Masalah Kewarganegaraan Indonesia yang Ambigu

2 39

Masalah Kewarganegaraan: Sore menjelang isya, suatu hari di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, saya bertemu dengan seorang nenek dan dua laki-laki tua. Diperkirakan umurnya sekitar 76 Tahun. Wajah dan penampilannya sedikitpun tidak menunjukkan diri sebagai orang Belanda atau dari Belantara lain di Eropa. Wajahnya sangat familier sebagai wajah Asia Tenggara kalau bukan malah wajah Indonesia itu sendiri.

Saya duduk di sampingnya setelah sebelumnya, saya ke luar dari toilet bandara. Saya kemudian duduk ringan di ruang tunggu Bandara sambil menyaksikan tiga anak laki-laki saya bermain-main dan belanja di Bandara. Diketahui bahwa Schiphol  adalah Bandara terbesar di Eropa. Bandara ini memberi sejumlah sajian tempat belanja bergengsi yang dalam banyak kasus, persis seperti kota tersediri di Eropa.  Di Bandara bangsa yang yang pernah menjajah Indonesia ini, saya bertemu dengan cerita nasib buruk seorang kakek dan nenek itu, dengan sejumlah cerita duka kawan-kawan mereka lainnya di negeri kincir angin itu.

Lelah tubuh serta dinginnya udara waktu di Belanda yang mendekati angka minus 9 derajat celcius itu, membuat saya sangat lelah setelah seharian penuh bersama keluarga mengelilingi Kota Amsterdam, tentu naik juga perahu boat yang dalam cerita rakyat Indonesia, selalu diasosiasi sebagai kota yang dibangun atas hasil jajahannya di Indonesia. Semula, saya tidak peduli dengan dua kakek dan seorang nenek di samping saya itu. Namun kemudian, dia bertanya kepada saya dengan menggunakan bahasa Indonesia, namun berlogat Belanda.

  1. Lisna apriliana berkata

    Wuaduhhh baru tau saya, ternyata jaman bebas yang katanya juga jaman serba HAM masih ada juga ya kisah seperti ini. Apakah dari pemerintahnya kita cuek? Atau memang sistem pemerintahan kitanya ya?
    Atau sejarahkah yang melupakannya?

    1. alialamsyah
      alialamsyah berkata

      memang sisi ini rawan dengan tindakan HAM, apalagi kalau bebau Agama sensi banget petugasnya. semoga jadi pembelajaran buat kita..

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.