Mata-Mata Dalam Telik Sandi

Ronggeng Bugis/Telik Sandi SMKN 1 Kedawung
0 242

Ronggeng Bugis. Itulah salah satu tema yang diangkat Teather Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.  Pentas seni ini mengisyahkan tentang jenis kesenian tradisional yang berada di Cirebon. Nama lain dari pengistilahan Ronggeng Bugis itu adalah Telik Sandi yang di masa lalu sempat hit sebagai seni budaya di kalangan masyarakat serempat.

Telik Sandi adalah sebuah tarian tradisional istimewa yang ditawarkan masyarakat sastra Cirebon. Kisah ini jika ditransformasi kepada masyarakat luas, akan mengundang gelak tawa penonton karena kemampuan si ronggeng (penari) yang ditampilkannya. Penari dimaksud tidak di mainkan perempuan, tetapi seorang laki-laki dengan memakai busana seperti perempuan. Laki-laki yang menari dengan Telik Sandi itu, menari-nari seperti layaknya perempuan. Bisa dibayangkan bagaimana seorang laki-laki mesti menunjukkan wataknya sebagai seorang perempuan.

Kisah Kemunculan Telik Sandi

Kisah ini, menurut prase rakyat Cirebon disebutkan bahwa kemunculannya beriringan dengan Dakwah Syarief Hidayatullah. Yaitu saat dia mendirikan sebuah kerajaan Islam yaitu di Sunan Gunung Jati Cirebon. Sang wali ini mempunyai prajurit bernama Telik Sandi. Prajurit tersebut sangat gagah perkasa sekaligus pemberani. Dalam cerita lain, disebutkan bahwa pasukan Telik Sandi ini, dipimpin oleh seorang panglima yang bernama Nyi Mas Gandasari. Ia adalah panglima wanita yang cantik dan sangat cerdas.

Tarian ini bukan semata-mata hanya untuk menghibur masyarakat dengan tarian yang sangat lucu dan menggemaskan. Dalam makna lain, memberi makna edukasi yang tinggi. Tarian telik sandi akhirnya menjadi tarian yang mendominasi gerakan mengintai dengan mata yang selalu mengawasi di sekitarnya, maka dari itu pasukan Telik Sandi merupakan pasukan mata-mata (Spionase) kerajaan.

Jadi dengan bahasa lain, sang wali ini hendak membangun kelompok mata-mata untuk mengetahui rahasia apa yang akan dilakukan pihak musuh terhadap kerajaan Islam yang baru didirikan. Karena itu, telik sandi sekalipun dibingkai dalam bentuk seni dan prase rakyat, tetap saja ia memiliki nilai strategisnya dalam mempertahankan kerajaan.

Tampilnya tarian Telik Sandi yang dikemas dalam bentuk teatre di kampus IAIN di Cirebon ini, dalam makna lain dapat diterjemahkan sebagai bagian atau usaha kelompok mahasiswa untuk mengingatkan kembali kehebatan leluhur masyarakat Crebon dalam mempertahankan kerajaannya kepada publik luas.

Oleh: Mamat Nurhidayat

Komentar
Memuat...