jadi jaminan karena pembayaran cicilan utang dipotong langsung dari uang pensiun debitor.

Beberapa bank tidak ketat membatasi peruntukan kredit apakah hanya untuk usaha atau bisa untuk kegiatan konsumtif. Bila Anda tidak memiliki komitmen kuat dan hitungan jelas tentang penggunaan dana, lebih baik tidak melirik tawaran kredit tersebut. Risiko terlalu besar. Maklum, kebanyakan bunga kredit pensiunan memakai bunga flat. Artinya, bunga utang dihitung berdasarkan nilai total utang, tanpa melihat nilai pokok utang yang telah dibayarkan debitor.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.