Upacara Panjang Jimat, Perayaan Maulid Nabi Khas Keraton Cirebon

0 217

Kelahiran Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal 12 Rabiul awal tahun Gajah, jika dihitung dalam tahun masehi, kelahiran Nabi bertepatan pada tanggal 20 April 571 M. Dinamakan sebagai tahun gajah karena pada saat itu, bala tentara Abrahah dari Yaman menyerang Kabah dengan mengendarai gajah dan berakhir tragis. Dimana pada saat itu, Allah langsung memberikan balasan kejam atas perbuatan mereka, melalui burung Ababil yang menjatuhkan ribuan batu panas dari neraka. Peristiwa tersebut telah Allah abadikan dalam surah al-Fill.

Sebagaimana asal kata kelahiran itu diambil dari bahasa Arab yakni “Maulid”, berarti “Kelahiran”. Maka sampai saat ini, kelahiran Nabi, populer dengan sebutan Maulid Nabi yang tidak pernah lepas dari peringatan-peringatan yang disuguhkan seluruh umat Islam di Dunia. Termasuk Indonesia.

Peringatan Maulid Nabi di Cirebon

Kelahiran Nabi Muhammad pada tahun 2017 jatuh pada hari kemarin, yakni Jumat, tanggal 1 Desember 2017. Cirebon merupakan salah satu daerah yang memperingati hari tersebut dengan penuh keistimewaan secara turun temurun, melalui upacara panjang jimat.

Ribuan warga pada hari Jumat memenuhi Keraton Kanoman sebagai salah satu keraton di Cirebon yang telah melahirkan perayaan maulid nabi dengan penuh keistimewaan, dari tahun ke tahun, melalui upacara panjang jimat.

Panjang Jimat berasal dari dua suku kata, yakni Panjang berarti “lestari” dan jimat berarti
“Pusaka”. Berarti dalam hartian panjang jimat itu merupakan sebuah pelestarian benda-benda pusaka keraton yang setiap tahun dilaksanakan melalui peringatan maulid nabi.

Sembilan kali bunyi lonceng Gajah Mungkir digemakan Keraton Kanoman pada hari itu, sebagai tanda atau peringatan upacara panjang jimat akan dilaksanakan. Kemudian iring-iringan keluarga keraton dan warga sekitar yang diikuti abdi dalem memenuhi muka keraton, mereka membawakan barang-barang pusaka keraton, makanan dan wewangian menuju Masjid Agung Kanoman.

Dimasjid tersebut sebagai pelengkap upacara panjang jimat, maka dilaksanakan juga pengajian kitab albarjanji, pembacaan riwayat Nabi, sholawat Nabi dan ditutup dengan doa bersama. Sebelum kemudian makanan dibagikan kesekitaran warga yang memadati keraton kanoman.

Asal-usul peringatan maulid nabi

Banyak versi mengatakan tentang asal-usul peringatan maulid Nabi dimulai. Sebagaimana dimuat dalam islampos.com, Pendapat pertama mengatakan bahwa, peringatan maulid nabi pertama kali dilaksanakan Sholahudin al-Ayubi yang bertujuan untuk memulihkan kembali sunah-sunah Rasul dan semangat juang dalam menegakan kalimatullah dari diri kaum muslimin yang semakin melemah.

Pendapat kedua yang dikatakan sebagian besar para ahli sejarah. Meyakini bahwa Sulatan Muzafar adalah orang pertama yang mengadakan peringatan maulid Nabi. Salah satu ahli sejarah tersebut adalah Ibnu Khalikan yang dalam Kitab “Wafayat al-Alan” menyatakan bahwa, al-Imam al-Hafidz Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam, sampai ke Irak. Ketika melewati daerah Ibril, beliau melihat Raja Ibril yang merupakan Sultan al-Muzafar memberikan perhatian besar terhadap perayaan Maulid Nabi.

Kemudian pendapat ketiga yang dikatakan oleh para ahli sejarah seperti Al-Maqrizi dalam kitab Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida, bahwa orang pertama yang melakukan perayaan maulid nabi berasal dari kelompok sesat Ubaidiyun dari Dinasti Fatimiyah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.