Matahari Pasti Terbit “Menanti Cahaya Dalam Sajak” | Kumpulan Puisi Prof. Dr. H. Cecep Sumarna Part – 7

0 1.250

Rangkaian Puisi memang selalu penuh warna, penuh gambaran dan kaya akan makna.  Puisi adalah cerminan jiwa dan  imajinasi para penulisnya. Hal ini yang membuat pembeda dalam karater puisi. seperti puisi yang berjudul  Matahari Pasti Terbit karya Guru Besar Filsafat Ilmu IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Matahari Pasti Terbit “Menanti Cahaya Dalam Sajak”

Saat bintang tampak redup
Saat rembulan tak lagi tampak bercahaya
Saat matahari tampak tak lagi bersinar
Masihkah ada keyakinan bahwa kita harus meneruskan perjalanan

Yang Redup dan tampak tak bercahaya
Yang tampak tak bersinar dan seperti tak pernah ada jalan
Sesungguhnya tetap memancar dengan pancaran yang bening
dengan sesungguhnya jalan yang tetap lurus dan halus

Yang Redup, tak bercahaya dan tak ada jalan
Sesungguhnya hanya ada dalam pikiran
Pikiran manusia kosong tanpa asa dan cita-cita
Kalau bukan mereka yang patut disebut gila

Besok pagi matahari pasti terbit
Nanti malam kunantikan bintang gemintang
dengan juntaian cahaya
dan terbit pula rembulan dengan cahaya penuh irama

[Juni:2016]

Menilik Puisi Matahari Pasti Terbit

Dalam Puisi ini, Menggunakan bahasa yang bernuansa alam, pengimajinasian cukup  padat yang dituangkan dalam Bait-baitnya. Gambaran ketakutan Bait pertama dan dijawab dengan harapan dalam terakhirnya sepertinya penulis padukan dengan suasana sosial yang terjadi di sekitar penulis. Dalam puisi ini juga kita diajak berdiskusi dengan imajinasi, bagaimana kita selau menJustifikasi apa yang terjadi pada kita, tanpa memahaminya terlebih dahulu.

“Besok pagi matahari pasti terbit, dan Nanti malam ku nantikan bintang gemintang dengan juntaian cahaya dan terbit pula rembulan dengan cahaya penuh irama”


Sepengal Tentang Penulis Puisi

Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, Beliau  adalah Guru Besar Filsafat Ilmu IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Lahir di Dusun Cikuya, Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya pada Bulan Oktober tahun 1971. Prof. Dr. H. Cecep Sumarna Tumbuh dan berkembang dari kultur santri Kampung yang telah banyak melahirkan intelektual di dalamnya. Ibunya bernama Hajjah Siti Mardiyah dan Ayahnya bernama Haji Muslih Suryana (alm). Untuk lebih lengkap silahkan liahat di Curriculum Vitae Beliau

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Komentar
Memuat...