Matahari Dan Energi Makhluk Hidup

0 86

MATAHARI – Bundar dengan ukuran sangat besar, berbentuk bola gas dan berpijar ini, sering disematkan dengan kata planet bernama Matahari. Inilah sumber cahaya alamiah dan menjadi pusat energi dan menjadi bintang terbesar dan paling dekat dengan bumi. Ia menjadi pusat system tata surya dan poros bagi seluruh planet lain di tata surya yang mengelilinginya. Karena demikian dahsyatnya sinar dan suhu yang dimiliki planet ini, dari kejauhan ia tampak seperti halus dan licin. Inilah sumber energi kehidupan. Tanpa pernah ada matahari, banyak saintis menganggap bahwa bumi tidak mungkin dapat dihuni makhluk hidup, termasuk oleh manusia.

Matahari Memiliki Lapisan Layaknya Bumi

Pernahkah anda tahu kalau yang memiliki lapisan itu, tidak hanya bumi, tetapi termasuk matahari juga sama. Ia memiliki lapisan yang satu sama lain berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Jika anda ingin tahu lapisan matahari, maka, matahari, setidaknya memiliki empat lapisan. Keempat lapisan dimaksud adalah:

Lapisan Fotosfer

Lapisan Fotosfer atau lapisan cahaya. Inilah lapisan matahari yang paling terluar atau sering disebut sebagai permukaan matahari yang menjadi bola gas. Banyak ahli fisika menyebut lapisan ini dengan tingkat ketebalan sekitar 350 km. Piringan lapisan ini, dianggap memiliki warna seperti warna emas. Dengan suhu yang diperkirakan mencapai angka 5.700 Kelvin, cahaya yang ditampilkan lapisan fotosfer ini, sampai ke bumi. Di lapisan ini pula, gelombang-gelombang cahaya diproduksi seperti sinar inpra merah ultra violet.

Lapisan Kromosfer

Para ahli fisika sering menyebut lapisan ini dengan kata atmosfernya matahari. Ia memiliki tingkat ketebalan kurang lebih sekitar 16.000 km, tentu jauh lebih tebal dibandingkan dengan lapisan fotosfer. Lapisan ini, selain disebut sebagai atmofer matahari, ia juga dikenal sebagai lapisan yang memiliki partikel khusus seperti proton, electron dan neutron, Suhu pada lapisan ini rata-rata berada pada angka 6.000 dan jika terus diterobos ke sisi terdalam, tingkat panasnya dapat mencapai angka 20.000 Kelvin. Lapisan ini dapat dilihat oleh mata telanjang manusia, ketika mata hari mengalami gerhana total. Cahaya yang dilahirkan dari lapisan ini berbentuk gas-gas hydrogen. Di sini sering terjadi loncatan gas panas yang disebut dengan istilah prominences. Di sinilah gelombang radio bintang ditemukan.

Lapisan Korona

Lapisan ini sering juga disebut sebagai lapisan terluar mata hari. Ia meliputi dua lapisan di atas –fotosfer dan kromosfer—atau sering juga disebut dengan lapisan atmosfer matahari bagian luar. Di sinilah lapisan gas tertipis yang dimiliki matahari. Karena ia memiliki lapisan yang sangat tipis, maka, bentuknya selalu berubah. Tidak konstan. Lapisan korona ini memiliki ketebalan kurang lebih sekitar 1.000.000 KM. Lapisan ini mengandung atom besi, nikel, argon, dan zat kapur. Pengamatan terhadap Korona hanya dapat dilakukan melalui koronagraf –sejenis teleskop yang khusus digunakan untuk melihat Korona.

Lapisan Inti

Inilah bagian terdalam matahari yang memiliki suhu sekitar 15.000.000 kelvin. Reaksi fusi atau reaksi termonuklir memancarkan energi besar secara radiatif yang mengakibatkan lahirnya proton (atom positif), elektron (atom negatif), dan neutron (atom netral). Di lapisan inilah gaya gravitasi terbentuk yang menarik semua materi dan membentuk suatu tekanan dahsyat. Posisinya diperkirakan berada sekitar 502.000 km di bawah permukaan matahari. Ia mempunyai diameter 386.160 km yang diperkirakan mencakup 25 persen total radius matahari. **


Penulis         : Prof. Dr. H. Cecep Sumarna
Penyunting  : Acep M Lutvi
Diterbitkan  : www.lyceum.id

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.