Sejarah Masjid Tua Dunia dan Milik Semua Agama

Sejarah Masjid Tua Dunia dan Milik Semua Agama
0 74

Masjid adalah tempat penghambaan manusia kepada Tuhan Yang Tunggal. Dalam pengertian ini, Masjid tampaknya sudah ada sejakAi?? Ibrahim diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Mengapa? Sebab, Nabi ini selain dikenal sangat shalih, juga mengutif Nurcholish Madjid [1997] patut disebut sebagai Bapak Agama Monoteisme murni [tawhid].

Jika penjelasannya lebih mendalam lagi, misalnya kita mencoba menganalisa ragam hadits Nabi, banyak keterangan yang menyebut bahwa Masjid sudah ada sejak Adam pertama kali turun ke bumi. Adam tidak membangun rumah untuk dirinya, tetapi, ia pertama kali, justru membangun rumah untuk beribadah. Rumah semacam inilah yang kemudian dikenal dengan bayt al Allah. Inilah rumah yang kemudian disebut sebagai Ka’bah.

Asumsi ini tidak salah. Mengapa? Sebab jika dikaji misalnya terkait dengan Kaai??i??bah. Di tempat ini, terdapat sebuah batu yang kemudian dikenal dengan nama hajar Ai??aswad. Batu ini, menurut beberapa periwayatan hadits, dibawa Adam dari Syurga. Pernyataan hajar aswad berasal dari Syurga, oleh Syaikh Syuai??i??aib Al Arnauth, disebutnya sebagai hadits shahih.

Karena Hajar aswad terletak di Ka’bah, maka, berarti Masjid yang paling tua di dunia adalah Ka’bah. Dan karena Ka’bah ada sejak manusia ada, maka, tempat ini, harus dipandang simbol keberagamaan semua manusia. Semua manusia seharusnya tunduk pada apa yang disebut dengan Allkah, yang simbol pentingnya, salah satunya, terdapat di Ka’bah ini.

Hadits-hadits tentang Hajar Aswad

Berikut beberapa bentuk hadits yang menerangkan hal ini. Meski redaksinya berbeda-beda dengan sistem periwayatan yang juga berbeda, namun substansinya sama. Yakni bahwa hajar aswad berasal dari syurga. Hadits-hadits dimaksud adalah sebagai berikut:

Dari Ibnu ai???Abbas radhiyallahu ai???anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ai???alaihi wa sallam bersabda, ai???Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitamai???. [HR. Tirmidzi]

Dari Ibnu ai???Abbas radhiyallahu ai???anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ai???alaihi wa sallam bersabda, ai???Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.ai??? (HR. Ahmad].

Dari Ibnu ai???Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ai???alaihi wa sallam bersabda mengenai hajar Aswad, ai???Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya.ai??? (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah]

Karena itu, menurut saya, jauh sebelum Islam datang, Masjid sebenarnya sudah ada. Karena itu pula, Masjid harus diterjemahkan sebagai tempat beribadah semua agama yang benar. Agama yang bersumber dari Tuhan yang juga benar. Mengabaikan Masjid, dalam pengertian ini, berarti mengabaikan historisitas kemanusiaan.

Masjid Tua Dunia

Jika itu penjelasannya, maka, Ibrahim sebenarnya adalah orang yang melakukan rehab pertama atas Ka’bah. Masjid itu kemudian dikenal dengan Masjid al haram.Ai??Tentu saja, bangunan yang kemudian disebut dengan Masjid al harram pada masa itu, tidak seperti bangunan sekarang. Jika sekarang adaAi?? menara dan bangunan megah yang juga lengkap beserta tiang-tiang yang besar, maka, di masa lalu Masjid itu hanya berisi sebongkah bangunan tambahan yang lain.

ai???ai??i?? Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ai???Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang iai??i??tikaf, yang rukuai??i?? dan yang sujud.ai??i?? (Al-Baqarah [2]: 125).

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: ai???Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.ai??i?? Allah berfirman: ai???Dan kepada orang yang kafirpun aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali.ai??i?? (Al-Baqarah [2]: 126)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): ai???Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.ai??i?? (Al-Baqarah [2]: 127) ai???

Ya Tuhan Kami, jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ….ai??i??ai??? (Al-Baqarah [2]: 128)

Masjid pada waktu itu hanya berupa lapang dengan batas-batas tertentu yang digunakan untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah. Terkait dengan Masjid apa yang pertama kali didirikan, berikut Rasulullah menjelaskannya dalam sebuah dialog dengan seorang sahabat. Dialog itu adalah sebagai berikut:

ai???Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah saw tentang masjid yang pertama kali dibangun? Maka Rasulullah SAW menjawab: ai???Masjid Al Haramai??? Kemudian aku bertanya lagi: Kemudian masjid apa lagi? Rasulullah SAW menjawab: ai???Masjid Al Aqshaai??? Aku bertanya kepada Rasulullah saw: Berapa jarak antara keduanya? Rasulullah saw menjawab: ai???Empat puluh tahun.ai??? (HR. Bukhari]

Masjid al Aqsa

Jika Ibrahim dianggap sebagai pengembang Ka’bah, lalu siapa yang mendirikan Masjid al Aqsha? Terhadap soal ini, banyak pendapat di kalangan para ulama Muslim yang satu sama lain berbeda. Sebagian ulama berpendapat bahwa Masjid Al Aqsha dibangun Nabi Sulaiman bin Dawud. Nabi fenomenal dengan asumsi sejumlah kekayaan luar biasa yang diperuntukkan untuk mengembangkan agama Allah.

Masjid yang direnovasi Sulaiman dimaksud, sering juga disebut Bait Al-Muqaddas. Masjid ini,Ai??terletak di Kota Yerusalem Timur. Tempat ini juga dikenal dengan nama wilayah Al-Haram Asy-Syarif bagi umat Islam. Di kalangan umat Yahudi dan Nasrani, tempat tersebut disebut dengan Har Ha-Bayit (Bukit Bait Allah atau Temple Mount/Kuil Bukit).

Namun demikian, pendapat soal pendiri Masjid tersebut banyak diragukan. Keraguan itu muncul karena jarak antara Nabi Sulaiman dan Nabi Ibrahim lebih dari 1.000 tahun berdasarkan perhitungan dari hadits di atas. Bagi mereka yang menolak hipotesis ini, menduga bahwa Nabi Sulaiman bukanlah orang pertama yang mendirikan Masjid Al Aqsha. Dia lebih tepat disebut hanya memperbaikinya.

Lalu jika demikian, siapa yang membangun Masjid al Awsha? Menurut kelompok ini, Masjid Al Aqsha didirikan oleh Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Masjid ini dibangun setelah Nabi Ibrahim mendirikan Kakbah di Mekkah.

Lepas dari perdebatan tadi, tetapi yang pasti bahwa Masjid Al Aqsa termasuk masjid pertama di dunia tentu selain Ka’bah. Hal ini setidaknya dapat dilacak dari banyak kisah dalam al Qur’an yang menerangkan ragam kisah kesalehan. Sebut misalnya bagaimana Zakariya yang selalu bermunajat memohon diberi putra walaupun sudah usia tua. Allah SWT pun kemudian mengabulkan doanya dengan memberi putra bernama Yahya. Zakarya yang selalu berdo’a dan bersujud itu, menurut beberapa catatan berada di Masjid al Awsha.

Masjid Al Aqsa juga merupakan tempat iktikaf (berdiam diri di dalam masjid) mereka yang mendekatkan diri kepada Allah. Kisah ini dapat terlihat misalnya dari apa yang dilakukan Siti Maryam, seorang wanita shalihah yang menjadi ibu Nabi Isa

Ai??Antara Ka’bah dan Masjid al Aqsha

Lepas dari mana yang unggul antara kedua Masjid ini, yang pasti bahwa kedua masjid tersebut telah menjadi etape perjalanan Nabi Muhammad saat melaksanakan Isra dan Miai??i??raj. Nabi Muhammad mengawali perjalanannya [isra’] dari sebuah Masjid bernama Ka’bah. Kemudian Nabi Muhammad melaksanakan miai??i??raj menghadap Allah Swt untuk menerima perintah melaksanakan shalat dari Masjid Al Aqsha.

Umat Islam juga pernah menempatkan Masjid al Aqsha sebagai kiblat salat pertama sebelum beralih ke Kakbah di Makkah. Hal ini setidaknya dapat dibaca dalamAi??al Qur’an surat Al-Baqarah [2]: 144 berikut ini.

ai??? …. Sesungguhnya Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit. Maka Kami palingkan engkau kepada kiblat yang engkau inginkan. Karena itu, palingkanlah muka engkau ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu semua berada palingkanlah mukamu ke Masjid al Harram [Ka’bah]. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwasanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah dari apapun yang kamu kerjakan.ai???

Bagi kita umat Islam, menghormati kedua Masjid [Ka’bah dan bay al Muqaddas] adalah sama-sama pentingnya. Kedua tempat ini, akan menjadi signal penting betapa umat Islam sesungguhnya memiliki citra toleran dan penghormatan yang tinggi terhadap tempat yang disucikan, termasuk jika tempat itu, jauh dari kebiasaan mereka yang mengimaninya. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...