Mau Memulai Bisnis Franchise ? Perhatikan Hal Penting Ini

0 10

Termasuk model bisnis yang cukup diminati adalah model berbisnis dengan waralaba atau lebih dikenal dalam istilah Inggris-nya, yaitu franchise. Keuntungan dari menggunakan model bisnis franchise ini, kita tidak perlu membangun sistem bisnis tersebut karena sudah diberikan oleh pemilik franchisenya. Juga kita tidak perlu bingung mengurusi untuk bidang pemasaran karena umumnya dilakukan oleh tim pemilik franchise sendiri.

Faktor itu yang menjadikan franchise, sebagai model bisnis yang cukup diminati, namun ada yang mesti diperhatikan dulu. Meskipun Anda telah tertarik dengan bisnis franchise. Bukan berarti Anda dapat langsung mencurahkan seluruh tabungan Anda begitu saja dan membeli hak franchise apapun yang Anda mau.

Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda timbang dan perhatikan dulu sebelum memulai bisnis franchise.

Melihat potensi pasar

Sebelum memulai jenis bisnis apapun, kita diharuskan mengetahui bagaimana keadaan potensi pasar dari franchise tersebut. Jangan sampai dikemudian hari franchise yang sudah Anda beli menjadi rugi. Karena target segmen pasar Anda ternyata berbeda dengan target yang seharusnya menjadi sasaran pasar bisnis franchise tersebut.

Mengumpulkan data pendukung untuk mencari franchise yang tepat

Daripada asal memilih sebuah merk franchise hanya karena Anda kebetulan melihatnya, cobalah untuk meluangkan waktu Anda untuk meriset bisnis franchise apa saja yang sekiranya bagus dan dikenal oleh calon target pasar Anda. Internet, Ada banyak hasil riset data mengenai bisnis franchise yang dapat ditemukan dengan mudah di media ini.

Cek reputasi calon franchise yang ingin dibeli

Riset lain yang perlu Anda perbuat sebagai calon bisnis franchise yang akan Anda beli adalah sebuah reputasi. Berbeda dengan bisnis yang Anda bangun sendiri, bisnis franchise sangat dipengaruhi oleh reputasi yang sudah ada sebelumnya. Jika terdapat banyak keluhan pelanggan atas franchise tersebut, maka sebaiknya Anda pertimbangkan jauh kembali apakah Anda akan membeli franchise tersebut atau tidak.

Fokuslah terhadap tingkat pengembalian, bukan harga

Faktor inilah yang sering menjadi alasan kegagalan dalam berbisnis franchise. Adalah sang pelaku usaha franchise lebih fokus kepada jumlah omset, bukan segi pengembalian bisnisnya. Jika usaha franchise Anda memberikan omset sebesar Rp 20 juta per bulan, namun tingkat balik modalnya baru didapatkan setelah 10 tahun. Sedangkan usaha franchise lainnya memberikan omset Rp 10 juta per bulan namun tingkat balik modalnya akan terjadi dalam 2 tahun saja, terlihat bukan – manakah yang akan Anda pilih?

Ketika sebuah usaha sudah balik modal, maka sebagai pemilik usaha. Kita telah dapat menikmati dan meraup keuntungan bersih dari bisnis yang kita jalankan ini.

(waralaba) (potensi pasar)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.